Jangan lupa tinggalkan vote dan komentar.
•••
Setelah mendengar bisikan itu, Senan melotot kaget, ini terlalu cepat bukan? Emangnya ia menikah sudah berapa lama sih? Kalau tidak salah, Senan menghitung sudah jalan delapan bulan, apakah pernyataan cinta sudah tepat?
"K-kakak, bukannya ini terlalu cepet ya?" tanya Senan menatap Jordan yang sudah tersenyum menatapnya, Jordan pun mengecup bibir Senan dengan cepat lalu menggedikkan bahunya.
"Gak tau, kakak cuma pengen ngungkapin apa yang kakak rasain aja, entah itu kecepetan atau gak yang penting kamu udah tau kalo kakak sesuka itu sama kamu."
"Oke, ungkapan di terima.. bisa ciuman brutal lagi gak kita?" tanya Senan tak tahu malu, ia malah menampilkan deretan gigi rapinya yang membuat matanya menyipit.
Mendengar itu Jordan langsung mencium lagi bibir Senan, melumat dan menyesapnya atas dan bawah secara bergantian, tanpa memperhatikan sekitarnya.
"Ekhem.." deheman itu membuat keduanya dengan terpaksa menghentikan kegiatan mereka yang baru saja di mulai dan mulai memanas itu kemudian menoleh secara bersamaan kearah sumber suara, keduanya terkejut bukan main melihat kedatangan bunda dari Jordan yang membawa paper bag makanan terkenal di tangan kanannya dan membuat Senan yang masih berada di gendongan Jordan pun dengan cepat melompat turun lalu menurunkan kaosnya yang masih tersingkap kemudian ia menundukkan kepalanya dalam-dalam.
"Bunda kok gak bilang dulu kalo mau kesini? Ganggu aja." tanya Jordan yang selesai dari acara terkejutnya, ia menghampiri sang bunda yang masih berdiri di depan pintu apartment nya.
"Anak kurang ajar ya kamu, bunda udah bilang tapi kamu abaikan chat bunda. Sampe sini juga di suguhi adegan delapan belas ples." sewot bunda menatap Jordan yang nyengir sambil garuk-garuk kepala.
"Katanya mau nunda punya anak, kok tadi.."
"Emangnya gak boleh? Jordan kan juga perlu jatah tiap hari bun, bunda gak usah kepo urusan anak muda, nanti mantu bunda malu-malu meong. Mending bunda pulang aja deh, Jordan sama Senan mau lanjutin lagi."
"Dasar anak mesum, udah gak tau tempat, sekarang malah kurang ajar bundanya disuruh pergi, bunda baru aja nyampe loh." ucap bunda emosi.
"Aduh bunda ampun, sakit bunda iya gak lagi lepasin copot kuping Jordan bunda." Jordan berteriak saat telinganya di tarik dan di jewer oleh sang bunda.
"Eum.. b-bunda.. maaf untuk kejadian tadi, Senan buatin minum dulu ya bun?" ucap Senan yang menghentikan pertengkaran kecil kedua orang ibu dan anak itu, Senan pun langsung ngacir ke dapur tanpa menunggu balasan dari bunda Jordan.
"Itu resleting celana kamu kenapa turun? Rusak?" tanya bunda saat matanya menangkap hal yang mengganjal dari anak semata wayangnya.
"Apa sih bunda? Matanya jelalatan banget, ini gak rusak, cuma tadi abis di blowjob sama Senan." kata Jordan memelankan kalimat terakhir yang seperti bergumam membuat bundanya menoleh kearahnya.
"Bunda denger ya Jordan, kamu itu jangan begitu terus, dulu juga kamu hampir gitu sama pacar perempuan mu itu. Kasian mantu bunda, kamu udah cerita tentang mantanmu itu?" tanya bunda membuat Jordan menggeleng pelan.
"Belum, tapi dia udah tau orangnya yang mana."
"Cerita. Jangan sampe enggak, bunda gak mau denger nanti kalo mantu bunda minta pisah sama kamu karna masalah yang kamu belum ceritain ini ya.."
"Bunda kok ngomong nya gitu? Jangan kayak gitu lah amit-amit, Jordan udah beneran sayang sama Senan bun."
"Yaudah, kalo udah sayang ceritain, jangan sampe dia denger dari orang lain."
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)