Tinggalkan vote dan komentar.
"Iya.. bener kata Lio, gue punya bayi.. lebih tepatnya akan." Senan mengelus perutnya yang masih rata jika tidak di perhatikan dengan seksama, membuat semua yang ada di markas terbelalak mendengar itu, kecuali Dewa.
"Kalo kalian nanya ini anak siapa? Ini anak gue. Kalo kalian nanya sama siapa? Kayaknya kalian tau sendiri jawabannya." Senan menghela napas sembari tertawa pelan sebelum kembali berbicara.
"Sebelum dia jadi kayak sekarang, gue udah kasih tau dia kalo gue hamil dan dia seneng banget waktu itu. Jadi jangan ada yang nyalahin dia ya, dia tau keadaan gue kok."
"Ya tetep aja bocil, dia harus tanggung jawab sama apa yang udah dia perbuat. Jangan malah di tinggal selingkuh, gue, kita-kita tetep gak terima lo di giniin cil." ucap Kevin menggebu-gebu membuat Senan tersenyum kecil melihat dan menyaksikan sendiri solidaritas the Devils padanya.
"Iya bang, gue tau. Tapi tetep gak bisa nyalahin dia, dia lagi gak sadar kan sama apa yang dia lakuin sekarang, dia.."
"Di guna-guna? Gue tau solusinya." kata Ozan menatap Lion yang sedang memeluk lengannya dari samping, membuat semuanya menjadi menatap Lion membuatnya menjadi takut.
"M-mas Ojan.." cicitnya pelan saat semua orang menatapnya dengan tatapan tak terbaca.
"Jangan di tatap kayak gitu, anjing! Gue colok mata lo semua!" bentak Ozan yang mengetahui bahwa Lio nya ketakutan di tatap seperti itu oleh semua orang.
..🍂..
Setelah tadi di bujuk oleh Ozan, kini Lio, Ozan dan Senan hanya mereka bertiga berada di ruangannya Jordan untuk memeriksa Senan. Ozan sendiri hanya menemani Lio karena anaknya masih takut jika sendirian bersama orang lain.
Lio memegang tangan Senan dengan takut-takut kemudian memejamkan matanya dan belum ada semenit ia sudah kembali membuka matanya dan terbelalak.
"Kakak Senan di pasangin pemanis sama mertuanya, dan nanti kalo dede bayinya udah lima bulan di dalem perut kakak Senan nanti bang Jordan bakal balik sama kakak Senan." ucapan Lio membuat Senan tertegun dan terbelalak sekaligus, tertegun karena bunda Lidya ikut turun tangan dalam hubungannya dengan Jordan dengan memasangkan pemanis padanya, dan tak menduga karena Jordan akan kembali padanya.
"Lio.. kamu serius?" tanya Ozan mengelus kepala Lio membuat anak itu mengangguk menatapnya.
"Gak gak.. ini gak bener kan? Semua cuma omong kosong kan Lio? Dia gak beneran balik kan?"
"Sen lo kenapa? Lo gak seneng denger ini? Bang Jordan bakal balik ke lo." kata Ozan membuat Senan menggeleng.
"Gak, lo pikir gue barang yang setelah dibuang di ambil lagi, gitu? Gue gak terima di giniin."
..🍂..
Senan memasuki rumah orang tuanya dengan lesu, semenjak ia pisah dengan Jordan, Senan pun langsung pindah kerumah orang tuanya lagi. Ia menghela napas berat.
"Senan, kamu dari mana? Udah mama bilang kan kalo jangan keluar rumah hari ini?" kata Rana, mama dari Senan yang berada di sofa ruang keluarga sedang menonton televisi.
Semenjak Senan berpisah dengan Jordan pun mamanya selalu melarangnya untuk keluar rumah, entah apa alasannya Senan juga tidak mengetahuinya.
"Maaf ma, aku tadi keluar bentar ketemu temen bahas tugas." elak Senan membuat Rana mengangguk dan meneruskan menonton televisi yang membuat Senan kembali menghela napas dan menggeleng.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)