Rencana Perjodohan

7.3K 210 0
                                        

Keesokan pagi nya Altarel berangkat ke sekolah seperti biasanya dan Rey juga sedang berkumpul dengan Bian dan teman teman yang lain di sebuah Cafe untuk sekedar berbagi cerita.

Setelah Altarel keluar dari komplek perumahan itu tak lama kemudian terlihat sebuah mobil yang masuk ke daerah perumahan itu dan menuju ke rumah keluarga Kenandra sesampainya di pintu gerbang rumah satpam pun membukakan pintu itu dan mempersilahkan mobil itu masuk.

Dari mobil itu keluar lah Firman dan Fatimah orang tua dari Alisya, ternyata mereka sudah di tunggu oleh Andra dan Nadya untuk membicarakan tentang sesuatu hal.

"Assalamu'alaikum" ucap Firman dan Fatimah.

"Waalaikum sallam ayo masuk" balas Nadya mempersilahkan mereka masuk.

Mereka pun kini telah duduk di sofa dan memulai percakapan tersebut hingga akhirnya mereka memutuskan bahwa perjodohan ini telah mereka terima.

"Ya sudah kalo begitu berarti keputusan kita untuk menjodohkan Alisya dan Altarel sudah kita setujui dan juga acara pernikahan mereka akan kita adakan pada hari minggu ini" ucap Nadya dengan tersenyum.

Sementara itu Altarel sedang berada di rooftop sekolah dengan sahabat sahabatnya, diantara mereka berlima hanya Zio dan Altarel yang santai karena yang lain sedang mengerjakan PR yang kemaren belum sempat mereka selesaikan.

Altarel dan Zio yang melihat mereka kesusahan akhirnya memutuskan untuk membantu mereka mengerjakan PR .

"Ini tuh gini cara nya, ngerti gak"tanya Altarel.

"Ooh ngerti ngerti Al" balas Alvin sembari menganguk anggukan kepalanya.

"Kalo soal yang ini gimana cara nya Al" kini Bagas juga ikutan bertanya.

"Oh itu lo selesain sama kayak di atas Gas" balas Altarel smbil tangan nya menunjuk kearah buku milik Bagas.

"Ooh" sahut Bagas yang akhirnya mengerti.

"Zio ini bener kan" tanya kevin sembari menyodorkan buku nya kepada Zio, mendengar kevin memanggilnya Zio pun menoleh ke arah Kevin lalu tak lama kemudian kevin pun menyodorkan buku nya untuk memperlihatkan tugas nya yang sudah selesai Kevin kerjakan.

"itu untuk soal selanjutnya sama cara penyelesaian" ucap Zio yang mengembalikan buku milik Kevin

"Oke Oke" balas Kevin.

Mereka semua pun mengerjakan PR mereka hingga selesai dan bisa beristirahat sejenak sebelum kembali ke kelas mereka.

"Hufh lebih capek dari pada ngedit vidio cuy" ucap Bagas.

"Alhamdulillah ya Allah akhirnya hamba selesai mengerjakan tugas yang seharusnya tidak hamba kerjakan" ucap Kevin membuat yang lain tercengang mendengarnya.

"Ada ada aja lo kev, kalo nggak mau kerjain kagak usah sekolah lo" sewot Alvin.

"Hm hm hm berantem lagi berantem tiap hari kerjaannya berantem mulu" Tegur Altarel yang melihat mereka akan adu mulut.

Setelah dari rooftop Altarel dan yang lain nya kembali ke kelasnya. Sesampainya mereka ber5 di kelas tiba-tiba Alisya menghampiri meja Altarel.

"Ini buku kamu, makasih ya " ucap Alisya lalu pergi ke tempat duduk nya kembali.

Altarel mengambil buku itu lalu tak lama kemudian guru pun masuk menyuruh mereka untuk mengumpulkan PR mereka ke depan dan Altarel hanya menitipkan bukunya kepada Bagas agar sekalian ia kumpulkan.

******

Sehabis dari sekolah Altarel langsung pulang kerumah tak seperti para sahabatnya yang menuju ke markas ia lebih memilih pulang kerumah.

Sesampainya dirumah Altarel yang hendak menuju ke arah kamar pun di panggil oleh Nadya dan disana juga ada Andra dan Rey yang juga sudah pulang dari cafe

"Al sini" panggil Nadya.

Altarel pun menuju kearah mama nya itu lalu duduk tepat di samping Rey.

"Al jadi gini mama udah jodohin kamu sama anak temen mama dan papa anak mereka itu baik lho bahkan dia sholeh" ucap Nadya dengan tersenyum.

"Kamu bakalan nikah hari minggu " lanjut Nadya.

Degg!

Seketika tubuh Altarel mematung mendengar perkataan mama nya, karena mama mengatakan jika dia sudah di jodohkan bukan bakalan di jodohkan itu berarti mama nya sudah menerima perjodohan itu tanpa sepengetahuan dirinya.

"Mama sama papa bakal seneng kalo kamu nerima perjodohan ini nak " ucap Nadya yang telihat sangat senang.

Altarel mentap mama nya itu yang terlihat sangat senang, ada rasa ingin menolak namun melihat kedua mata orang tua nya seketika membuat dirinya binggung harus menerima atau menolak.

"Kamu mau kan Al nerima perjodohan itu" ucap Andra.

Altarel beralih menatap kearah Andra yang juga terlihat senang dengan perjodohan ini.

'Pengen nolak tapi orang tua udah seneng, kalo gue tolak pasti mereka bakalan sedih, kalo nerima apa gua bakal nerima nih cewek, bingung gue jadinya huh' batin Altarel.

"Kamu mau kan nak?" tanya Nadya.

Altarel menghela nafas. "Kalo itu yang terbaik buat aku, yaudah" balas Altarel.

Terlihat senyuman yang begitu bahagia dari mereka, melihat senyuman itu Altarel juga merasa senang karena ia juga tersadar selama ini ia hanya membuat mereka sedih dan khawatir dengan dirinya yang sering berantem pulang pulang hanya membawa luka lembam di wajah nya.

"Oh ya ma kenapa harus Altarel dulu kan bang Rey yang seharusnya nikah baru aku? " tanya Altarel.

"Iya seharusnya memang kayak gitu tapi karena calon nya abang kamu itu masih disana dan katanya mereka mau liburan dulu sebelum hari H. tapi kata abang kamu lebih baik kamu dulu yang nikah karena setelah pernikahan kamu 1 atau 2 minggu lagi baru abang kamu balik lagi dari sana ke Indonesia, mereka nikah nya disini" ucap Nadya.

Altarel kini beralih menatap kearah Rey yang juga sedang menatap kearahnya hingga membuat mereka saling tatap tatapan.

"Emang calon istri lo orang sana" tanya Altarel.

"Dia orang Indonesia cuma dia disana juga buat kuliah" balas Rey.

"Yaelah gua kira calon lo bule taunya orang Indonesia juga" ucap Altarel.

"Ya kalo orang bule mah belom tentu dia muslim Al, ada ada aja lo" balas Rey.

"Iyelah tu" Altarel menirukan nada bicara yang ada di film kartun upin dan ipin.

Sementara itu Alisya juga sudah di beri tahu jika dirinya akan di jodohkan dengan Altarel, awalnya Alisya kaget mendengar dirinya akan di jodohkan dengan Altarel namun karena ia tak mau membantah ia pun menyetujui perjodohan walaupun ia juga ragu jika dia dan Altarel menikah entah bagaimana rumah tangga mereka nanti dan juga apakah Altarel akan menerima nya karena mereka dijodohkan bukan karena keinginan mereka sendiri.

"Jadi gimana Sya kamu mau kan nak" ucap Fatimah.

"I-iya umi" balas Alisya.

BERSAMBUNG......

Gays kalo ada banyak typo maaf ya, kalian boleh komen kok ok🙏🙏

ALTAREL [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang