Tinggalkan vote dan komentar
•••
"Ahhh ngghh arghh yes fuck nggghhh.."
"Sialan, yang bener aja Tama, masa Senan yang masih kecil dan unyu itu kamu ajarin nonton bokep sih.." umpat Nanda saat ia datang ke meja mereka di kelas, saat ini kelas sedang kosong karena guru yang mengajar tidak hadir dan menghasilkan hampir seluruh murid yang ada di ruangan kelasnya berhamburan keluar kelas.
"Ihh.. bukan aku Nanda, tapi Senan nih katanya minta di ajarin caranya ngewe." kata Tama yang tak terima di tuduh mengajari istri orang yang tidak-tidak.
"Hah? Kamu sampe sekarang belum juga sama bang Jordan?" tanya Nanda yang terlihat syok pasalnya pernikahan keduanya sudah jalan hampir delapan bulan lamanya.
"Belum, katanya aku masih bocil, masih sekolah jadi gak boleh kayak gituan dulu." ucap Senan membuat Nanda mengangguk saja menanggapinya.
"Wajar sih bang Jordan bilang gitu, di antara kita berempat aja kamu yang badannya paling kecil paling muda juga, apa lagi kalo jalan disamping bang Jordan yang kayak gapura udah kayak bocil ilang kamu." ucap Tama membenarkan kata-kata Jordan.
"Kok jadi body shaming?" kata Senan tak terima.
"Kenyataan sih Sen, bukan body shaming." sahut Nanda membenarkan.
"Halo guys, lagi ngapain kalian?" tanya Garra yang kembali dari kantin.
"Ih.. Senan kamu kok nontonin orang telanjang-telanjang gitu? Bang Jordan liat nih bocil mu, dia nontonin orang telanjang bang." adu Garra menunjukkan kameranya kearah Senan yang belum sadar dan masih menonton bokep, yang memang sedari tadi Garra sedang vc an bersama Mada dan otomatis di situ juga ada Jordan.
"Heh bocil! Matiin gak? Siapa yang ngajarin kamu nonton begituan?" suara Jordan dari seberang sana terdengar membuat Senan segera mematikan ponsel dan menyerahkannya ke Tama. Karena memang ponsel itu milik Tama.
"Bukan aku, Tama yang ngajarin kok bener deh." kata Senan takut, ia membela dirinya sendiri dan malah menyalakan orang lain.
"Wah bener-bener kamu Sen, kamu yang minta sekarang jadi nyalahin aku." gerutu Tama.
" Jam terakhir kan ini? Aku jemput ya?" tawar Jordan membuat Senan mengernyit dulu mendengar tawaran itu.
"Kenapa di jemput? Biasanya juga aku pulang sendiri, kamu pulang malem terus, ninggalin aku sendiri terus di penthouse sama Zhelly, kenapa sekarang mau jemput? Udah gak sok sibuk lagi?"
"Udah gak, Jordan nya kangen sama Senan katanya. Pengen minta peluk."
"Eum.. kalo aku gak mau ngasih, gak papa?"
"Gak papa, yang penting kita pulang ya?"
"Oke."
🍂
Jordan dan Senan sedang dalam perjalanan pulang menuju penthouse, Senan sedari terdiam membuat Jordan curiga apa yang sebenarnya sedang di pikirkan oleh otaknya jika bukan kelakuan aneh.
"Kakak?" tanpa Jordan duga Senan memanggilnya terlebih dahulu sebelum ia menghentikan pikiran aneh Senan.
"Kenapa?" tanya Jordan membuat Senan mengeratkan pelukannya di pinggang Jordan dan menyamankan posisi kepalanya di punggung Jordan.
"Kayaknya aku gak jadi minta kado ultah deh sama kakak."
"Kado ultah yang mana nih?" bingung Jordan, pasalnya setiap hari Senan selalu minta kado yang berbeda-beda isinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)