"Pesan terakhir terindah bagiku"
"Hidup itu sulit, ya kita mati saja, simpel kan!"
setiap cerita memiliki awalnya dan pasti ada akhirnya
bahagiakanlah orang yang kalian sayangi, sebelum orang itu benar-benar pergi meninggalkan kalian
@gita_nurjanah
"Apa gua suka sama dia yah? Ah ga mungkin inget tujuan Lo khir, Lo harus balas dendam bukan malah ngebucin", frustasinya.
Segelas wine di meja ia tenggak hingga habis. Ia meremas gelas itu dan bergetar.
"Gue ga akan biarin semuanya itu bahagia", ucapnya sambil tersenyum licik.
....
Di tempat yang berbeda kini Haedar dan Karina sedang berjalan-jalan di taman dekat rumah Karina. Haedar mengajak Karina untuk duduk di salah satu bangku taman. Keduanya sama-sama diam tanpa ada yang memulai pembicaraan.
"Maaf aku mengajakmu keluar begini malam-malam, apa kakakmu tidak mencari mu?", tanya Haedar yang tiba-tiba formal.
"Ga usah terlalu formal Haedar,biasanya juga lo-gue kan", ucap Karina.
"Ck! Maaf ak-gue lupa", terkekeh Haedar.
Mereka berdua berbicara hingga sekitar dua jam lamanya. Tak jauh dari sana ada seseorang yang tengah memantau mereka berdua.
"Itu kak Karina sama siapa?", monolognya.
Karina tertawa lepas setelah sekian lama. Kematian Haikal membuatnya susah untuk tertawa lepas. Tangan Haedar mengusap pipi kiri Karina dan menatap lekat Karina. Karina pun menatap Haedar juga.
"Gue akan selalu ada buat Lo Karina, walaupun gue bukan Haikal nya Lo,tapi gue akan berusaha. Gue ga bisa janji, takutnya gua ga bisa tepati janji itu nantinya", ucap Haedar.
Air mata Karina pun menetes begitu saja tanpa permisi,lalu Karina memeluk erat Haedar. Haedar terkejut lalu membalas pelukan Karina dengan lembut.
....
Asap rokok memenuhi ruang tengah rumah Jefri. Alda sedang merokok disana dan sudah menghabiskan tiga putung rokok dalam dua jam. Jefri yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sahabatnya yang satu ini memang sudah gila rokok semenjak lulus SMA. Jefri memanggil Alda ke rumahnya untuk memberikannya saran bagaimana caranya dia menyatakan isi hatinya pada fitriya.
"Kena karma juga kan lu Jef,apa gua bilang pasti lu demen sama tuh cewek", sarkas Alda.
"Iye iye gue akuin iya gua suka sama tuh cewek,tapi lu tau ga gue kemaren hampir nyium dia da", jelas Jefri.
Alda pun tersedak asap rokok setelah mendengarkan perkataan Jefri barusan. Alda menatap tajam Jefri sedangkan Jefri hanya meringis seperti tak pula salah.
Plak!
"Aduh sakit da! Lu ngapain sih pake geplak gua?!", Jefri meringis.
"Lu ngaco cok! Anak orang lu mau apain tadi kata lu?!", kesal Alda.
"Hehehe maaf gua khilaf kalo itu,abis nya bibirnya menggoda banget da", ucap Jefri.
Plak!
"DA!!!", teriak Jefri.
"Rasain,lu mesum banget jadi cowok,denger yah setelah lu begitu sama si cewek itu gue yakin tuh cewek kaga bakal mau ketemu sama lu lagi", pekik Alda.
"Yaelah da jangan bikin gua putus asa dong,ini kan demi cinta gua da,masa gua jomblo mulu sih,lu enak dah punya tunangan tinggal nikah,Taufik juga udah,lah gua..."
"Hito,Dani sama Juni gimana Jef,mereka masih jomblo noh", sela Alda.
Jefri pun hanya cengengesan tak jelas.
"Goblok dipelihara Jef Jef", hela nafas panjang Alda lalu mengusap rokoknya kemudian ia hembuskan sembarang arah.
...
"Berapa lama lagi aku harus berjuang keras untuk ini?!", monolognya.
"Sabar boy,lu pasti bisa balas dendam sama tuh anak,lagian dia udah ga ikutan geng motornya gue denger denger sih", ucapnya.
"Tau dari mana Lo?", tanyanya dengan tatapan tajam.
"Anak-anak bahkan udah tau no,kalo si Haedar udah ga ikutan geng motor lagi,tapi lu sendiri ga tau? Ish ish ish ketua macam apa lu ini?!", ucapnya remeh.
Jaeyno menodongkan pistol pada kening orang itu. Orang itu hanya tertawa remeh lalu menatap sinis pada Jaeyno.
"Jaeyno William Antares,ketua geng motor Exasel, bisa-bisanya lu nodong pistol pada anak buah lu sendiri? Cih pengecut", ucapnya.
"Lu bisa ga sih diem bentar za, gua pusing tau ga", kesal Jaeyno.
"Eza Gio Alderweireld ga akan pernah diem sebelum ada makanan"
"Makan mulu lu yang dipikirin", kesal Jaeyno.
"No gue heran deh,nama dia kan Muhammad Awal Setiawan tapi nama lu Jaeyno William Antares, beda banget anjir", ucap Eza.
Plang!
"Aduh anjir sakit no!", pekik Eza.
"Diem bacot!", sarkas Jaeyno.
Bersambung
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Eza Gio Alderweireld
"Weh kenalin gue sahabatnya Jaeyno gue paling ganteng di geng motor Exasel,keren kan gua,emang nya si Jaeyno, ketua abal-abal dia tuh"