Bab 14- Bercerita

511 45 4
                                        

Tinggalkan vote dan komentar, lagi mood bacain komentar:)

•••

"Senan, kalo kamu keluar disana jangan sendirian, bahaya loh keluar sendirian, ajak Jordan lain kali biar ada yang ngelindungin kamu." Senan mengernyit mendengar itu, entah kenapa Senan merasa bundanya Jordan ini terlalu memperhatikan dirinya di banding anaknya sendiri.

"Eh.. iya bunda.. lain kali Senan gak pergi sendiri." ucap Senan kikuk, ia menatap Jordan yang ada di sampingnya sedang memakan pop mie sembari mendengarkan ocehan sang bunda, Jordan yang di tatap oleh Senan pun menyuapkan mie ke depan mulut Senan.

"Nih lo harus makan juga, ntar kalo sakit yang repot the Devils, karna gue suruh ini itu." ucap Jordan saat Senan masih menatap mie yang ia suapkan padanya, membuat Senan membuka mulutnya menerima suapan mie dari Jordan.

Mereka selama dua hari berlibur bukannya bertambah dekat, malah semakin menjauh karena Jordan yang masih belum menceritakan apapun pada Senan membuat Senan mendiamkan Jordan, tapi kali ini pengecualian karena bunda Jordan menelepon dan menanyakan kabarnya karena selama dua hari ini Jordan selalu mengatakan bahwa Senan sedang keluar untuk berjalan-jalan di sekitaran.

"Ya ampun, kalian romantis sekali.. bunda jadi gak sabar pengen cepet-cepet dua minggunya, biar kalian cepet nikah, terus Senan bisa jadi mantu sahnya bunda." celetuk sang bunda dari seberang sana membuat Senan tersenyum kikuk menatap bunda dan Jordan secara bergantian, jika bundanya Jordan sudah ngebet sekali pengen Senan jadi menantunya, apa Senan sanggup memberitahukan semuanya pada bundanya Jordan?

"Oh iya besok pagi kalian pulang kan? Hati-hati ya di jalannya, Jordan.. Senan nya di jagain yang bener ya sayang?" ucap bunda lagi membuat Jordan mengangguk dengan Senan yang berpura-pura haus dan keluar dari video call itu, padahal ia hanya ingin keluar dari situasi canggung itu.

"Eum.. bunda, udah dulu ya di luar anak-anak lain pada mau ngadain acara penutupan, gak enak kalo Jordan gak ikutan." kata Jordan dan setelah sang bunda memutus video call tersebut, Jordan keluar ingin menghampiri Senan yang ternyata ada di balkon kamar.

"Kenapa langsung keluar?" tanya Jordan berada di belakang Senan yang menatap kearah sungai yang gelap.

"Canggung sama bunda," jawabnya lirih, Senan memeluk tubuhnya sendiri karena hawa disana semakin dingin jika malam tiba.

"Pake jaketnya, udah tau kalo malem gini di luar dingin, masih nekat keluar tanpa jaket?" tanya Jordan, ia memakaikan jaket pada tubuh Senan membuat Senan sedikit tersentak, lalu ia tersenyum kecil saat pandangannya dan Jordan bertemu.

"Thanks," ucap Senan dan Jordan hanya mengangguk, Jordan kini berdiri disamping Senan dengan tangan yang mengetuk-ngetuk pagar balkon kamar inap mereka.

"Gue sama Naira putus tiga tahun lalu, hubungan gue toxic banget sama dia putus nyambung terus selama setahun penuh cuma karna dia yang cemburuan sama gue kalo gue deket sama cewek lain. Padahal ya emang gak ada apa-apa, terus tadi dia nyamperin katanya masih sayang dan mau balikan.."

"Yaudah balikan aja, lagian juga dia tipe lo kan? Dan yang penting, dia gue liat-liat sehat gak kayak gue, gue stres, terobsesi buat bunuh diri, dia gak pernah kan?" sela Senan sebelum Jordan dapat menyelesaikan ucapannya, membuat Jordan menggeleng samar.

"Lagian kita kan gak jadi nikah, terserah lo sih mau balikan atau nyari yang baru." kata Senan lagi yang menghasilkan tatapan memelas dari Jordan.

"Gue juga gak mau ngerusak kebahagiaan lo dengan nikah sama gue, lagian juga gue masih pengen bebas dan sebenernya juga gak mau terikat dengan percintaan yang menurut gue konyol."

Suddenly; Bl [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang