Bab 32- Ruangan Gymnasium

354 28 1
                                        

Jangan lupa tinggalkan vote dan komentar.

🍂

Melakukan aktivitas seperti membersihkan rumah dan memasak sudah menjadi rutinitas setiap hari bagi orang yang sudah menikah, hal itu pun juga berlaku bagi Senan yang statusnya sudah berubah menjadi seorang istri dari orang yang masih tertidur lelap di kamar mereka.

Sejak saat Jordan sakit waktu itu, semua kegiatan diambil alih lagi oleh Senan. Membuat Jordan memiliki waktu untuk tertidur lebih lama, Senan sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Jordan sebelum ia berangkat ke sekolah.

Setelahnya ia akan membangunkan Jordan dari tidurnya seperti kebanyakan seorang istri yang baru saja menikah dengan pasangannya, memberi makan Zhelly kesayangannya, lalu berangkat sekolah dengan diantar oleh Jordan.

Ngomongin menikah, Senan baru ingat, kalau sekitar semingguan lagi adalah hari ulang tahun pernikahan mereka yang pertama. Sebelumnya Senan tidak pernah membayangkan jika pernikahan keduanya akan berjalan selama ini, mengingat dulunya mereka seperti Tom and Jerry yang tidak pernah akur.

"Kak, bangun udah siang ini jadi nganter aku ke sekolah gak?" tanya Senan menatap Jordan yang terduduk dan mengucek matanya.

"Hm.. jadi, bentar ya kakak cuci muka dulu." katanya bangkit menuju kamar mandi.

"Nanti kita sarapan dulu ya kak, udah aku siapin di meja makan." ucap Senan mengintip di depan pintu kamar mandi yang memang tidak di tutup membuat Jordan yang sedang menyikat giginya mengangguk.

Melihat Senan yang menjauh keluar dari kamar menuju ruang makan, membuat Jordan tersenyum kecil. Ia tidak menyangka pernikahan nya akan sampai pada tahap anniversary, ia harus membuat kejutan untuk Senan mengingat ini pertama kali bagi keduanya.

Setelah mengantar Senan ke sekolah, Jordan pun pergi menuju markas untuk meminta bantuan atau sekedar ide untuknya merayakan ulang tahun pernikahan pertama mereka.

"Kasih bunga aja bang Dan, habis itu ciuman brutal mana tau bisa sampe ke tahap selanjutnya." usul Kevin yang mendapat pukulan di kepala dari berbagai arah.

"Otak lo kalo sehari aja gak mikirin itu, bisa gak?" kata Ozan salah satu pelaku pukulan itu.

"Ya kan cuma ngasih ide, gue selalu gitu soalnya kalo sama Tama."

"Skip dulu. Yang lain?" ucap Jordan memijit kepalanya sendiri yang terasa pening saat mendengar usulan Kevin.

"Sebelum ada yang ngasih ide yang enggak-enggak lagi, coba jawab ini dulu Dan, Senan tuh suka sama lo yang kayak gimana?" tanya Mada membuat Jordan terlihat berpikir sebelum menjawab.

"Dia tuh suka pas gue olahraga, pas gue romantis sama dia, trus pas gue bertindak mesum ke dia sih." jawabnya enteng membuat semua mata yang ada di sana terbelalak.

"Emang pasangan gila." kata Mada menggerling malas.

"Pas olahraga tuh maksudnya gimana?" tanya Nando yang memang penasaran dengan apa yang dimaksud dengan olahraga dimata Jordan.

"Yaa.. olahraga, olahraga biasa angkat beban, push up, yang kayak gitu lah."

"Aneh,"

"Intinya tuh Senan suka ngeliat otot gue, apalagi pas masih keringetan gitu."

"Udah fiks, bini lo beneran aneh Dan." kata Mada menyela pembicaraan antara Jordan dan Nando.

"Bikin surprise candlelight dinner aja coba bang, tapi lo nya telanjang pas candlelight dinner." saran Dewa yang tertawa setelah mengatakan itu dan mendapat tatapan tajam dari Jordan.

Suddenly; Bl [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang