Tinggalkan vote dan komentar.
Sejak saat Senan membantu Jordan dengan melakukan seks oral, Senan menjadi semakin berani pada Jordan. Berani dalam arti, Senan terus menggoda Jordan dengan pakaiannya yang memang pendek dan juga dirinya yang menjadi binal jika dengan Jordan.
Hingga beberapa kali juga ia membantu Jordan mencapai pelepasannya dengan bantuan tangan dan mulutnya yang kalau kata Jordan hangat jika sudah mengulum seluruh miliknya, seperti kali ini Senan yang memang biasa memasak di dapur adalah pemandangan yang biasa bagi Jordan.
Tetapi kali ini Senan memasak dengan sesekali menari-nari dengan sesekali menggoyangkan pinggulnya membuat Jordan meneguk liurnya sendiri, ternyata benar kata orang-orang, pasangan akan menampakkan jati dirinya yang sebenarnya ketika mereka sudah menikah. Sebenarnya sudah menjadi hal yang biasa bagi Jordan ketika mereka sudah menikah melihat pemandangan seperti ini, tapi entah kenapa Jordan selalu saja kalah hanya dengan melihat bentuk lekuk tubuh milik Senan yang seperti tubuh perempuan, benar-benar boti sejati.
"Ngapain lo ngeliatin gue mulu?" tanya Senan yang saat melihat Jordan yang terus memperhatikan gerak-geriknya yang sedang memasak dan berjalan kesana kemari.
"Gak." sahut Jordan cepat, ia berjalan kearah kulkas untuk mengambil air dingin dan meminumnya tapi sebelum itu, Senan memukul tangannya.
"Masih pagi jangan minum air dingin goblok," nasehat Senan sembari mengatai, membuat Jordan tidak jadi meminum air dingin itu dan memasukkan kembali botol air itu ke dalam kulkas, lalu ia menuangkan air dalam pitcher beling yang ada di dekat tempat Senan memasak ke gelas lalu meminum air itu hingga tandas.
"Tumben lo nyempetin buat masak?" tanya Jordan mengernyit, biasanya Senan hanya membuat sarapan jika pagi hari.
"Loh? Gue belum bilang ke lo ya?" tanya balik Senan menatap Jordan dengan mendongak.
"Bilang apa?" Jordan kembali bertanya sembari menyomot beberapa kacang yang sudah di goreng oleh Senan.
"Hari ini sekolah di liburin, karna katanya guru-guru mau rapat gitu buat persiapan ujian anak-anak kelas dua belasnya.. yaa kayak biasa tiap tahunnya kan gitu." jelas Senan yang membuat Jordan hanya mengangguk acuh lalu berjalan meninggalkan Senan sendiri di dapur.
"Eum.. kak Jordan?" panggil Senan.
"Hm?" sahut Jordan menatap Senan dari meja makan yang tak jauh dari dapur.
"Nanti gue ikut lo ke kampus ya?" ucap Senan membawa hasil masakannya yang sudah ia plating ke meja makan.
"Mau ngapain lo ikut?" tanya Jordan memicingkan matanya menatap Senan penuh selidik.
"Mau tp-tp sama seme-seme di kampus lo.. ya mau ngeliat suami gue lah ngapain aja kegiatannya di kampus, atau jangan-jangan lo lagi yang suka tp-tp sama cewek-cewek di kampus?" ucap Senan menuduh Jordan.
"Gue tanya sama lo, gunanya gue tp-tp sama mereka itu apa? Gue udah punya lo, walaupun lo nya kayak dajjal, suka tantrum gak jelas, dikit-dikit ngambek atau apalah. Gue masih inget kalo masih ada hati yang harus gue jaga." ucap Jordan membuat Senan senyum-senyum sendiri.
"Ngapain lo senyum-senyum?" tanya Jordan menatap aneh pada Senan.
"Lo peduli ya sama gue? So sweet banget, suami siapa sih?" tanya Senan bercanda, ia mencubit gemas pipi Jordan.
"Berisik lo, awas gue mau makan." ucap Jordan menepis tangan Senan yang mencubit pipinya membuat Senan cemberut.
"Tunggu bentar ya suami, makanannya belum di bawa kesini semua." ucap Senan segera kembali lagi ke dapur untuk mengambil sisanya di dapur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)