Bab 37- Perkara Muntah

457 34 9
                                        

Challenge untuk kalian: kalo bab ini tembus 20 vote 20 komen, Kyo bakal update lagi nanti malam. Kalo tembus ya.. kalo gak, ya tunggu aja kapan tau update nya.

🍂

Sejak kejadian di kampus itu, Senan tidak lagi mempercayai anggota the Devils terutama Jordan. Ia belum bilang ke bunda tentang Jordan yang selingkuh, ia masih tinggal bersama Jordan tetapi sekarang tidak sekamar lagi seperti dulu. Bahkan dengan Garra, Tama ia tidak lagi dekat, Senan memilih menjauh.

Senan saat ini sedang berada di kelas dengan keadaan kelas yang tenang karena guru sedang menyalin rumus di papan tulis yang akan keluar saat ujian nanti dengan seluruh penghuni kelas yang ikut mencatat rumus itu di buku masing-masing.

Sedang enak-enak mencatat, tiba-tiba Senan merasa perutnya tidak nyaman, sangking tidak nyaman nya sampai rasanya Senan ingin muntah, ia pun izin ke toilet sebentar.

"Senan kamu kenapa?" tanya Nanda yang tadinya juga ikut permisi setelah Senan keluar kelas, ia khawatir dengan keadaan Senan yang muntah-muntah dan menyangga kan tubuh lemas nya di sana.

"Aslam naik kayaknya, tadi pagi gak sempet buat sarapan karna aku sama kak Jordan kesiangan." kata Senan seadanya lalu kembali memuntahkan isi perut yang sebenarnya tidak ada isinya dan tidak ada yang keluar kecuali cairan bening.

"Istirahat aja deh kamu di UKS, kasian badan kamu lemes banget." ucap Nanda yang di angguki oleh Senan dengan lemas, mereka pun meninggalkan toilet dan menuju UKS.

Setelah membaringkan Senan di ranjang UKS, Nanda pun izin kembali ke kelas setelah tadi bilang padanya bahwa waktu istirahat nanti ia akan kembali bersama Garra dan Tama. Sebelum kembali ke kelas pun Nanda sempat membelikan roti dan sebotol air mineral untuk Senan makan sekaligus mengganjal perutnya.

"Kenapa ya? Kok bisa muntah-muntah biasanya juga kalo gak sarapan ya biasa aja kok, ini kok sampe muntah." pikir Senan melamun, ia pun menyalakan ponselnya dan membuka google.

Setelah mengetik 'alasan orang mual dan muntah' ia pun mulai menyelam sembari berpikir "aku gak punya maag, gak dalam perjalanan juga, kalo hamil apa mungkin ya? Tapi kan kak Jordan cuma sekali malem itu? Eh sekali gak sih? Aku agak stres sih akhir-akhir ini, gak minum obat, gak minum alkohol juga, gak punya penyakit apapun. Terus apa dong?"

Kemudian asik berpikir sendiri, tanpa sadar jarinya mengetikkan kata 'tanda-tanda hamil' reflek ia menyentuh dada nya sendiri dan di tekan-tekan. "Gak berubah, tapi kok kalo di tekan-tekan gitu sakit ya? Perut kembung? Berat badan naik?"

"Apa jangan-jangan beneran hamil ya anjing? Tapi gak mungkin, ngelakuin sekali kok bisa langsung hamil? Emang se pro itu apa sperma nya Jordan? Tapi kalo beneran hamil gimana? Sekolah masih lama lagi, kalo perut gue besar gimana anjing? Hubungan lagi gak baik-baik aja, please jangan ada dulu."

"Aarrrgghh stres! Ini semua gara-gara Jordanjing."

Setelah puas misuh-misuh, Senan kembali melamun dan tanpa sadar ia ketiduran di UKS.
Entah sudah berapa lama Senan tertidur, sekarang ia mendengar suara keributan di sampingnya, membuat Senan terbangun, ia melihat ada Garra, Nanda dan Tama yang sedang cekcok ingin memberitahukan keadaan Senan pada Jordan atau tidak.

"Jangan kasih tau," suara serak Senan menginterupsi ketiganya dan beranjak mendekati Senan.

"Kamu gak papa? Masih muntah gak tadi waktu aku tinggal?" tanya Nanda membuat Tama terbelalak dan seketika pandangannya tertuju ke arah Senan, lebih tepatnya perut Senan.

"Tadi kamu bilang apa Nda? Muntah?" tanya Tama menatap Nanda dengan serius.

"Iya, tadi waktu aku ngikutin Senan ke toilet dia muntah-muntah gitu tapi gak ada yang keluar." jelas Nanda menceritakan yang sebenarnya.

Suddenly; Bl [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang