20 komentar Kyo lanjut.
Hening..
Kembali melanda Senan sesaat dia memasuki apartment barunya sesudah ia menutup pintu setelah tadi berbicara dengan Ndaru, Senan menghela napas saat ia tak memikirkan apapun untuk di lakukan setelah ini.
Menarik koper besar dan membawa barang-barang bawaannya menuju kamar adalah hal yang terpikirkan olehnya saat ini, sampai di kamar pun ia tak tahu ingin melakukan apa dulu karena sangking blank nya pikiran Senan saat ini.
Ia pun mengambil paperbag besar berisi makanan ringan yang tadi ia ambil dari kulkas rumahnya dan membawanya ke dapur untuk di tata di dalam kulkas apartment nya, besok ia akan berbelanja kebutuhannya sendiri dan janin yang ada di perutnya bersama teman-temannya.
Senan mengambil biskuit coklat yang tadi baru ia masukkan kedalam kulkas dan memakannya karena ia merasa lapar, sejenak ia memikirkan bagaimana reaksi sang mama jika ia tidak mendapati Senan besok pagi di kamarnya, karena ia tidak meninggalkan jejak apapun di kamarnya.
Pandangan Senan teralihkan karena bunyi notifikasi dari ponselnya yang menampilkan pesan dari seseorang yang tidak ia kenali, beberapa hari belakangan ini Senan selalu mendapat pesan yang isinya foto-foto tidak senonoh seorang laki-laki dan perempuan yang Senan tahu betul keduanya siapa.
Dengan malas Senan pun membuka pesan itu dan membalas pesan itu untuk pertama kalinya, karena selama ini Senan hanya mengabaikan pesan itu. Tetapi malam itu Senan tidak bisa untuk tidak membalas si pengirim pesan itu.
.....
Senan menatap bangunan kampus di hadapannya dengan malas, ini adalah hari pertama ia masuk kampus. Dan teman-temannya entah berada di mana, tadi katanya mereka menunggu Senan di kantin, tak jelas entah kantin bagian mana karena teman-temannya hanya memberitahu begitu.
Senan berjalan kearah kantin fakultas teknik tanpa sadar, membuat orang-orang yang di lewatinya menatapnya sampai memutar. Entah apa maksudnya, tapi Senan tidak peduli.
Saat sampai di kantin itu, Senan melihat rombongan the Devils dan teman-temannya berada di meja yang biasanya mereka tempati saat Senan kesini dulunya dan ia juga melihat Jordan dengan perempuan itu di meja pojok kantin.
Senan menghela napas lalu berjalan kearah meja anggota the Devils, dengan ransel di bahu kanannya.
"Aneh banget, gue lewat orang-orang pada ngeliatin gue tuh kenapa sih? Gue tau gue cantik, tapi emang harus gitu banget natap gue nya?" dumel Senan saat berhasil mendudukkan diri di samping Garra yang menatapnya.
"Bep kamu belum tau?" tanya Garra pelan.
"Apa?"
"Semuanya natap kamu karna kamu viral di mading kampus." bisik Garra pelan membuat Senan mengernyit.
"Karna?"
Nando mengeluarkan ponselnya dan memberikannya ke Senan setelah di buka olehnya dan di ambil Senan dengan cepat, tangan Senan pun mengepal saat melihat isi mading yang sempat di video oleh Nando sebelum mereka merobek dan mengambil semua sampah itu.
Senan melihat bacaan anak koruptor, jalang, beserta foto-fotonya yang seharusnya bersifat privat, fotonya di ponsel Jordan saat mereka masih bersama dulu dan foto yang hanya di posting di medsosnya kini tersebar di mading dan masih banyak lagi yang lainnya. Ia tahu siapa yang berani berbuat seperti ini, oh jadi ini gebrakan yang di maksud?
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)