Jangan lupa tinggalkan vote dan komentar.
•••
Setelah kejadian seminggu lalu saat Senan kembali masuk rumah sakit, pikiran Jordan sangat kacau, ia tidak bisa berkonsentrasi dengan tugas yang di berikan oleh dosennya membuatnya mendapat nilai di bawah rata-rata.
Pikirannya terbagi menjadi bercabang-cabang membuat Mada teman kelompoknya yang biasa selalu membantunya dalam menyelesaikan tugas dari dosen itu menjadi keteteran karena Jordan yang tidak berkonsentrasi.
Sampai pada puncaknya tadi saat ia di bentak oleh dosennya karena pekerjaannya yang tidak becus sama sekali, Mada yang ingin bersuara di tahan oleh Jordan yang memberi kode dengan tangannya untuk jangan membantunya.
"Jordan, ada apa denganmu? Sebenarnya kamu niat tidak mengambil jurusan ini? Kalau niat kamu hanya untuk menarik perhatian gadis-gadis, lebih baik kamu tinggalkan saja jurusan ini."
"Maaf pak."
"Kalau ada masalah, di selesaikan dulu jangan kamu bawa ke kampus yang membuat kamu jadi gak fokus."
"Iya pak,"
"Ya sudah kembali sana, bapak beri kamu waktu."
Setelahnya Jordan pun mengundurkan diri dari hadapan dosennya, tak lama setelah ia keluar dari ruangan sang dosen, seorang gadis menghampirinya membuat ia mendesah frustasi dan berbalik dengan cepat sebelum gadis itu menghentikannya. Namun keinginan sederhana itu tidak terealisasikan karena gadis itu memanggil dan memegang tangannya.
"Kamu kenapa gak mau ketemu aku lagi? Sebenernya status kita itu apa sih Dan? Kita pacaran kan? Tapi kenapa temen-temen kamu bilang, kamu udah nikah, jadi kita ini apa? Aku apa buat kamu?" Gadis itu, Lara namanya, gadis yang mungil, feminim, pendiam namun ceria, dan apa adanya. Semua itu adalah tipenya Jordan, sebelum ia bertemu dan menikah dengan Senan. Jordan hanya menatapnya datar, perempuan ini sangat tidak bisa membaca perlakuannya untuk perempuan itu, Jordan selalu membantunya dalam hal apapun selama dua bulan belakangan ini, bukan karena dirinya menyukai gadis itu atau bagaimana, itu semua murni Jordan lakukan karena atas dasar kemanusiaan.
sebenarnya Jordan dan Lara tidak sengaja di pertemukan di area parkir kampus dua bulan lalu saat perempuan itu bertengkar dengan pacarnya yang toxic itu di sana, Jordan ingin mengambil barang yang di gojek kan oleh Senan pada saat itu, namun malah melihat Lara dan laki-laki tidak dikenal sedang bertengkar. Jordan yang masih memiliki hati nurani pun memisahkan keduanya, karena sang gadis sudah bercucuran air mata membuat Jordan tidak tahan dan memisahkan pertengkaran itu.
Setelah kejadian di parkiran itu, mereka jadi sering bertemu, lebih tepatnya Lara lah yang selalu mendatanginya. Mereka memang tidak sejurusan, tapi melihat Lara yang selalu mendatanginya dengan alasan ia tidak memiliki teman di jurusannya, membuat Jordan membiarkan perempuan itu bergabung dengannya dan juga teman-temannya.
Hal itu membuat setiap orang yang melihat bergosip bahwa keduanya sedang menjalin kasih, namun Jordan membiarkannya karena hal itu tidaklah benar. Ia sudah memiliki Senan dalam hidupnya dan itu sudah cukup, begitu pikirnya.
Namun tak disangka, bahwa perlakuan dirinya selama ini salah dan membuat gadis itu berpikir sebaliknya. Keterdiaman nya atas semua gosip yang beredar di kampus tentang dirinya dan Lara membuat Lara gelap mata dan berpikir bahwa Jordan memiliki ketertarikan atas dirinya? Hanya karena perlakuannya yang terbilang baik dan sangat perhatian pada gadis itu.
"Lar gue cuma anggep lo temen gak lebih, dan kata-kata temen-temen gue tentang gue yang udah nikah itu bener, tentang gue yang gak mau ketemu sama lo, lo salah, sebenernya itu cuma karena jadwal kita yang bentrok aja. So yeah, like that." jelas Jordan yang sepenuhnya tidaklah salah, sebenarnya sejak Mada dan Nando memberitahunya tentang gadis itu yang memiliki perasaan padanya, Jordan selalu berusaha menghindari pertemuan dengan gadis itu tapi sekarang posisinya yang sedang kacau sehingga tidak memperhatikan sekitar dan berakhir bertemu dengan Lara di koridor kampus dan menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di koridor.
"Jordan kamu bohong kan? Sebenernya kamu juga suka sama aku kan? Cuma kamu malu ngomongnya, iya kan?"
"Semua perlakuan gue ke lo selama ini salah kayaknya, gue gak suka sama lo karna gue udah punya istri.." tiba-tiba saja ponsel milik Jordan berdering membuatnya mengambil ponsel miliknya yang berada di saku celana untuk melihat sang penelepon, dan tersenyum saat nama Senan lah yang terpampang di layar ponselnya. Jordan mengode Lara untuk diam sebentar, "halo.. iya kenapa ada masalah?"
"Em.. iya sampai ketemu di sana nanti sore ya, aku kangen sama kamu." dan tak lama setelah Jordan mengatakan itu, panggilan pun tertutup. Jordan kembali menatap Lara yang masih menatapnya.
"Gue cabut, udah di cariin istri gue."
"Terus kita gimana?"
"Kita? Gak pernah ada kata kita antara lo dan gue, jadi stop berasumsi kalo seakan-akan lo itu pacar gue, jangan karna gue baik sama lo selama ini, lo nya jadi ngelunjak, baper dan kegeeran.. jangan ya." setelah mengatakan itu Jordan pun pergi meninggalkan Lara sendiri di koridor dengan berbagai sorakan dari orang-orang yang tadi menonton keduanya.
Setelah kejadian ini, Jordan harus meminta maaf pada Senan karena ia dekat dengan seorang gadis tanpa memberitahunya sama sekali. Pun ia yakin Mada dan Nando yang di utus oleh Senan tanpa sepengetahuannya itu, belum memberitahu apapun pada pemuda mungil itu tentang dirinya. Kenapa Jordan tahu? Karena Senan pernah bilang, jika dirinya dekat dengan seorang gadis tanpa Senan tahu, Senan tidak akan memaafkannya. Dan melihat sikap Senan selama ini padanya, ia yakin Senan belum tahu apapun.
🍂
Keadaan markas saat Jordan datang sedang sibuk, ada yang bermain kartu, latihan di ring tinju, ada juga yang sedang mengotak-atik motornya.
Nanti setelah Senan selesai dari psikiater, katanya ia ingin menemui Jordan di markas oleh karena itu ia ada disini, sekalian ngecek keadaan markas setelah seminggu lamanya ia tak ke markas karena sibuk mengurus dan menjaga Senan di rumah sakit.
Sebenarnya Jordan sangat lelah hari ini, ia ingin cepat pulang dan beristirahat saja di apartment, tapi Senan ingin bertemu di markas, jadi ia kesini. Mungkin lelahnya akan hilang jika ia melihat Senan di hadapannya nanti, karena akhir-akhir ini, obat lelahnya Jordan ada di Senan. Dengan melihat bocil itu tersenyum kearahnya saja sudah mengobati rasa lelah dalam dirinya, emang dasar bucin.
Yang terpenting saat ini, ia tidak boleh ketiduran. Jika Jordan ketiduran disaat lelah seperti ini, pasti nanti bukan Jordan lagi saat ia bangun tidur.
Entah apa yang terjadi setelah itu, yang jelas sekarang di hadapannya ada antek-anteknya dan juga para pacar mereka dan.. Senan dengan mata sembab habis menangis. Apa yang terjadi? Kenapa semuanya ada di ruangannya? Dan kenapa Senan terlihat takut dan juga cemas diwaktu yang bersamaan? Shit! Ia tidak mengingat apapun. Saat Dave mengambil alih tubuhnya, memang seperti itu, Jordan tidak akan mengingat apapun yang dilakukan oleh Dave.
Saat Jordan terbangun, Senan pun berdiri untuk pergi dari ruangan itu meninggalkan kebingungan di diri Jordan. Apa ia melakukan kesalahan? Ah.. lebih tepatnya apa Dave melakukan kesalahan pada Senan?
Jordan memandang para bawahannya.
"Jangan sekarang bos, kasih si bocil waktu dulu. Dia habis melakukan pengorbanan besar." ucap Mada mendramatisir keadaan.
"Bisa gak, gak usah alay?"
Tbc.
Halo.. sudah lama tidak update, di bulan Ramadhan ini siapa yang udah bolong puasanya?☝🏻
Bantu ramaikan cerita ini ya.. share ke temen-temen kalian yang suka juga sama cerita yang visualnya Jimmysea.
Terima kasih🤗
1146
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)