Tidak ada yang berjalan indah dalam hidup AMEERA AYUNDA, gadis manis berparas cantik berusia 20 tahun. Baik itu keluarganya, kisah cintanya dan juga masa depannya. Hidupnya rumit dan berliku, memiliki Ibu yang tak pernah menginginkannya dan pernikah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
>> Happy Reading <<
Ameera mengedarkan pandangannya ke sekeliling restoran rooftop yang tengah ia pijak saat ini. Restoran ini merupakan salah satu restoran terkenal di bilangan Jakarta pusat. Meski sedari lahir Ameera sudah tinggal di Jakarta tapi ia baru tahu bahwa ternyata ada restoran se-cozy ini yang terletak di lantai 56 dengan city view yang sangat indah dan sedap di pandang mata, terlebih di malam hari seperti ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Panorama megah dan atmosfer yang berbeda yang disajikan membuat Ameera terkagum-kagum berada di restoran rooftop ini. Tapi ada yang aneh di sini. Restoran ini terlihat sepi dan hanya ada ia dan Reagan saja. Soft drink, segala jenis minuman serta kudapan ringan lainnya sudah tersedia di masing-masing meja yang ada.
Pandangan mata Ameera beralih pada Reagan. Reagan mengajaknya makan malam di luar karena Reagan mengatakan akan memberikan kejutan padanya. Apa ini kejutannya atau masih ada yang lain?
Ameera mengikuti arah pandang Reagan yang tertuju ke arah pintu masuk.
"Apa ada seseorang yang kamu tunggu?"
"Hmm."
"Apa dia ada hubungannya dengan kejutan ini?" tebak Ameera sembari memicingkan matanya.
"Hmm." Lagi, Reagan berdehem sebagai jawaban. Dan hal itu membuat Ameera penasaran. Ameera berpikir keras. Siapa orang yang Reagan ...
"Devano Samudera Baskara, mantan calon suami kamu," jelas Reagan seolah bisa membaca isi pikiran Ameera.
DEG!!
Ameera melebarkan matanya terkejut bukan kepalang kala mendengar nama Devano di sebut. Tunggu! Bagaimana Reagan bisa tahu siapa itu Devano?
"Aku mengundangnya makan malam."
Ameera melebarkan matanya lagi. "Bagaimana kamu bisa mengenal dia, Reagan Foster? Apa tujuan kamu mengundangnya makan malam? Apa kamu sengaja ingin membuka luka lama yang berusaha aku lupakan? Apa kamu sengaja ingin—" protesan Ameera hanya menggantung di udara kala tiba-tiba saja Reagan membungkam bibirnya dengan ciuman ganas. Ameera berusaha memberontak dan berusaha lepas dari jeratan Reagan namun ditengah-tengah ciuman ganas itu Reagan mengatakan ...