07

713 59 1
                                        

'Mengertilah hanya Tuhan yang tahu bahwa kamu bahagia'

Suasana baru kembali menyelimuti SMP N 1 Harapan Bangsa Bandung. Liburan telah berakhir, kini seluruh siswa kembali menjalankan aktivitasnya yakni sekolah. Namun dengan tingkatan yang berbeda contohnya haikal, sekarang ia sudah kelas sembilan.

"Assalamu'alaikum kal", salam rizal sambil merangkul pundak haikal yang tengah berjalan di koridor sekolah.

"Waalaikumsalam Zal. Tumben berangkat pagi kamu?", tanya haikal.

"Kan gue dah jadi kakak kelas disini jadi gue harus beri contoh yang baik buat adek kelas lah, seperti berangkat pagi contohnya", jelas rizal.

"Hehehe bener juga yah", ucap haikal sembari tertawa kecil.

"Kal,Kal", panggil rizal sambil menepuk pundak haikal.

"Ada apa zal?", tanya haikal bingung.

"Noh liat, sepertinya dia anak baru deh. Dari seragam aja beda bgt", ucap rizal sambil menunjuk seseorang yang tak jauh dari mereka.

"Eh ga sendiri ternyata, kira-kira mereka dari sekolah mana yah?", ucap rizal yang tengah berpikir.

"Woy!", teriaknya.

"Astaghfirullah!", ucap haikal dan rizal bersamaan.

"Astaghfirullah jef, lo dateng bukannya ngucap salam malah ngagetin orang lagi serius!", kesalnya rizal.

"Ye maaf, assalamu'alaikum", ucapnya jefran.

"Waalaikumsalam", jawab haikal dan rizal bersamaan.

"Kalian serius amat ngeliat tuh anak baru", ucap jefran.

"Lo tau tentang anak baru itu?", tanya rizal.

"Hmm sedikit sih, mereka berlima tuh pindahan dari SMP N 127 Jakarta. Satu angkatan sama kita. Itu aja sih yang gua tau", jelasnya.

"Oh gitu, eh tapi bentar deh. Kok lo tau tentang anak baru itu?", tanya rizal lagi.

"Jefran gitu loh, apa sih yang jefran ga tau", jawabnya dengan santai.

"Ye dasar jefranikol", ketusnya rizal.

"Eh nama gua itu Jefran Agus Yudhoyono", ucapnya sambil menunjukkan nametag nya.

"Iye iye dah terserah lu, yok lah ke kelas", ajak rizal.

Haikal, rizal dan Jefran pun pergi ke kelas barunya. Kelas dimana itu adalah kelas yang pernah ditempati kak Rizky dan teman-temannya. Kelas sembilan A, kelas paling tenang, damai, dan tentram.

"Kal ini gimana duduknya, kita cuma bertiga disini. Si awal beda kelas ama kita", ucap rizal.

"Ya udah kamu sama Jefran aja", kata haikal.

"Gua ama lu aja yah Kal", rengeknya rizal.

Jefran menarik tangan rizal, "udah lu sama gua aja", kata jefran.

Tak lama bel masuk pun berbunyi, suasana baru tergambar di kelas sembilan ini.

Lalu guru pun masuk dengan lima anak baru tadi. Kelima anak baru itu berdiri di depan.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, anak-anak", ucap guru.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh", seru para siswa.

"Nah anak-anak, kita hari ini kedatangan murid baru. Semoga kalian bisa berteman dengan baik yah. Silahkan perkenalkan nama kalian", tutur guru.

Mereka berlima mengangguk, dan bersiap untuk memperkenalkan diri.

Awal Dan Akhir || Lee HaechanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang