Bab 36- Gila Lo Semua

362 23 6
                                        

KOMEN-KOMEN DONG, JANGAN DI BACA DOANG👎🏻😣
***

Pagi ini Senan dan ketiga temannya bolos sekolah hanya untuk menemui the Devils di kampus mengingat Dewa, Kevin dan Ozan sudah masuk ke kampus yang sama dengan Jordan dan kawan-kawan beberapa bulan yang lalu, sebenarnya hanya tiga dari keempat orang itu saja yang ingin menemui the Devils, karena Nanda tidak mempunyai siapapun di the Devils untuk ditemui.

Tetapi karena semua demi solidaritas dalam pertemanan mereka yang mengatakan, "kalo satu bolos, semuanya juga harus bolos biar solid." Itu kata si bocil Senan. Ya tidak apa juga bolos sesekali, Nanda juga perlu cuci mata "siapa tahu ia dapat spek abang-abang kampus yang ganteng." Itu kata si Tama.

"Dulu aku pernah kesini juga sama Senan, waktu kita libur karna rapat guru tahun lalu. Ada yang nyantol sama Senan, orangnya ganteng juga." kata Garra bersemangat saat mereka sampai di depan pagar kampus setelah turun dari taksi yang mereka pesan tadi.

Keempatnya kesini tanpa memberitahu the devils, jadi mereka di larang untuk kaget saat geng itu punya gebrakan nantinya.

"Ih.. siapa tuh Sen? Bisa kali kenalin ke Nanda yang masih jomblo.." ucap Tama membuat Nanda terbelalak, dirinya diam saja dari tadi kenapa kena juga sih? Heran.

"Eum.. aku juga gak tau namanya sih, lupa nanya karna kak Jordan udah emosi duluan liat aku di godain cowok itu, ya dari pada kak Jordan marah, mending aku misahin doi dari dia." jelas Senan yang di angguki oleh mereka.

Ya mereka sudah tahu, jika Jordan sudah marah akan seseram dan se menakutkan apa, apalagi jika ia sedang cemburu ketika miliknya di usik.

Kini mereka berada di area parkiran, siapa tahu ketemu sama salah satu dari the Devils jadinya mereka tidak akan terlihat bodoh dengan celingukan kesana kemari. Berharap bertemu dengan geng sang suami, mereka malah bertemu dengan orang yang waktu itu mengganggu dan sempat menggoda Senan di depan Jordan. Ia tersenyum melihat keempatnya membuat Senan mengernyit dengan menelan liurnya yang entah kenapa menjadi susah untuk di telan.

"Sena itu cowok yang waktu itu kan ya?" tanya Garra memastikan, ia melirik Senan yang juga sempat meliriknya tadi.

"Gak tau, aku lupa.."

"Hai pretty boy," sapa orang itu tersenyum melambaikan tangannya pada Senan. Senan yang di panggil begitu tentu mengernyitkan keningnya bingung.
Ia berbalik ingin keluar dari parkiran, tetapi ucapan orang itu membuat Senan berbalik lagi.

"Pretty boy sombong banget sama calon pacar sendiri." ucapnya.

"Sorry, gue gak tertarik sama lo jadi kalo lo gak mau nyesel, mending berenti gangguin gue. Cabut guys." kata Senan membuat Garra, Tama dan Nanda mengikuti Senan dengan Tama yang melambai genit ke arah orang itu.

Brukk.

Saat sedang berjalan, Nanda yang berjalan paling belakang tak sengaja menabrak orang yang sedang melambai pada temannya setelah selesai bertemu, membuat Nanda terjatuh dengan orang itu yang berbalik karena terkejut di tabrak dari belakang punggungnya, dan reflek menangkap Nanda yang akan terjatuh.

Keduanya berpandangan sejenak menyelami wajah masing-masing, dan dengan reflek juga Nanda menyudahi aksinya yang kurang ajar itu.

"S-sorry gue gak liatin jalan tadi." ucap Nanda menunduk malu, dan hal itu tak luput dari penglihatan orang di depannya yang masih menatapnya.

"Iya gak apa-apa, lo maba?" tanya orang itu mengernyit meneliti penampilan Nanda.

"E-enggak bang, g-gue cuma main disini sekalian ketemu sama mahasiswa yang ada di sini." jawab Nanda gugup, membuatnya merutuki kebodohannya sendiri saat menjawab dengan tidak jelas, pasti orang di depannya ini akan memandang aneh dirinya. Teman-temannya pun entah kemana, ia di tinggal sendiri disini. Pasti mereka tidak melihat kebelakang.

Suddenly; Bl [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang