Malam ini masih sama dengan malam yang lalu, dimana hujan datang membasahi bumi. Kenan melihat malam yang benar-benar gelap. Lemari usang di kamar ini kembali terbuka dengan tangan yang sama tapi dengan ukuran yang berbeda.
Kenan perlahan membukanya dan melihat baju mamanya yang masih tersimpan rapi dan ada beberapa kotak perhiasan.
Foto usang menampilkan wajah cantik mamanya, hingga membuat mata Kenan meneteskan air mata.
"Cuma di depan mama Kenan bisa nangis kayak gini." Lirihnya.
"Kenan janji sama mama, Kenan akan balasin sakitnya mama sama mereka."
Kenan memasukkan kembali foto itu dan menutup rapat lemari.
Dengan motornya, Kenan keluar untuk menyusuri jalanan yang basah karena hujan.
Jembatan yang menjadi saksi akhir dari hidup mamanya, kini mendapat tatapan sendu dari Kenan.
Ia berdiri di tepi jembatan dan merasakan dinginnya rintikkan hujan.
"Kenapa mama pergi?"
"Maafin, Kenan. Kenan udah jadi anak yang nakal dan Kenan gak bisa wujudin keinginan mama untuk bawa Mbak Nur terbang jauh ke seluruh penjuru dunia. Kenan juga gak bisa nepatin keinginan mama untuk gak nangis. Kenan lelah, ma. Kenan mau ikut mama. Kenan hancur saat mama pergi. Kenan udah mati, ma. AAAAAAAKKKHHHHH..." Teriak Kenan.
Perlahan Kenan menutup matanya dan naik pada pegangan jembatan.
Sedangkan Mbak Nur dan Pak Roni sudah kalang kabut di rumah, karena ia tidak menemukan Kenan di kamarnya.
"Roni, cepat cari ke rumahnya Mas El atau gak gitu Mas Leo." Ucap Mbak Nur.
Mbak Nur berencana akan mencari Kenan ke tempat terdekat.
El dan Leo yang dapat kabar dari Pak Roni, langsung sigap siaga dan pergi mencari. Mereka tau kemana tujuan yang harus dituju untuk mencari Kenan.
"El, ngebut." Ujar Leo.
Ini sudah ke 10 kalinya Leo menyuruhnya untuk ngebut.
"Ini hujan, Le. Jangan ngadi-ngadi. Kita juga harus jaga nyawa kita sendiri. Kenan pasti gak bakal lakuin itu lagi."
Leo mencoba sedikit tenang dan ia punya naluri untuk mengabari Adis.
"Halo, lo dimana? Dateng ke tempat yang udah gue kirim. Ini soal Kenan."
Elfariki bingung siapa yang Leo ajak bicara di telfon.
"Siapa, Le?" Tanya El.
"Adis"
"Kenapa lo kasih tau dia? Dia bakal khawatir, Le. Ko tau sendiri kan dia anaknya kayak gimana?"
"Ya siapa tau kan Kenan nanti ngelakuin hal buruk kayak dulu dan kita gak bisa bujuk dia. Lo mikir gak sih El? Gue gak mau kehilangan Kenan. Dia sahabat kita, El."
El diam dan kembali fokus nyetir dan sedikit ngebut untuk cepat sampai tujuan.
Adis di rumah sudah nangis kejer di kamar sang kakak.
"Kak Adit, ayo ikut Adis. Ayolahhh" rengeknya.
Adit masih tak menghiraukannya.
"Kak adit, kenan dalam bahaya. Ayo kita cari Kenan." Adit semakin malas.
"Duduk" Adit menyuruhnya duduk.
"Sudah tau Kenan dalam bahaya, kenapa kamu mau mencarinya?"
"Ya,..." Adis bingung dalam menjawabnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KENAN [END]
RomanceKenan dan Adis berteman sejak di bangku TK, mereka berpisah saat kelulusan Sekolah Dasar. Lalu kembali dipertemukan di satu SMA dan kembali berteman dengan baik. Namun, pertemanan mereka tidaklah murni. Mereka saling menyimpan perasaan sayang dan ci...
![KENAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/285636045-64-k998712.jpg)