02 - Third candidate

15.4K 639 8
                                        

>> Happy Reading <<

>> Happy Reading <<

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

London, Inggris

2 minggu kemudian

Ameera merasa tidak nyaman karena sedari tadi, TIDAK! RALAT! Bukan sedari tadi melainkan sejak dirinya diterima bekerja di restoran ini dua minggu yang lalu, sosok pria tampan berpenampilan necis ala eksekutif muda pada umumnya yang duduk di kursi di dekat pintu masuk itu terus-menerus memperhatikannya dalam diam.

Ameera pun menghampiri Momo yang tengah memajang berbagai macam dessert di etalase di mini bar.

"Lo kenal sama cowok itu, Mo?"

Momo mengikuti arah tatapan mata Ameera

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Momo mengikuti arah tatapan mata Ameera. "Ooo ... itu Mr. Marx. Arion Marx. Ganteng ya?"

Ameera tak merespon. Setelah bekerja di restoran ini ada banyak sekali sosok pria-pria tampan yang ditemuinya. Jadi ia seolah sudah terbiasa dengan ketampanan mereka-mereka.

"Bukannya gue kepedean apa gimana ya, tapi gue ngerasa dia sering banget merhatiin gue. Tatapannya itu nggak biasa. Kayak ada sesuatu gitu."

"Dia mah emang gitu, apalagi sama cewek cakep. Mungkin dia penasaran sama lo dan pengen kenalan kali."

"Mau gue kenalin nggak?"

Ameera tak merespon kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Di sana ada banyak sekali gadis-gadis cantik tapi ia heran kenapa tatapan pria itu seolah hanya tertuju padanya. Memang hanya ia dan Momo lah yang terlihat berbeda karena memiliki bola mata hitam dan rambut panjang hitam pekat, khas wanita Asia. Kebanyakan dari pengunjung restoran itu adalah gadis-gadis keturunan Eropa yang memiliki warna bola mata beragam dengan rambut pirangnya. Hei! Jelas saja faktanya demikian karena ini bukan di Jakarta melainkan di LONDON.

"Dia menyukai gadis Asia," jelas Momo sembari menata dessert. "Katanya sih dia bosen lihat cewek-cewek bule."

"Jangan takut, dia orang baik kok. Tiap jam istirahat atau saat ada waktu luang dia emang makan di sini. Kadang-kadang sama temennya yang super duper ganteng maksimal. Tapi udah lama banget doi nggak nongol lagi. Padahal gue ngarepin banget dia datang."

100 DAYS MY HUSBAND [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang