Keesokan harinya, Chiko dan Andray saling menatap satu sama lain. Pasalnya mereka melihat ada yang berbeda di depan mereka. Para sahabatnya mencampakkan mereka berdua. Mereka punya salah kah? pikir Chiko.
Jefran maupun Rizal hanya diam tak menoleh ke arah Chiko maupun andray yang berada di depan mereka. Rasanya andray ingin menangisi saat itu juga. Chiko menepuk lalu menggelengkan kepalanya.
"Kak", panggil Chiko.
Jefran mendongak dan menatap terkejut,lalu ia menepuk-nepuk punggung Rizal yang berada di sebelahnya sedang menonton animasi Moomin. Rizal yang merasa terusik pun kesal lalu menatap tajam Jefran. Jefran pun menatap Rizal dan menyuruh Rizal untuk melihat apa yang ada di depannya.
Rizal pun ikut menoleh dan benar saja ia pun terkejut. Namun beberapa menit kemudian bibir keduanya tertarik tersenyum lebar. Chiko dan Andray pun ikut tersenyum menatap kedua kakaknya.
Rizal pun bangkit lalu memeluk Chiko,sedang Jefran memeluk andray.
"YA AMPUN CHIKO!!! GUA BANGET KANGEN SAMA LO ANJING!!!", teriak Rizal sambil memeluk erat Chiko.
"Ya Allah koh! Chik-chiko sesek nafas nih!", pekik Chiko yang berusaha melepaskan pelukan Rizal.
Rizal pun melepaskan pelukannya lalu menampilkan deretan giginya sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tak terasa gatal. Chiko hanya menatap datar Rizal. Beda dengan nasib andray, ia sudah seperti orang mau pingsan karena pelukan Jefran.
Jefran memeluknya atau mau membunuhnya? Jefran memeluk andray menggunakan tenaga bukan perasaan.
Ada yang mau dipeluk sama Jefran juga ga? tanya author.
"Kok kalian bisa ada di sini?", tanya Rizal.
"Kita kuliah disini koh,iya kan dray?", sahut Chiko.
"Iya kak,kita kuliah disini dan kebetulan kita baru masuk hari ini", kata andray.
"Maba yah? Tapi kok kita ga tau yah", bingung Jefran.
"Iya kak, tadinya Chiko mau kuliah di China aja tapi karena koh Beni pindah kerja disini ya udah deh sekalian aja gue kuliah disini aja", jelas Chiko.
"Kalo Lo dray, bukannya Lo di kampung Lo yah?", tanya Jefran.
"Hehehe iya kak,tapi kata kak Wisnu gua disuruh kuliah disini juga,dia yang daftarin"
"Oalah,oh iya kebetulan juga kita-kita yang jadi kating nanti saat pengenalan kampus", jelas Jefran.
"Oh gitu kak", ucap andray.
...
"MOHON UNTUK SELURUH ANAK MABA KUMPUL DI LAPANGAN SEKARANG JUGA!", ucapnya menggunakan pemberitahuan di ruang Tata Usaha.
Para maba pun segera berkumpul di lapangan kampus,disana sudah ada beberapa kating yang menunggu mereka.
Setelah para maba berbaris dengan rapi dan tertib, Rizal pun maju ke tengah-tengah lapangan dengan secarik kertas ditangannya. Rizal memperhatikan wajah para maba sebelum mengucapkan pengumumannya.
"Selamat datang untuk para maba sekalian,disini kita akan membahas tentang tata krama dan cara di kampus ini...dengan mengenal segala sisi kampus,maupun itu indoor atau outdoor,kalian mengerti?!", jelas Rizal.
"SIAP MENGERTI KAK!", serentak para maba.
"Baik, yang pertama kalian kami tugaskan untuk mencari nama kating terbaik di kampus ini,jika sudah beri tahu jawaban kalian dengan menulisnya di kertas lalu berikan pada kak Jefran,kalian mengerti?!", ucap Rizal lantang.
"SIAP MENGERTI KAK!", lagi-lagi mereka kompak.
"Tapi sebelum itu kami akan memperkenalkan diri pada kalian,agar kalian tau siapa kating kalian setiap kelompoknya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Awal Dan Akhir || Lee Haechan
Teen Fiction"Pesan terakhir terindah bagiku" "Hidup itu sulit, ya kita mati saja, simpel kan!" setiap cerita memiliki awalnya dan pasti ada akhirnya bahagiakanlah orang yang kalian sayangi, sebelum orang itu benar-benar pergi meninggalkan kalian @gita_nurjanah
