Bab 51- Sudah Waktunya

251 15 8
                                        

Tinggalin jejak 20 komentar ya.

Happy reading^^

"Maksudnya gimana?"

"Lara itu pernah main sama dosen-dosen dan pengusaha biar bisa dapet uang banyak dan hidupnya terjamin, udah gitu anu dosennya gede-gede lagi."

"Anu nya itu apaan? Kont**nya?" tanya Senan tanpa filter membuat Sandy langsung menutup mulut Senan dan melihat sekitar takut ada yang mendengar ucapan frontal Senan.

"Ssuutt.. pelan-pelan Senan, nanti yang lain denger. Iya itunya.."

"Gede ya? Emang gedean mana sama punya kak Jordan?" tanya Senan menaikkan satu alisnya seakan menantang Sandy untuk menjawab pertanyaannya.

"Mana aku tau, aku kan gak pernah liat punya suami kamu. Cuma aku masih ada videonya yang viral waktu itu, sampe di gilir tiga kali loh sama tiga dosen itu." kata Sandy yang semangat menutup laptop Senan dan mencabut flashdisk berisi tugasnya dengan Senan, ia siap untuk cerita lebih banyak bersama Senan.

"Mana aku mau liat dong?" tanya Senan tersenyum antusias membuat Sandy melihat sekitar yang masih ramai.

"Kamu yakin mau liat disini? Atau aku kirim aja videonya, kamu liat di rumah nanti jangan disini rame." kata Sandy berbisik membuat Senan mengangguk tanda setuju.

Setelah Sandy mengirim videonya ke laptop Senan, mereka pun melanjutkan mengobrol sampai lupa waktu dan hari berganti sore, ponsel milik Senan pun berdering tanda ada yang menelepon, Senan pun menjawab panggilan yang ternyata dari Jordan.

"Halo kak, oh iya ini aku keluar sekarang." kata Senan menatap Sandy dan menurunkan sebentar ponselnya dari telinga.

"Aku pulang duluan ya? Kapan-kapan kita gosip lagi, seru tau gosip sama kamu."

"Oh yaudah, aku juga mau balik ini, nanti kabarin aja biar kita ketemu terus gosip lagi." kata Sandy tertawa melihat Senan kelimpungan karena suaminya sudah kembali memanggil namanya.

"Tugas kita jangan lupa," Senan menunjuk flashdisk di atas meja dan melambaikan tangannya.

"Bye-bye,"

"Ih kok jemput sekarang? Katanya sore baru jemput, aku masih seru sama Sandy tau.." protes Senan saat sudah di dalam mobil dengan Jordan yang menatapnya malas.

"Ini udah sore sayang, kamu gak liat jam?"

"Gak, yang jelas aku punya berita terbaru tentang mantan selingkuhan kamu itu."

"Sayang, aku gak mau denger aku capek mau manja-manja sama kamu, bukan mau denger gosip."

"Ih tapi ini penting. Dia pernah main sama dosen kampus kamu tau? Tapi sekarang dosennya udah gak ngajar lagi sih."

"Tau,"

Senan terbelalak mendengarnya, "kamu tau? Kenapa gak kasih tau aku?"

"Itu udah lama, kayaknya kita juga belum kenal waktu itu, udah kita pulang sekarang." kata Jordan membuat Senan memicing menatapnya.

"Videonya kamu udah liat?" tanya Senan memastikan masih dengan menatap Jordan dengan memicing curiga.

"Udah,"

"Ih, tuh kan aku beneran ketinggalan banget.."

"Lagian itu udah lama banget mungkin kamu waktu itu masih SMP belum punya sosmed kan waktu itu? Wajar kalo kamu gak tau."

"Tapi Sandy kok bisa tau?"

"Ya mana aku tau sayang,"

"Aku mau liat nanti, mau bandingin besaran punya siapa? Kata Sandy punya dosen-dosen itu gede, aku mau bandingin sama punya kamu." oceh Senan membuat Jordan geleng-geleng kepala.

Suddenly; Bl [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang