"Gimana, kalian setuju kan?" tanya wanita parubaya yang masih terlihat sangat cantik untuk usianya saat ini, bunda Jordan.
"Enggak." jawab keduanya bersamaan.
"Maa, gak ada yang lain apa? Masa dia sih, dia gak kayak kak Songkang yang tampan paripurna, lucu dan menggemaskan, gak ah Senan gak setuju kalo gitu." tolak Senan mentah-mentah sembari mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Kak Songkang mu itu gak seagama, udah lupain aja mending sama yang seagama." ucap sang mama meremukkan jantung Senan, mamanya kalo ngomong suka bener bikin pengen nangis kalo bayangin dia gak jodoh sama Songkang.
"Ma, Senan sakit hati loh mama ngomongin kenyataan gitu, huaaa.. kak Songkang, maafin adek gak ikut ke agama kakak." ucap Senan membuat mama dan papanya menggeleng, buat malu aja. Senan selalu saja memuja Songkang dan bilang ingin pindah ke agama yang sama dengan orang itu, agar lebih mudah untuk di gapai oleh Senan.
"Udah gak usah berlebihan gitu, malu."
"Tapi ma Senan gak mau kalo sama dia. Sama anak pertama om sama tante ini juga gak apa-apa deh ma, jangan dia. Senan gak mau, takut liat aja tampangnya kayak mau makan orang gitu. Gak kayak kak Songkang yang selalu tersenyum, membuat gila semua orang termasuk Senan." cerca Senan tanpa malu membandingkan orang di hadapannya dengan Songkang, sang aktor yang berasal dari Korea Selatan itu sembari memanyunkan bibirnya.
"Pantes, gila." sahut Jordan pelan.
"Dia anak pertama mereka." bisik mama Senan membuat Senan membelalakkan mata bulatnya.
"Yaudah kalo gitu sama anak kedua, ketiga, atau sama anak bungsu om sama tante ini juga gak papa deh ma." ucap Senan masih mencoba untuk bernegosiasi dengan nada merengek.
"Tapi dia cuma anak satu-satunya di keluarga mereka sayang." ucapan itu membuat Senan tak bisa apa-apa lagi selain menjatuhkan rahangnya.
"Maa Senan gak mau, Senan masih sekolah, masih bocil, beda sama dia yang bentar lagi lulus. Kalo sama kak Songkang sih gak papa, Senan dengan senang hati menyerahkan diri dengan segenap jiwa dan raga."
Ucapan Senan membuat orang tua dari Jordan tertawa karena mereka menganggap bahwa Senan itu lucu dan menggemaskan, masih sama seperti dulu.
"Mama gak nerima bantahan ya, berhenti ngehaluin Songkangmu itu, kata kamu mau-mau aja asal ganteng. Kamu lupa?" tanya mama Senan membuat Senan menghela nafas pasrah.
"Tapi mama waktu itu bilangnya ganteng kayak kak Songkang, ini kan gak kayak kak Songkang ma.." rengeknya bergelayut dan menggoyang-goyangkan lengan sang mama.
"Kan sama aja, sama-sama ganteng ini." ucap sang mama tak mau kalah.
"Aaaa.. yaudah iya Senan mau, tapi gak sekarang kan nikahnya?" tanya Senan memastikan, karena jika sekarang, maka saat ini juga ia pastikan akan berlari keluar rumah untuk melarikan diri. Lihat saja.
"Om maunya sih sekarang, biar bisa cepet gendong cucu. Tapi karena kamu masih kelas sepuluh kita tunda dulu sampai kamu naik kelas sebelas, sekarang kalian tunangan aja dulu." jelas ayah Jordan panjang.
"Haha.. om bercanda kan?" gurau Senan, tunangan? Cincin aja gak ada, mau tunangan. Dan cucu? Senan ini laki-laki loh, lucu banget sih dunia ini.
Bunda Jordan mengeluarkan kotak kecil beludru berwarna biru dan memberikannya kepada Jordan, Jordan membuka kotak itu dan tampaklah dua cincin cantik berwarna silver dan sedikit di beri warna kuning emas. Jantung Jordan berdebar melihat cincin itu, haruskah ia memasangkan cincin itu ke jari Senan? Haruskah ia mengikat Senan sebagai tunangannya? Jordan kembali menatap sang bunda dengan tatapan bertanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)