Tinggalkan vote dan komentar.
🍂
Suara bising dari teman-teman kelas yang sudah tiba di sekolah terdengar memekakkan telinga, tak membuat Senan berhenti melamun di mejanya, ia sudah kembali masuk setelah semalam absen dengan alasan sakit. Sebenarnya saat ini pun masih sakit, namun tidak separah yang semalam. Tapi bekas-bekas merah di lehernya yang saat ini menjadi masalah, jika teman-temannya melihat sudah pasti mereka akan terus meledek Senan hingga tahun depan.
"Hello everybody.." teriak Tama sembari masuk kedalam kelas di susul oleh Nanda dan Garra yang juga baru datang, mereka melihat Senan dan langsung menghampirinya.
Nanda duduk di hadapan Senan, "ngelamunin apa sih Sen?" tanyanya membuat sadar Senan yang tadinya sedang terdiam dengan tangan mengetuk-ngetuk meja dan tangan kiri menyangga dagunya sendiri.
"Gak ada,"
"Masa? Eh semalem kamu pecah ya?" tanya Tama membuat Senan mengernyit tak paham dengan apa yang dimaksud Tama.
"Maksudnya?"
"Ck.. pecah perawan Senan.." jelas Tama membuat Senan terbelalak karena Tama mengucapkan itu cukup kuat dan membuat teman-teman sekelasnya yang tadi berisik bagai kumbang menjadi hening seketika.
"Tama.. pelan-pelan ngomongnya.." bisik Nanda pelan mencubit tangan Tama, membuat Tama meringis sedangkan Garra yang dari tadi hanya mendengarkan kini mengerjap bingung.
Anak itu memang kelewat polos sekali, wajar saja karena ia dan pacarnya, Mada, tidak pernah berbuat macam-macam. Paling hanya sekedar cium kening dan pipi juga berpelukan. Keduanya memang sudah berpacaran cukup lama dan tidak pernah macam-macam.
"Kok pada diem semua?" kata Garra melihat sekeliling, teman sekelasnya terdiam menatap kearah mereka berempat yang sudah tersenyum canggung, lebih tepatnya hanya Senan, Nanda dan Tama.
Setelah di katain begitu sama Garra, semuanya pun kembali ribut lagi seperti semula. Kembali mengabaikan empat sekawan itu dan mulai sibuk masing-masing.
"Jadi gimana?" tanya Nanda tersenyum usil, ia berkacak pinggang menatap Senan setelah memastikan semuanya sibuk sendiri.
"G-gimana apanya?"
"Terus itu dileher bekas cupang kan ya? Ganas banget bang Jordan mainnya ya?" tanya Tama memperhatikan leher Senan yang penuh dengan hickey.
Tak tahan dengan semua pertanyaan godaan dari Nanda dan Tama, membuat Senan mau tak mau akhirnya buka mulut. "Iya aku udah ngelakuin itu sama kak Jordan.."
"Enak kan?" goda Tama lagi, kali ini ia bersedekap dada menaikkan satu alisnya menatap Senan.
"Harus banget aku jawab yang ini?"
"Gak sih, tapi aku tebak kamu dan bang Jordan ngelakuinnya gak satu kali doang kan?" tanya Nanda membuat Senan menunduk, ia enggan menjawab pertanyaan dari Nanda.
"Oke, berarti nanti aku tinggal ajarin kamu cara lain buat minta sama bang Jordan tanpa harus ngomong '',pengen"secara langsung, nanti kapan-kapan aku kasih video referensinya." jelas Tama membuat bingung Senan, Nanda apalagi Garra yang semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh teman-temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomanceBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)