20

262 23 0
                                        

Flashback on

"Kamu..."

Flashback off

Haedar menatap bingung laki-laki dewasa di depannya. Orang tua Haedar terkejut saat teman bisnisnya ini menunjuk Haedar. Orang itu meneteskan air matanya tanpa ia sadari lalu mengusap kasar air matanya. Dengan tangan sedikit gemetar ia tetap mencoba berjabat tangan dengan Haedar. Dan akhirnya berhasil juga. Setelah itu mereka dipersilahkan duduk oleh sang pemilik rumah.

"Maaf sebelumnya nak,kami ke sini ingin mengajak kamu untuk kerja sama dengan perusahaan kami apa kamu mau?", tanya ayah Haedar.

"Tidak masalah pak, kebetulan perusahaan saya juga sedang mencari perusahaan yang ingin kerja sama dengan perusahaan saya", jelasnya.

"Maaf pak,apa saya boleh bertanya sesuatu?", tanyanya.

"Iyah nak silahkan"

"Siapa dia?", tanyanya serius.

"Oh dia anak kami, namanya Haedar Diktara Putra, panggil aja Haedar", jelas ayah Haedar.

"Ah jadi begitu,maaf saya jadi ke inget dengan almarhum adik saya", katanya dengan sedikit meneteskan air matanya.

"Ya ampun nak,maaf kami tidak tau itu,tapi ngomong-ngomong kamu punya seorang adik?", kata mama Haedar.

"Iyah Bu,saya punya adik,ya mungkin sekarang dia seumuran dengan anak bapak dan ibu", jelasnya.

"Ah saya ada fotonya, sebentar", lanjutnya.

Laki-laki itu mengambil sebuah foto dan menunjukkan pada mereka, Haedar dan orang tuanya pun tak kalah terkejut.

"Ini adik saya namanya Haikal Satya Putra,dia sudah pergi satu tahun yang lalu karna penyakit kanker", jelasnya sambil menahan air matanya.

"Tapi nak,dia mirip sekali dengan anak saya Haedar", heran ayah Haedar.

"Iyah pak saya tau makanya tadi saya sedikit terkejut saat melihat anak bapak,saya kira dia adik saya tapi ternyata bukan", jelasnya.

"Apa ini adalah kakaknya Haikal sahabatnya Jefran dan Rizal?", batin Haedar.

Di kediaman Jefri

"Mas ini ada paket", tutur si mbok.

"Dari siapa yah mbok?", tanyanya.

"Ga tau mas,itu tadi kurirnya ga bilang apa-apa,cuma kasih ini aja mas", jelas si mbok.

"Ya udah mbok taruh aja di meja nanti saya periksa", kata Jefri.

"Baik mas", kata si mbok lalu pergi meninggalkan ruang kerja Jefri.

Jefri yang tengah mengerjakan beberapa pekerjaan pun teralihkan dengan paket misterius itu. Ia pun membuka paket itu dan terkejut dengan isi dari paketnya.

"Siapa yang mengirim ini? Apa dia tak punya kerjaan mengirim ini kepada orang lain?! Bikin kesal saja", kesal Jefri.

Jefri membanting paket itu lalu melanjutkan pekerjaannya tadi yang sempat tertunda karena paket tak jelas itu.

Ting tung

Jefri mendengar suara bel itu namun tak ingin membukanya.

"MAS INI ADA NAK JEFRAN DAN JUGA ISTRINYA!", panggil si mbok dari luar.

Jefri yang mendengar Jefran datang pun langsung keluar menghampiri Jefran. Namun saat bertemu dengan Jefran,Jefri bukannya menyapa Jefran tapi langsung mengambil alih sastra anaknya Jefran. Jefran yang sudah terbiasa pun tak heran dengan kakaknya setiap kali datang ke rumahnya.

Awal Dan Akhir || Lee HaechanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang