18 - A Slap

10.9K 483 6
                                        

>> Happy Reading <<

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

>> Happy Reading <<

Ameera membuka matanya kala kilauan sinar matahari pagi yang begitu menyilaukan mata masuk melalui celah-celah kaca jendela. Ameera terkesiap. Ahh, ia kesiangan. Reagan pasti akan marah melihatnya bangun siang. Dan ini semua terjadi karena Ameera terlalu asyik berbalas pesan dengan Alvarez sampai lupa waktu.

Saat Ameera akan beranjak dari ranjang, Ameera dikejutkan oleh lengan kekar yang memeluknya dari belakang. Ameera menoleh ke belakang tubuhnya dan benar dugaannya. Pria yang memeluknya itu adalah Reagan Foster.

Ameera menjauhkan tubuhnya dari Reagan dan hendak membangunkan Reagan namun ia urungkan setelah melihat bibir Reagan dan wajah Reagan pucat pasi kemudian tubuhnya yang terlihat bergetar.

Ameera meletakkan punggung tangannya di dahi Reagan. Dan benar saja, tubuh Reagan panas sekali. Ameera tak tahu pasti kapan Reagan masuk ke kamar kemudian tidur dalam ranjang yang sama dengannya kemudian memeluknya. Ameera yakin Reagan melakukannya karena Reagan tak tahan dengan hawa dingin di luar kamar. Benar, hanya di dalam kamar ini lah tersedia penghangat ruangan dan pendingin ruangan. Dan berhubung udara semalam benar-benar dingin menusuk tulang, Ameera menyalakan penghangat ruangan itu semalaman.

Ameera bergegas meminta bantuan pada staff hotel yang bekerja untuk membelikannya termometer dan obat-obatan pereda panas ke apotek terdekat.

Sambil menunggu, Ameera pun mengompres dahi Reagan.

Reagan hanya membuka matanya sebentar kemudian kembali memejamkan matanya sambil terus bergumam 'dingin'

***

Setelah memaksa Reagan untuk makan sup hangat dan juga minum obat, Reagan kembali tidur. Kali ini tidurnya lebih pulas daripada pagi dan siang hari. Ya benar, yang Reagan lakukan seharian ini adalah tidur dan tidur. Jika Ameera tak memaksanya untuk makan meski hanya beberapa suap saja, maka seharian ini Reagan tidak makan.

Staff hotel yang membantunya membeli obat di apotek mengatakan jika malam ini kondisi Reagan belum membaik, maka esok pagi lebih baik Reagan di bawa ke klinik saja untuk di rawat di sana. Dan Ameera setuju dengan saran tersebut.

Meski Reagan bukan pria yang baik, tapi Ameera tidak ingin Reagan mati konyol seperti ini. Ia ingin Reagan kembali pulih seperti sedia kala.

Saat Alvarez, Momo dan juga Arion menghubunginya, Ameera tak mengatakan Reagan sedang sakit. Ameera tidak ingin mereka khawatir.

Ameera tak menyangka bahwa ternyata robot penggila kerja serta pria bermulut tajam seperti Reagan itu bisa sakit juga.

***

Malam pun menjelang.

Reagan mengerjap-ngerjapkan matanya, mengumpulkan kesadarannya. Reagan memicingkan matanya mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Reagan terkesiap kala menyadari dirinya berada di dalam kamar. Seingatnya ia tidur di sofa di ruang tengah tapi kenapa bisa ia berada di kamar ini?

100 DAYS MY HUSBAND [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang