Tidak ada yang berjalan indah dalam hidup AMEERA AYUNDA, gadis manis berparas cantik berusia 20 tahun. Baik itu keluarganya, kisah cintanya dan juga masa depannya. Hidupnya rumit dan berliku, memiliki Ibu yang tak pernah menginginkannya dan pernikah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
>> Happy Reading <<
Ameera terlihat fokus pada apa yang ia kerjakan. Beberapa tangkai bunga mawar merah, pita, kertas-kertas dan masih banyak alat lainnya masih memenuhi meja.
"Ayo semangat Mbak." Vita memberikan semangatnya pada Ameera dengan gesture tangannya. "Sebelum jam makan siang tiba, ini pasti udah kelar."
Ameera tersenyum menanggapinya. "Anak-anak pada mau makan siang dimana?"
"Hm, paling deket-deket sini."
"Gimana kalau kita makan di ... " Ameera menyebutkan nama restoran favoritnya yang terletak di dekat salah satu pusat perbelanjaan terdekat. Restoran Chinese dengan menu utama bebek Peking.
"Boleh tuh mbak. Udah lama juga nggak makan di sana. Rame terus."
"Kalau rame itu artinya enak."
Vita nyengir kemudian kembali pada aktivitasnya membantu Ameera berhubung ia sudah menyelesaikan pekerjaannya dan tinggal menunggu jam makan siang tiba. Saat jam makan siang, toko bunga ini tutup untuk sementara waktu.
"Emang Pak Abi sama Acha nggak ke sini, Mbak? Biasanya sebelum jam makan siang mereka udah di sini jemput Mbak?" tanya Vita seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling yang masih terdapat para pelanggan toko yang sedang bertanya-tanya dan memilih bunga-bunga segar yang tersedia.
"Nggak," jawab Ameera singkat. "Abi sibuk." Bukan Abimana yang sibuk melainkan ia yang mengatakan pada Abimana bahwa ia sedang sibuk.
"Ooh. Terus gimana masalah perceraian Mbak sama si mas bule? Udah kelar?"
Ameera mengendikkan bahunya.
Vita tahu itu artinya belum ada kejelasan tentang ini. Vita dan karyawan lainnya sudah tahu bahwa Ameera dan suaminya yang berasal dari Inggris itu sudah akan bercerai namun hingga saat ini belum ada kejelasan.
"Gigitan binatangnya belum ilang juga, Mbak?" tanya Vita seraya memberikan satu persatu bunga yang tangkai bagian bawahnya sudah ia potong pada Ameera.
Ameera menggelengkan kepalanya seraya membenarkan posisi scarf yang menutupi lehernya. "Udah dua hari nggak ilang, sekarang malah menghitam."
"Terus kata orang klinik apa, Mbak?"
"Nggak bilang apa-apa sih. Dia bilang 2-3 hari lagi bekasnya bakalan ilang."
"Ooohh. Mungkin baru besok bekasnya ilang kali ya."
Ameera tersenyum menanggapinya. Vita, salah satu karyawan yang cukup dekat dengannya itu terkenal banyak bicara dan banyak bertanya. Kedekatan Ameera dan Vita tak berjarak meski Vita merupakan karyawannya. Jika tidak ada Vita sehari saja, toko ini terasa sepi dan sunyi. Bukan hanya Ameera yang merasakannya, tapi karyawan lainnya juga demikian.