Bab 38- Senan Chaos

377 35 21
                                        

Challenge lagi, vote 25 komen 10, Kyo lanjut ke bab selanjutnya.

Happy reading꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖⁠♡

Garis dua pada testpack menandakan bahwa seseorang sedang mengandung janin, kata itu terus terngiang-ngiang di kepala Jordan. Itu tandanya ia akan menjadi ayah? Jordan akan segera memiliki anak.

Betapa senangnya Jordan ketika mendengar kabar itu, tetapi lain dengan Senan. Senan tidak senang, Senan tidak suka dengan kehadiran makhluk di tubuhnya. Ia memikirkan nasibnya kedepannya, bagaimana ia bisa melanjutkan sekolahnya yang tinggal sedikit lagi? Bagaimana dengan impiannya yang ingin berkuliah di kampus impiannya di luar negeri? Hubungannya dengan Jordan juga belum membaik seperti sedia kala akibat kejadian di kampus itu.

Senan termenung di dalam kamar, sampai tak menyadari Jordan yang baru saja selesai mandi dan sekarang duduk disebelahnya membuat Senan tersentak kaget saat merasakan kasur di sebelahnya bergerak turun pertanda ada orang di sebelahnya. "Kak?" panggilnya dengan pandangan yang kosong tak menatap Jordan.

"Gimana sama sekolah aku? Impian aku? Aku gak suka kayak gini kak," kata Senan menatap Jordan dengan pandangan nanar nya, mata berkaca-kaca siap menumpahkan tangisan nya.

Hal itu membuat Jordan sakit, Jordan tidak bisa melihat mata Senan yang indah dan berbinar itu menumpahkan tangisan lagi. Sudah cukup semalam di markas, kini jangan lagi Jordan tidak kuat melihatnya.

"Sayang udah jangan nangis lagi, kakak gak bisa liat kamu nangis terus. Udah ya? Kakak mohon.." pinta Jordan mengelus-elus rambut Senan yang berada di pelukannya.

"Gimana aku gak nangis kak, kamu orang yang bikin aku kayak gini, kenapa sih ini harus terjadi sekarang? Kenapa kamu harus selingkuh kak? Aku kurang apa?" batin Senan berteriak mempertanyakan apa yang kurang dari dirinya.

"Kak, jangan kasih tau siapa-siapa ya kalo aku hamil, terutama ayah bunda sama papa mama." cicitnya membuat Jordan mengangguk menuruti Senan, ia mencium kening Senan lama, asal si kecil tak kembali menangis, Jordan sanggup menuruti apapun itu.

"Aku masih bisa sekolah kan kak?" tanya Senan pelan mendongak menatap Jordan yang sibuk menghapus air matanya sendiri.

"Bisa, asal jangan bilang ayah sama temen-temen kamu dulu, cuma sampe kamu siap ujian aja." ucap Jordan pelan membuat Senan kembali tersenyum dan mengangguk.

Sebenarnya Senan tidak tahu apakah prilaku Jordan padanya ini tulus atau tidak, tapi Senan sudah berjaga-jaga menyiapkan mental dan hati jikalau Jordan kembali berulah.

Hanya tinggal menunggu waktu.

Ponsel yang ada di nakas bergetar, itu ponsel Senan. Ia menghampiri nakas untuk melihat siapa pelaku yang membuat ponselnya bergetar tak henti itu.

Mas Ndaru

Tertera di layar ponselnya membuat Senan mengernyit mengambil ponselnya, ia melirik Jordan yang sekarang berdiri di depan lemari pakaian, ia sedang memilih baju karena selesai mandi tadi.

Semenjak kejadian Senan yang melihat sendiri bahwa Jordan main api di belakangnya, Senan punya mata-mata baru dan Nanda juga ikut membantunya memata-matai Jordan lewat Winan dan Senan lewat Ndaru.

Sebenarnya pada saat Nanda menghilang itu, Nanda di beritahu Winan tentang Jordan. Dan sebagai teman yang baik, Nanda pun memberitahukan hal itu juga pada Senan. Nanda tidak rela jika Jordan menyakiti Senan temannya.

Jika Ndaru menelpon, itu berarti mereka harus bertemu karena Ndaru ingin memberitahukan hal penting dan itu pasti tidak jauh-jauh dari sang suami.

🍂

Suddenly; Bl [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang