Bab 40- Tak Berkesan

221 25 10
                                        

"Sena ini perasaan aku aja, atau emang kamu yang makin hari makin cantik sih?" tanya Garra memperhatikan penampilan Senan hari ini.

"Emang iya? Biasa aja perasaan." tanya Senan memperhatikan dirinya sendiri, ia menatap pada Tama dan Nanda untuk di mintai pendapat.

"Iya Sen, kamu pake apa?" tanya balik Nanda penasaran.

"Gak ada, cuma waktu itu bunda nyuruh aku buat mandi susu, dan baru kesampaian tadi pagi mandinya." jelas Senan tersenyum sembari mengeluarkan buku novelnya yang belum selesai ia baca tadi malam.

"Jadi gimana? Apa yang kalian dapet tentang cewek itu?" tanya Senan mengalihkan pembicaraan sesaat setelah ia terdiam memegang buku novelnya yang hendak diambil oleh Tama.

"Cewek itu pake pelet buat memikat bang Jordan." ucap Tama yang di beri tugas untuk mencari tahu semuanya oleh Dewa.

Tama, Garra dan Nanda pergi ke dukun beberapa waktu lalu untuk mengetahui semuanya, mereka kehabisan ide untuk mencari tahu kenapa Jordan tiba-tiba berubah dan berpaling dari berlian ke batu kerikil. Jordan juga tidak pernah lagi datang ke markas hanya untuk sekedar melihat dan menanyakan keadaan anggotanya.

Senan itu ibarat berlian, dia tampan menjurus cantik, senyumnya manis, imut, dan kulitnya lembut dan seputih susu, baik cuma minusnya galak aja. Masa kalah sama kasta cewek jalang udah gitu masih di bawah Senan pula?

"Pelet itu apa?" tanya Senan polos.

"Guna-guna Sena."

"Kalian tau dari mana kalo cewek itu pake guna-guna?" tanya Senan penasaran, ia yang ingin membaca bukunya pun jadi urung dan lebih tertarik dengan pembahasan saat ini.

"Dari dukun," jawab Garra lagi membuat Senan terbelalak tak percaya.

"Serius? Terus cara buat kak Jordan balik lagi mandang ke aku gimana?" tanya Senan yang sebenarnya tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Tama tadi.

"Eum.. kamu yakin mau coba?" tanya Garra yang sebenarnya tidak yakin jika Senan setuju dengan apa yang dikatakan dukun itu, Senan tidak percaya dengan hal yang berbau seperti ini.

"Yakin gak yakin, aku harus jalani sih. Ini demi ana.. ah, ini demi pernikahan aku, aku gak mungkin ngaku kalah dari perempuan itu. Bundanya kak Jordan gak ngizinin aku buat pisah sama kak Jordan, gak ada cara lain kan?"

"Katanya ada dua cara, kamu disuruh milih mau pake guna-guna juga atau gak kamu godain balik suami kamu."

"Godain balik? Gimana caranya?" tanya Senan yang mendadak tak mengerti, entah itu di sengaja atau tidak oleh Senan, yang jelas raut wajah bingungnya saat ini terlihat menggemaskan di mata teman-temannya.

"Yaa.. kamu coba menggatal ke bang Jordan, atau bisa juga kalo kamu mau, kamu langsung telanjang di depan dia." usul Tama membuat Garra dan Nanda melotot kearahnya dan Senan yang memukul kepalanya.

"Usulan kamu terlalu vulgar untuk Senan yang masih polos Tama." ucap Garra membuat Senan tak terima.

"Aku gak polos? Aku pernah bantuin kak Jordan cum waktu dia lagi bangun." ucapan Senan yang frontal dan terlampau polos itu membuat ketiga temannya terbelalak tak percaya. Seorang Senan, bayi mereka yang polos itu pernah melakukan hal itu.

"Sen.."

"Oke, kalo kita bisa pake cara itu, kenapa gak?" ucap Senan tersenyum manis membuat ketiga temannya tercengang mendengar perkataan Senan, mereka tidak percaya dengan ucapan Senan yang mengentengkan saran dari mereka.

"Kamu gak mau pake pelet aja?" tanya Nanda dengan Senan yang tersenyum saja saat mendengar pertanyaan itu.

"Gak, kalo aku pake kayak gitu juga, berarti aku ikutan jahat kayak mereka, dan cinta kak Jordan juga udah gak murni lagi ke aku karna pelet itu. Aku cuma mau kak Jordan cinta sama aku apa adanya, gak di bantu pelet ataupun guna-guna."

Suddenly; Bl [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang