Tinggalkan vote dan komentar.
•••
Senan sudah nangkring di motor Jordan yang terparkir di parkiran kampus sembari menunggu dengan bosan Jordan yang belum juga pulang, kampus sudah sepi karena sebagian besar mahasiswa dan mahasiswi sudah pulang, parkiran pun hanya ada beberapa motor dan juga satu mobil. Ia pun berlagak seperti mengendarai motor besar Jordan.
"Kayaknya kalo gue bisa ngendarai motor ini sendiri keren nih." gumam Senan berangan sembari tersenyum kecil dan menepuk-nepuk tangki motor yang ada di bagian depan motor Jordan.
"Jordan aku nebeng sama kamu dong."
Samar-samar Senan mendengar suara gadis menyebut nama Jordan membuatnya refleks menoleh dan mencari sumber suara, entah lah Senan merasa dirinya sudah terprogram khusus saat mendengar nama Jordan.
"Gak bisa, gue gak naik mobil." ucap Jordan menanggapi gadis itu.
"Aku gak papa kok kalo kita naik motor," dih kok kesannya maksa gitu biar di bonceng ya? Entahlah tapi Senan merasa seperti itu, ia pun mendatangi Jordan dan gadis itu.
"Ekhem.." Senan berlagak seperti terbatuk, mengalihkan perhatian kedua orang itu. Senan pun mengangkat sebelah alisnya pada Jordan, dengan Jordan yang menatapnya memelas seolah meminta pertolongan padanya.
"Maaf, tapi kak Jordan nya mau pulang sama gue boncengan naik motor." ucap Senan tersenyum manis membuat matanya ikut menyipit membuat Jordan sedikit bernafas lega.
"Lo adeknya Jordan ya?" tanya gadis itu mengubah kata aku-kamu yang ia pakai ketika berbicara dengan Jordan menjadi lo-gue ketika bertanya pada Senan, membuat Senan mengernyit ia pun menatap Jordan seperti bertanya ingin menjawab apa? Jordan pun mengangguk pada Senan membuat anak itu tersenyum nakal.
"Bukan adiknya sih, cuma emang lebih tua kak Jordan aja dari gue. Dan kalo lo nanya gue siapanya kak Jordan, mending lo tanyain sendiri deh ke orangnya entar kalo gue yang jawab lo gak percaya lagi." ucap Senan membuat gadis itu menoleh ke Jordan meminta penjelasan. Senan pun hanya bisa bersedekap dada memperhatikan gadis itu dan suaminya.
"Dia istri gue, jadi jangan ganggu gue lagi." ucap Jordan pergi meninggalkan gadis itu dan menarik Senan untuk ikut dengannya.
Saat Jordan dan Senan ingin menuju ke arah motor Jordan yang masih terparkir rapi di parkiran motor, langkah Senan yang masih di tarik oleh Jordan pun terhenti membuat Jordan ikut terhenti saat merasakan bocil di belakangnya berhenti, Senan berhenti saat melihat laki-laki yang tadi pagi mengganggunya di perpustakaan ingin mengeluarkan motornya yang terletak persis di samping motor milik Jordan.
Merasa ada orang di dekatnya, membuat laki-laki itu menoleh dan melihat ada dua laki-laki yang satu kecil dan satu lagi kekar. Ia merasa familiar dengan laki-laki kecil itu membuatnya tersenyum.
"Hei cantik, belum pulang?" tanyanya membuat Senan terbelalak saat mendengar kata cantik keluar dari mulutnya di depan Jordan, Senan lebih terkejut lagi saat merasakan otot Jordan menegang di genggamannya.
"Gak usah sokap sama bini orang." ucap Jordan menatap laki-laki itu dengan tajam dan penuh akan ancaman membuat Senan mengerjap menatapnya, ia menatap Jordan dan juga laki-laki itu bergantian.
"Mas udah ayo, gak usah di tanggepi orang gila mending kita pulang." ucap Senan lembut mengubah panggilan Jordan menjadi mas.
Jordan pun berjalan menuju motornya di samping motor yang akan di keluarkan oleh laki-laki itu dengan ia yang merengkuh pinggang Senan dengan posesif, Senan yang di perlakukan seperti itu hanya mengerjap menatap wajah Jordan yang mengeraskan rahangnya di sampingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomansBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)