Kasih feedback nya dong, jangan just reading doang!
Kehidupan Senan tak jauh-jauh dari kampus dan Jordan, hari ini Senan akan menemani Jordan bertemu dengan Lara di suatu tempat itupun dipaksa untuk ikut sama Jordan.
Jika pertemuannya dengan Lara berhasil, Jordan akan kembali tinggal dengan Senan seperti sediakala sebagai suaminya Senan. Dan Jordan yang mendengar syarat itu menjadi semangat 45 untuk bertemu dan mengakhiri semua yang ia mulai.
"Senan.." teriak seseorang yang Senan kenal membuat Senan menoleh dan tersenyum melambaikan tangan kearahnya.
"Sandy? Kenapa ada yang salah?" tanya Senan membuat Sandy, teman satu kelasnya di kampus itu terkekeh geli saat melihat Senan dengan perut besarnya itu.
(Note: bacanya Sendy ya manteman:D)
"Ih kamu udah berapa bulan makin besar perutnya?" tanya Sandy membuat Senan tersenyum menunduk mengelus perutnya.
"Udah jalan sembilan.."
"Hah seriusan? Bentar lagi brojol dong? Kok kamu masih ke kampus? Gak ambil cuti?" potong Sandy panik yang membuat Senan langsung melihat ke sekitar yang untung saja sepi.
"Sandy.. calm down, satu-satu nanyanya.. oke aku masih ke kampus karna ada hal yang harus aku urus, terutama tugas. Dan aku juga udah ajuin cuti, udah di approve juga sama dosen tadi, dan berlakunya minggu depan. kamu tadi mau ngapain?"
"Gak ada sih, aku cuma mau nanya kita sekelompok kan ya buat tugasnya?" tanya Sandy membuat Senan mengangguk.
"Iya, kita kerjain besok aja ya sekalian cari kafe baru yang bagus buat hunting foto. Oh iya.. sama sekalian aku minta tolong buat handle tugasnya mingdep, soalnya kan aku udah cuti." kata Senan membuat Sandy tersenyum dan langsung menyahut "ok" kemudian ia melambaikan tangan pergi saat melihat Jordan berjalan mendekat dengan wajah tak senang, padahal dirinya tidak berbuat apa-apa pada Senan.
"Hai.." sapa Senan lebih dulu saat berbalik ia mendapati Jordan berjalan mendekat kearahnya tetapi pandangan tetap melihat Sandy yang menjauh.
"Kenapa?" tanya Senan penasaran ia juga menoleh kebelakang dan bisa melihat siluet Sandy berjalan menjauh disana.
"Kamu jangan deket-deket sama dia, dia bagian dari Kallderioz juga pengedar obat-obatan terlarang." kata Jordan berbisik membuat Senan terbelalak dan memukul Jordan.
"Kamu kalo ngomong jangan sembarangan, anak seimut Sandy masa join jadi pengedar sih? Ngaco ah kamu."
"Dih, dibilangin suami kok gak percayaan banget."
"Ya kamu ngomongnya ngaco, gimana mau percaya.."
"Emang kamu gak curiga kenapa dia selama ini selalu sendirian gak ada temennya? Kecuali orang-orang yang tampangnya make? Itu juga sesekali terlihat."
"Iya sih,"
"Sayang, kalo dia aja bisa jadi bagian Kallderioz walaupun cuma penjaga markas, gak mungkin dia gak bisa jadi pengedar. Kalo kamu gak percaya kamu ikut aku, kita ikutin dia."
"Gak usah, udah jangan.. aku gak papa, aman, selagi dia gak ngusik aku, gak papa lagian kasian dia gak ada temennya, cuma aku." kata Senan.
"Yaudah tapi kalo dia macem-macem, bilang sama aku atau anak-anak."
"Iya, kamu jadi kan ketemu perempuan itu?" tanya Senan membuat Jordan mengecek ponselnya sebentar.
"Jadi, ayo dia udah share tempatnya."
..🍂..
Jordan kini menghampiri perempuan itu sendiri, karena Senan meminta untuk di dalam mobil saja berjaga-jaga jika ada sesuatu yang tidak diinginkan. Senan juga tidak ingin lepas kendali seperti yang di kafe waktu itu, chaos.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)