Bab 46- Dark

262 23 10
                                        

Tinggalkan vote dan komentar untuk menyemangati author!

Warn: 18+

"Nanda, kamu deket ya sama Winan Winan itu?" tanya Senan saat keduanya berada di atas motor yang melaju menuju arah apartment Senan.

"Winan? Gak terlalu sih, emang kenapa?" tanya balik Nanda penasaran dengan gerak-gerik Senan, Nanda menatap raut wajah Senan dari spion motor Scoopy miliknya.

"Eum.. kamu tau gak kalo dia itu musuh the Devils?" tanya Senan lagi.

"Tau, makanya aku bilang gak terlalu deket, kecuali waktu mau bantuin kamu beberapa bulan yang lalu aja sih, habis itu yaudah kita gak pernah ketemu lagi kecuali pas di kampus. Kamu tenang aja, aku gak akan belot ke geng musuh Sen." ucap Nanda meyakinkan Senan agar tidak perlu khawatir padanya.

"Dia ada bilang sama kamu gak kalo dia suka sama kamu?" tanya Senan lagi membuat Nanda mengangguk untuk menjawab pertanyaannya.

"Ada, tapi gak aku tanggepi. Kamu tau kan dia siapa? Wakil Kallderioz, yang terkenal akan kelicikannya untuk melumpuhkan geng lawan. Yang dia bilang ke kamu dan aku itu cuma salah satu muslihat dia buat menjatuhkan the Devils, dan aku gak akan kepancing sama kata 'aku suka kamu' yang dia lontarkan, ya.. walaupun aku bukan bagian dari kalian, aku cuma sahabat dari pacar anggota the Devils doang." jelas Nanda yang membuat Senan sedikit bernapas lega mendengarnya.

"Syukur deh kalo gitu, oh iya.. kamu jadi nginep kan di apartment baru ku?" tanya Senan antusias.

"Jadi dong, mumpung besok juga hari sabtu jadi gak ada tuntutan harus bangun pagi." jawab Nanda juga tak kalah antusiasnya dari Senan. "Eh.. eum.. tapi kamu yakin gak mau ajak Garra sama Tama juga? Kan seru kalo rame-rame nginep di tempat kamu." tanya Nanda mengusulkan.

"Iya sih, tapi nanti pasti mereka bakalan bawa pacar mereka, itu mending kalo cuma pacar, lah kalo semuanya ngikut kan bahaya Nda." kata Senan sudah frustasi duluan memikirkannya.

"Iya juga sih, yaudah gak usah kalo gitu."

..🍂..

Senan dan Nanda mampir terlebih dahulu ke indoapril untuk membeli banyak cemilan buat malam nanti ketika menonton bersama, berbagai jajanan ciki, snack, roti gandum coklat, minuman bahkan coklat pun Senan masukkan kedalam keranjang belanja. Nanda saat ini sedang bingung memilih untuk mengambil snack atau kacang-kacangan saja, karena keduanya sangat menggugah selera apalagi kacang pedas.

Senan yang melihat pun menggerling malas lalu mengambil kedua jajanan yang berada di tangan kanan kiri Nanda dan memasukkannya kedalam keranjang yang sama.

"Lama banget, udah ambil aja dua-duanya Nda.. ribet banget kamu tuh." ucap Senan kembali berjalan menuju kasir tanpa menoleh lagi ke Nanda.

"Aku harus hemat Senan," kata Nanda mengikuti Senan ingin mengambil salah satu yang tadi di pegangnya untuk di kembalikan ke rak.

Senan pun berhenti berjalan dan menatap Nanda dengan malas, "ih udah aku bilang aku yang traktir kamu Nda.. udah jangan ngerasa gak enak mulu sama aku, atau aku ngambek sama kamu." kata Senan membuat Nanda tak berani lagi protes dan memilih menurut.

Senan sampai di meja kasir dan matanya tak sengaja melihat gelang couple, ia pun mengambil satu set yang berisi empat gelang yang hampir sama, "sama yang ini juga mbak." ucap Senan tersenyum membuat si penjaga kasir pun ikut tersenyum juga.

Setelah membayar total belanjaan, Senan pun keluar menghampiri Nanda yang sudah lebih dulu keluar tadi. "Nanda, tadi aku beli gelang couple gitu cantik banget nanti kita pake ya?" ucap Senan menatap Nanda yang terlihat panik saat melihat ponselnya.

Suddenly; Bl [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang