Jakarta, 23 April 2020
Suasana kelas begitu menegangkan dan menyeramkan dengan Haedar yang menatap tajam mahasiswa yang ada di depannya. Bahkan Jefran yang kini sedang ulang tahun pun merasa mendapatkan hadiah aneh tahun ini dengan datangnya orang itu. Rizal yang sedari tadi tak berhenti menangis namun tanpa bersuara,sakit?iya sungguh sakit menangis tanpa suara seperti kita diputusin sama Jaehyun NCT. Lalu Lukman dan Saleh yang sudah wanti-wanti dengan Haedar apabila dia melakukan hal-hal yang aneh akan langsung mereka berdua urus.
Waktu berlalu,kelas pun berakhir dengan ocehan dari dosen yang marah-marah karena tugas yang ia berikan pada mahasiswa nya tidak dikerjakan semua,alhasil para mahasiswa di kasih tugas tambahan dan hukuman. Haduh ada-ada saja para mahasiswa jaman sekarang. Jefran dan Rizal pergi meninggalkan kelas terlebih dahulu,lalu Haedar juga meninggalkan kelas dengan di ikuti dengan dua curut nya. Orang itu tersenyum miring dan merasa dirinya menang.
Di kantin
Jefran memesan makan sedangkan Rizal mencari tempat duduk,lalu matanya bertemu dengan Karina dan Shinta disana. Ia langsung menghampiri mereka dan duduk di bangku seberang mereka. Karina dan Shinta pun kaget dengan mengelus dada mereka. Rizal tertawa merasa puas telah membuat dua Dewi cantik ini terkejut.
"Ih kalo mau ngagetin jangan gini dong,untung ga tumpah esnya!", pekik Shinta.
Rizal terkekeh, "sorry sorry gua sengaja", ucapnya lalu ditutup dengan tawa gelak nya.
"Ih sebel ah,tau ah marah gua sama lu zal!", kesal Shinta.
Karina disana hanya bisa tersenyum lalu menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku kedua temannya ini. Tak lama Jefran datang menghampiri mereka dengan makanan yang ia pesan tadi. Lalu mereka menyantap makanan mereka. Kemudian kantin mendadak ricuh dengan suara sorak para mahasiswi di kantin. Karina,Shinta ,Rizal dan Jefran pun menoleh ke arah kiri dan menatap ada seseorang yang tengah berjalan gagah dengan membawa nampan berisi makanan.
DEG
Mata Shinta dan Karina membulat sempurna setelah melihat orang itu melewati meja mereka. Air mata Shinta lolos begitu saja tanpa permisi. Karina menatap sahabatnya ini langsung memeluknya. Shinta menangis sejadi-jadinya. Rizal dan Jefran hanya bisa menunduk dan menangis. Suasana menjadi tidak menyenangkan.
"Rin dia ga mungkin...", isak Shinta.
"Bukan Rin,bukan dia orang lain", sela karina sembari menenangkan Shinta.
Hana pun datang dan bingung melihat kedua temannya menangis. Hana pun duduk di samping Shinta lalu merangkul mencoba menenangkan Shinta juga. Hana memberi isyarat pada Karina sebenarnya apa yang terjadi,Karina menjawab dengan tangan ber isyarat untuk diam dulu. Hana pun paham dan mengelus bahu Shinta lalu memeluknya.
Sepulang kuliah Hana pulang bersama sang kekasih yaitu Rizal,sedang kan Jefran membawa Karina dan Shinta dengan menggunakan mobil. Jefran menyetir dengan tenang sedangkan yang duduk di belakang sangat tidak tenang dengan Shinta yang menangis terus menerus. Karina juga sedang berusaha untuk menenangkannya namun nihil. Jefran menatap kaca mobilnya dan menatap sendu kedua sahabatnya ini. Sesampainya di rumah Jefran,Karina menuntun Shinta untuk masuk ke dalam rumah Jefran. Jefran sengaja membawa mereka ke rumahnya,karna dia tau Shinta akan lebih tenang jika bertemu dengan Chelsea,sang istri.
Begitu masuk Shinta langsung memeluk Chelsea yang tengah mengajak main sastra, anaknya. Chelsea pun terkejut dengan datangnya Shinta yang menangis memeluknya. Chelsea menatap Karina yang berada di sampingnya Shinta memberi isyarat seperti bertanya,ini ada apa?pada Karina. Jefran membopong tubuh sastra dan membawa ke atas, kamarnya. Biarkan para wanita menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Awal Dan Akhir || Lee Haechan
Teen Fiction"Pesan terakhir terindah bagiku" "Hidup itu sulit, ya kita mati saja, simpel kan!" setiap cerita memiliki awalnya dan pasti ada akhirnya bahagiakanlah orang yang kalian sayangi, sebelum orang itu benar-benar pergi meninggalkan kalian @gita_nurjanah
