Y/n melepas jaket nya dan meletakkan di dekat kasir. Sungguh hari yang melelahkan baginya. Ia harus bolak-balik ke perusahaan karena sang kakak sangat sibuk mempersiapkan pernikahan yang tinggal menghitung Minggu.
"Bukankah lebih baik kau beristirahat di rumah, Y/n?" Tanya Lee Myun yang masih sibuk melayani pelanggan di kasir.
"Tapi kafe rame, Eonnie.."
"Bukankah kesehatan mu lebih penting?" Wajah Lee Myun terlihat menyeramkan. Y/n meneguk ludahnya kasar dan mengangguk pelan.
"Seon Ki!, Antar Y/n pulang!"
Seon Ki yang sibuk mengantar minuman harus terhenti dan melepas aprion nya. "Nee, Nuna."
"Aku bisa pulang sendiri, Eonnie."
"Aku tidak akan mengizinkanmu datang ke kafe selama seminggu kalau membantah ucapan ku!"
"Ayolah Y/n, lebih baik kau menurut.." Ujar Seon Ki yang sudah siap mengantar nya pulang.
"Gomawo, Eonnie."
"Hati-hati dijalan!"
"Nee!" Jawab mereka serentak.
*************
Y/n langsung merebahkan tubuhnya setelah sampai dirumah, sedangkan Seon Ki langsung kembali ke kafe. Rumah terasa sangat sepi, padahal sang kakak masih mempersiapkan pernikahan nya. Y/n tidak tahu nasibnya saat sang kakak menikah.
Drrt..
Y/n melihat panggilan Vidio dari Jungkook di ponsel. Y/n mengangkat nya dengan posisi rebahan.
"Jungkook shii, apakah kau bersenang-senang bersama keluarga mu?" Beberapa hari ini, Y/n tidak melihat Jungkook, Taehyung dan Jimin. Mereka semua sedang berkumpul di rumah keluarga nya sebelum pergi wamil.
"HM, aku bersenang-senang disini. Eoh? Kau terlihat tidak baik-baik saja?"
"Aku hanya sedikit kelelahan, Jungkook ah. Aku akan segera membaik."
"Dimana Jin-Hyung? Apa kau tidak ke dorm hari ini?"
"Hyungmu sedang meeting bersama para pemain di dramanya. Dan hari ini aku sibuk di perusahaan dan belum sempat ke dorm."
"Begitu rupanya. Lebih baik kau tidak memaksakan kondisimu. Kau harus istirahat dengan cukup!. Oh ya, besok aku akan kembali ke dorm untuk berberes pakaian ku yang disana. Kalau da waktu, maukah membantuku?, "
"Karena Kau pernah membantu Jin-Hyung mempersiapkan segalanya, jadi aku ingin kau memeriksa persiapan ku. Aku tidak memaksa mu! Kalau kondisi mu belum sehat, jangan datang!"
"Araso..araso. kenapa hari ini, kau banyak bicara, eoh?"
"Akankah aku akan merindukan ocehanmu?"
"Ahhhh, jangan katakan hal itu! Bukankah terlihat menyedihkan?"
"Eoh? Jangan menangis! Aku sudah memperingatkan mu!"
Tttttttt..(panggilan terputus)
Y/n menenggelamkan wajahnya di bantal nya karena gemas dengan ulah Jungkook. Perlahan lelahnya memudar setelah melakukan panggilan Vidio dengan Jungkook.
Jinie
|Bagaimana harimu, Y/n?|Miahn, hari ini aku tidak bisa mengunjungi mu😩
|Apa kau marah? Katakan jika marah😔😔
Me
Aku tidak marah, aku juga sibuk hari ini.😊

KAMU SEDANG MEMBACA
IDOL JEALOUSY
FanfictionKim Seokjin telah jatuh cinta dihari pertama bertemu dengan seorang army saat para Menager menggelar suatu acara untuk army dari berbagai dunia. Seketika Jin dibuat salah tingkah saat melihat army itu. Seokjin mulai bersikap aneh, dan menjadi dingin...