Epilog

51 6 0
                                        

Jordan dan Senan sedang berada di Maldives seperti yang sudah di rencanakan oleh mereka beberapa bulan yang lalu, berbulan madu berdua tanpa adanya baby Arkan diantara mereka. Baby Arkan mereka titipkan pada Rana dan Galih atau lebih tepatnya mama dan papa Senan.

Senan berbinar melihat pemandangan di depan matanya, pantai dengan pasir putih dan airnya yang biru benar-benar memanjakan mata Senan. Ini sudah seminggu mereka berada di Maldives, dan sekarang Senan meminta ke pantai setelah kemarin mereka mengunjungi museum, kini mereka berada di pulau Vaadhoo. Senan pun mengabadikannya di ponsel, mempostingnya di feed Instagram dan story miliknya untuk kenang-kenangan bahwa ia pernah ada berada disini bersama Jordan.

Kemeja putih tipis yang di kenakan Senan berkibar saat angin pantai bertiup membuat Senan memejamkan mata sebentar, di belakangnya Jordan hanya memperhatikan Senan yang menebarkan lekuk tubuh seharusnya hanya ia yang melihat.

Senan mengenakan kemeja putih tipis dengan celana pendek ketat berwarna senada dengan kemeja yang hanya mampu menutupi selangkangannya saja.

"Suka?" tanya Jordan yang kini sudah berada disampingnya sedang merengkuh pinggangnya.

"Suka banget mas, makasih udah bawa aku kesini, gak bakal aku lupain momen ini, makasih." kata Senan menoleh kearah Jordan yang menatapnya kemudian ia berjinjit dan mencium bibir Jordan membuat Jordan yang di cium pun tersenyum.

"Anything for you." bisiknya pelan.

Senan pun tersenyum mendengar bisikan itu, ia menjauh dari Jordan dan menghampiri pantai lebih dekat, inerchild nya meronta-ronta ingin bermain air yang jernih itu. Jangan lupakan bahwa Senan tumbuh dewasa sebelum waktunya.

Kaki mulusnya menyentuh air dan Senan pun tersenyum, merasakan sesuatu kembali mendekat dan memeluknya dari belakang membuat Senan menoleh dan dengan cepat mencuri ciuman kembali.

"Seharusnya baby Arkan ikut kita, biar bisa liat pemandangan ini juga." kata Senan mendongak menatap Jordan.

"Lain kali kita ajak baby Arkan kesini, tapi untuk kali ini biarin aku nikmatin waktu ini berdua dulu sama kamu. Bisa?"

"Eum," angguk Senan tersenyum. "Mas gak marah aku bahas baby Arkan padahal udah janji kalo udah sampe sini udah berdua sama mas, gak perlu bahas baby Arkan dulu?"

"Aku tau kamu sayang, kamu dan pikiran kamu yang selalu tertuju ke baby Arkan. Kamu mamanya, kamu yang melahirkan dia, jadi wajar kalo jauh dari baby Arkan buat kamu kayak gini. Tapi untuk sebulan kedepan, kita bisa percaya dulu sama mama papa kamu buat urusan baby Arkan."

"Iya,"

"Sekarang kamu fokus dulu ke aku, kita kesini buat bulan madu, bisakan kamu fokus kesini dulu?" tanya Jordan, ia menyandarkan dagunya ke kepala Senan.

"Bisa, sebelum ada baby Arkan juga fokus aku ke kamu terus, kamunya aja yang ganjen, kegatelan." kata Senan terkekeh.

"Sayang jangan di inget lagi, aku malu kalo inget itu, bukannya dapet spek bidadari malah spek ani-ani." kata Jordan membuat Senan tersenyum, ia mengelus lengan kekar yang memeluk pinggangnya.

"Ya soalnya spek bidadari nya ada di aku semua, makanya kamu dapet yang kayak gitu."

"Boleh gak sih aku makan kamu disini? Udah gak tahan." kata Jordan semakin mengeratkan pelukannya dan satu tangannya menggerayangi naik keatas.

"Ck! Mas, ini masih diluar kalo ada orang nanti gimana? Nanti aja ya.. aku masih mau nikmati pemandangan ini mas."

"Yaudah iya, kasian juga kamunya baru seminggu disini udah mau digempur aja." kata Jordan lagi membuat Senan menyikut pelan perutnya dan terkekeh.

"Nanti selesai dari sini mau kemana lagi?" tanya Jordan membuat Senan berpikir sebentar.

"Belanja dong, rugi banget udah sampe sini gak belanja, boleh kan?"

"Boleh, lakukan apapun yang kamu mau, bills on me." kata Jordan membuat Senan diam-diam tersenyum geli.

"Happy valentine day, sayang." bisik Jordan membuat Senan teringat bahwa ini adalah hari kasih sayang, kemudian ia mengangguk, Jordan pun mencium kening Senan cukup lama.

"Happy valentine, ayahnya baby Arkan."

"Mas?"

"Iya?"

"Gak papa, cuma mau manggil aja."

Senan pun berbalik dan mengalungkan kedua tangannya di leher Jordan, ia tersenyum menatap Jordan dari jarak sedekat ini, memang bukan kali pertama keduanya berjarak sedekat ini, tapi entah kenapa hal itu selalu membuat Senan gugup dan malu.

Saat bibir keduanya bertemu dan tangan besar Jordan meremas bongkahan pantatnya, saat itu juga kaki Senan tak sanggup lagi menapaki bumi dan lebih memilih mengalungkan kedua kakinya di pinggang Jordan dan Jordan yang menggendongnya seperti koala, bibir keduanya masih saling melumat dengan lembut dan liar.

"Ke kamar?" bisik Jordan pelan di telinga Senan dengan Senan yang menatap sayu mata Jordan sebelum ia menganggukkan kepalanya pelan. Jordan pun membawa Senan ke resort yang sudah di pesan jauh-jauh hari dan mengunci kamarnya agar tidak ada yang mengganggu kegiatan intim keduanya.

Senan pun telah menyiapkan dirinya sebaik mungkin untuk Jordan malam ini, dan para pekerja yang bekerja di sekitaran resort yang di pakai oleh Jordan dan Senan untuk berlindung di dinginnya malam pun tersenyum dan tertunduk malu saat mendengar suara desahan Senan yang tampak kesakitan sekaligus menikmati itu terdengar samar sampai keluar membuat para pekerja menjauhi kamar mereka.

—Selesai—

—terima kasih untuk kalian yang sudah menemani Kyo menyelesaikan cerita ini—

AGAK ANEH!!👄

Suddenly; Bl [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang