Tinggalin 15 komentar ya, sogokan nya epilog publish hehe..
Happy reading^^
Senan saat ini sedang menenangkan dua bayinya yang sedang menangis, satu yang baru lahir dan satu lagi Jordan yang menangis saat melihat bayi laki-laki mungil di samping Senan yang terlihat seperti Jordan waktu masih bayi.
"Kak ih kenapa nangis terus sih? Malu udah jadi bapak masih nangis cengeng banget." ucap Senan mengolok saat melihat Jordan yang semakin menangis kejer saat melihat bayi yang baru lahir beberapa jam lalu.
Jam setengah dua dini hari tadi Senan masuk keruang operasi untuk menjalani caesar section, dan baru selesai di jam empat subuh karena tadi sempat ada masalah pada kondisi Senan. Hal itu yang membuat Jordan bertambah panik dan sekarang menangis saat melihat Senan tersenyum padanya.
"Maaf," lirihnya sesenggukan.
"Iya.."
"Maafin aku, gara-gara aku kamu jadi harus ngalamin ini."
"Emang.. sekarang kamu tau kan resiko ngewe tanpa pengaman? Kalo ngewe tanpa pengaman udah pasti hamil kan? Udah jangan nyalahin diri kamu, udah ngabarin orang tua kamu sama orang tua aku belum?" kata Senan dengan frontal membuat Jordan menghapus air matanya yang percuma jika di hapus pun akan muncul lagi.
"Belum kan aku panik tadi, gak sempet buat ngabarin siapa-siapa, gak sempet megang ponsel juga, ini aja dompet aku masih ketinggalan di kamar apartment." rengeknya kembali menangis mengingat kondisi Senan yang sempat kritis tadi.
"Yaudah sekarang ayah kabarin dulu ya oma opa nya dede, biar mereka kesini nengokin dede." kata Senan dengan lembut membuat Jordan mengerjap menatap Senan.
"A-aku di panggil ayah?" tanya Jordan.
"Iya, kamu ayah aku mamanya." ucap Senan tersenyum melihat Jordan yang salah tingkah, pria itu kembali menenggelamkan wajahnya di tangan Senan yang menganggur tanpa selang infus.
"Ih.. liat dek, ayah kamu salting nya jelek banget." ledek Senan membuat si bayi pun menangis.
"Eh.. bukan kamu sayang, tapi ayah tuh." kata Senan membuat si bayi bertambah menangis lagi.
"Maaf menyela waktunya, tuan.. ini waktunya bayi di beri asi.."
"Tuan tuan.. panggil aku nyonya, suster." kata Senan membuat si suster yang tadi masuk dan memberikan informasi pun menunduk sebelum keluar dari ruangan Senan.
"Maaf nyonya.. biar saya bantu." kata suster tadi yang kembali masuk dan menghampiri Senan yang mungkin tidak tahu caranya menyusui bayi.
Si suster pun menggendong si bayi dan memberikannya pada Senan yang sudah duduk di bantu Jordan untuk di gendong dan di susui.
"Udah sana keluar, kami mau family time," usir Senan yang masih kesal dengan si suster yang mengganggu waktu mereka.
..🍂..
Senan kini sedang tertidur pulas di brankar rumah sakit, bayi laki-laki yang tadi di lahirkan Senan juga sedang tertidur di dalam kotak box bersekat kaca, yang Jordan tidak tahu apa namanya.
Orang tuanya dan orang tua Senan sudah datang dari satu jam yang lalu dan sekarang mereka sedang berada di kantin rumah sakit karena tidak ingin mengganggu Senan dan si bayi yang sedang beristirahat.
Tadi waktu mereka baru tiba di ruangan Senan, sang bunda marah-marah ke Jordan karena baru mengabarinya. Padahal Jordan juga baru ingat karena Senan yang menanyakan hal itu tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)