Tinggalkan vote dan komentar untuk menghargai author.
•••
Tw// suicide attempt, blood.
Pada malam hari Senan sedang membereskan kamarnya yang berantakan, lebih tepatnya meja tempat biasa ia belajar juga meja rias yang ada di kamarnya yang berantakan. Orang tuanya sedang pergi keluar kota untuk beberapa hari, jadi untuk saat ini dan beberapa hari kedepan ia akan sendirian dirumah.
Saat sedang membereskan, Senan iseng mengambil ponselnya dan ber-selfie mirror. Lalu ia mempostingnya di status wa dengan caption, huft.. berantakan banget. Lalu meletakkan kembali ponselnya di kasur dan kembali membereskan meja, tak berselang lama notifikasi dari ponselnya berbunyi Senan membiarkannya, notifikasi ponselnya berbunyi lagi kali ini beruntun seperti spam.
Senan menghela nafas sebelum menghampiri ponselnya yang tergelatak mengenaskan di atas kasur melihat siapa yang mengiriminya pesan sampai seperti itu, saat mengetahuinya ia menghela nafas lagi dan menjawab pesan tersebut.
Tak lama setelah saling membalas pesan, ponselnya berbunyi lagi kali ini menelepon, Senan pun mengangkatnya dengan tak minat.
"Hmm.." sapanya enggan.
"Kenapa lo post foto itu? Hapus gak?"
"Apa sih lo, kok ngatur-ngatur?" balasnya lagi, emosi saat di seberang sana, Jordan, menyuruhnya menghapus story yang ia buat tadi.
"Jelas gue ngatur, itu aset gue nanti ya gak ada yang boleh.."
"Aset lo? Enak aja, ini aset gue ya terserah gue lah, kayak kita beneran nikah aja." potongnya tersenyum getir tanpa disadari air matanya menggenang di pelupuk mata siap tumpah kapanpun.
"Lo gak papa kan?"
"Enggak,"
"Gue otw kerumah lo ya?"
"Gue gak terima tamu malem-malem," sela Senan saat Jordan belum menyelesaikan perkataannya.
"Bentar lagi bakal turun ujan Nan, gue khawatir sama lo." entah kenapa, perkataan Jordan kali ini membuat hatinya menghangat.
"Gak usah sok peduliin gue, gue bisa jaga diri gue sendiri. Lo gak usah kesini, gue gak.."
"Gue tetep kesana. Lo jangan larang.."
Setelah kata terakhir Jordan yang tidak di dengarkan oleh Senan, dan di tutup sepihak oleh Senan saat Jordan belum menyelesaikan ucapannya, ia kembali melempar ponselnya entah kemana, kali ini ponselnya benar-benar hancur mengenaskan.
Senan kembali menghempaskan barang-barang yang tadinya sudah ia bereskan kemudian meringkuk di sudut dinding dekat dengan meja yang tadi ia bereskan, Senan menangis.
Di rabanya laci meja yang sempat ia buka, ia mengambil cutter kecil yang biasa di pakai oleh Senan untuk membuat noda baru di paha bagian dalam miliknya. Senan menyayat kembali paha bagian dalam miliknya yang sebelum ini pun pernah ia sayat, beberapa kali hingga darah segar pun keluar dengan deras dari sana, bahkan senan menekan sayatan itu membuat cutter kecil itu tertancap dan tenggelam oleh darahnya. Senan tak merasakan sakit sama sekali, ia malah tersenyum melihat darah yang terus keluar dari sana seolah bangga melihat karyanya itu.
Wajahnya pucat, celana pendek putih yang ia kenakan pun sudah di nodai oleh darah yang terus keluar dari pahanya, kesadarannya pun menurun seiring dengan banyaknya darah yang terus keluar.
Brak.
"Senan?" panggil Jordan yang tiba-tiba masuk ke kamarnya membuka pintu itu dengan kasar, Jordan pun panik saat melihat kamar yang berantakan dan dari sudut dinding dekat meja belajar Senan mengalir banyak darah segar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)