Tinggalkan vote dan komentar
•••
Hari-hari yang di jalani oleh Senan setelah ia menginjak tujuh belas tahun adalah tidak jauh-jauh dari melayani Jordan, entah itu Jordan yang menyusu, atau bahkan hanya sekedar meremas-remas dada Senan yang katanya montok itu dan juga blowjob.
Senan pun harus bisa menyembunyikan suara desahannya yang entah kenapa semenjak ia berusia tujuh belas ini selalu keluar tanpa di sadari olehnya itu, hal itu membuat Jordan juga semakin ingin menyentuhnya. Bagian bawahnya juga tak jarang mulai bereaksi saat Jordan berlebihan menyentuhnya, padahal sebelum itu biasa saja tidak ada reaksi seperti belakangan ini.
Eum.. mengenai kehidupan sekolah Senan, dalam hitungan dua bulan lagi ia sudah akan naik ke kelas dua belas. Dan seminggu lagi juga liburan sekolah akan dimulai. Senan pun menata akan ngapain aja dirinya nanti selama liburan tiba hingga liburan usai, Senan benar-benar membutuhkan liburan saat ini.
"Kakak mau kemana?" tanya Senan saat melihat Jordan jalan mengendap keluar dari kamar membawa ransel yang gendut.
"Gini Sen, maaf maaf banget, maafin kakak ya sayang, kakak gak bisa ikut di dalem agenda liburan kamu taun ini."
"Kenapa?" tanya Senan sedih, bahkan matanya sudah berkaca-kaca saat membayangkan Jordan tidak ada di dalam agenda liburan nya.
"Maafin kakak sayang, kakak ada tugas mendadak dari dosen di suruh nginep juga." jelas Jordan membuat Senan cemberut mendengarnya.
"Jadi tadi kakak jalan mindik-mindik buat pergi tanpa bilang apapun ke aku?" tanya Senan.
"Maaf sayang, kakak gak sanggup bilang sama kamu karna kamu keliatan seneng banget sama agenda liburan kita, makanya kakak mau pergi diem-diem, cuma dua minggu doang sayang.."
"Ih goblok banget, dua minggu di bilang cuma. Terus tadi kalo aku gak tau kakak pergi, gimana? Apa kakak pikir aku bakal diem aja kalo kakak gak ada di deket aku? Kita bakal jauhan dua minggu loh, jahat banget gak bilang-bilang." omel Senan cemberut, ia melihat ransel yang ada di punggung Jordan yang ia yakin baju-baju pemuda itu tidak ada yang tersusun rapi di dalamnya.
"Sini aku liat, kakak bawa apa aja." ucap Senan merebut tas ransel di punggung Jordan dan membukanya, benar saja dugaannya baju di dalamnya tidak ada yang terlipat rapi pasti Jordan asal saja memasukkannya karena takut ketahuan olehnya.
"Kusut semua kalo gini ceritanya kakak sayang," Senan pun mengeluarkan semua pakaian yang di masukkan ke tas dan melipat kembali baju-baju serta celana dan dalaman Jordan, saat akan memasukkan kembali pakaian Jordan kedalam tas, Senan menemukan ada sebungkus kondom di dalamnya.
"Ini maksudnya apa? Kenapa ada kondom di tas? Kakak mau ngewe sama orang lain? Sama aku gak mau, tapi sama orang lain mau itu gimana sih maksudnya?"
"Itu gak gitu Senan, kamu salah paham kakak juga gak tau kalo kondom yang waktu itu kamu beli ada disitu.."
"Tau dari mana kalo kondom ini aku yang beli?"
Oke, sepertinya masalah ini tidak akan selesai malam ini.
"Yaa kan emang kamu yang beli waktu kita belanja bulanan untuk pertama kali waktu itu," kata Jordan membuat Senan terlihat seperti berpikir dengan melihat keatas dan jari telunjuk yang ia ketuk-ketukkan di dagunya.
"Emang iya?"
"Iya sayang, udah ah jangan mikir yang enggak-enggak. Temen-temen aku juga gak ada yang seksi kayak kamu."
"Halah.. ngomong sama tembok, sana pergi katanya mau pergi." ucap Senan tersenyum samar saat Jordan bilang seperti itu, jujur Senan senang di bilang gitu sama Jordan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)