Bab 16- Berantem

465 44 2
                                        

Tinggalkan vote dan komentar untuk menghargai author.

•••

Setelah menyiapkan sarapan dan juga menulis catatan untuk Jordan, Senan langsung berangkat ke sekolah karena di bawah tadi ia minta di jemput oleh Nanda bestie nya yang kebetulan sendiri.

"Waw.. kamu sekarang tinggal disini sama bang Jordan? Gimana malem pertamanya, udah ngelakuin belum?" tanya Nanda sedikit berbisik kemudian ia terkekeh melihat raut wajah Senan yang bertambah masam.

"Apa sih, udah cepet berangkat." suruh Senan membuat Nanda kembali menyalakan motor vespa matic nya, dengan Senan yang sudah duduk di jok belakang dengan helm yang tadi di berikan oleh Nanda.

"Eh tapi serius nih Sen, kamu beneran nikah kan sama bang Jordan semalem?" tanya Nanda sesekali memperhatikan Senan dari spion motornya sembari terus melajukan motor kesayangannya.

"Iya beneran, kenapa sih?" jawab Senan yang balik bertanya pada Nanda.

"Ya gak papa, aneh aja kamu tuh, masa semalem baru nikah hari ini udah masuk sekolah? Harusnya ambil cuti gitu sehari entah dua hari, biar kamu bisa abisin waktu ngelakuin dulu sama bang Jordan di penthouse juga boleh loh." jelas Nanda membuat Senan mengangguk-angguk seperti mengerti apa yang di ucapkan oleh Nanda.

"Gak perlu sih, lagian juga nanti pulang sekolah dan dia pulang dari kampus juga ketemu dan kayak biasa aku sama dia berantem mulu. Jadi gak ada agenda perewean kayak yang kamu bilang itu." jelas Senan dengan senyumnya yang membuat matanya menyipit membuat Nanda geleng-geleng kepala.

"Kayaknya love language kalian itu berantem deh,"

"Mana ada love language begitu, lagian aku sama kak Jordan gak sedeket itu juga sampe harus punya love language."

"Gak sedeket itu tapi udah kokop-kokopan sampe berdarah tuh," ejek Nanda tertawa kemudian saat melihat raut wajah Senan dari spion yang merengut.

"Ih Nanda jangan gitu ngomongnya, fokus aja bawa motor jangan ngomong lagi, lagian udah lama juga kejadiannya masih aja di inget." ucapnya membuang muka melihat kearah samping jalan yang terdapat pengendara motor juga cowok dan cewek, sepertinya pacaran.

"Harus di inget dong, karna itu adalah sejarah, pertama kalinya kejadian bang Jordan nyium orang sampe berdarah kayak kamu."

"Jadi kak Jordan sebelum sama aku pernah ciuman sama orang lain?"

"Yaaa.. enggak gitu, bang Jordan gak cium-cium sembarang orang kok. Paling pacarnya dulu tapi gak kayak yang sama kamu gitu nyium nya, cuma nempel doang kayaknya."

"Sebenernya kalo kamu ngomongnya gak muter-muter kayak gitu aku juga bisa paham loh Nan." Senan menatap Nanda dari spion dengan malas.

🍂

Senan, Nanda dan yang lain kini sedang berada di kantin sedang suntuk di kelas yang ribut, karena sekolah masih bebas sebab ini masih hari pertama masuk sekolah, jadi mereka keluar saja dari kelas.

Saat mereka sedang bercerita sekaligus bercanda, tampak seorang gadis yang sepertinya masih anak baru karena baru kelas sepuluh, datang menghampiri meja Senan dan teman-temannya.

"Kak Senan?" panggil gadis itu membuat Senan mengernyit heran begitupun teman-temannya yang lain, pasalnya gadis itu masih anak baru di sekolah ini, darimana dia tahu Senan?

"Iya kenapa? Lo kenal sama gue?" tanya Senan, bingung dong tahu dari mana adik kelasnya ini, pasalnya Senan juga bukan termasuk orang yang famous di sekolah. Orang-orang yang kenal atau tahu dirinya juga tidak banyak.

Suddenly; Bl [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang