Ternyata cuma mimpi

5.7K 122 0
                                        

Assalamu'alaikum semua udah gak terasa cerita ini udah mau tamat aja mungkin tinggal satu chapter lagi jangan lupa di vote ya gays babay.

👻👻👻👻👻👻


"Zaaaahraaa" teriak seorang laki laki lalu menghampiri Alisya.

Lelaki itu memeluk erat tubuh Alisya yang membuat seseorang menahan cemburu nya dan untung nya Zidan sedang berada di gendongan Altarel karena tadi Alisya mengeluh karena tangan nya yang terasa kebas akibat menggendong Zidan terlalu lama. Tau lah siapa orang yang sedang cemburu ituu, yap itu Altarel, dari wajahnya saja ia sudah ketahuan kalo sedang cemburu.

"Aku duluan, mau nidurin Zidan di kamar" ucap Altarel dingin lalu berlalu pergi.

"Biar gue anterin Al ke kamar Alisya." tawar Bian yang dibalas anggukkan dari Altarel.

Altarel pun di antar ke kamar oleh Bian terlihat jelas dari wajah Altarel yang terlihat cemburu itu.

"Maaf Rio aku udah nikah kita harus jaga jarak sekarang" ucap Alisya sembari mendorong pelan tubuh Rio hingga cowok yang di panggil Rio itu melepaskan pelukanya.

"Tapi kita kan cuma sepupu emang gak boleh" ucap Rio.

"Rio Zahra bener kalian harus jaga jarak, Dia udah nikah " ucap Bu Hani mama nya Rio.

"Iya ma" balas Rio.

*****

"Kak bangun udah zuhur " ucap Alisya membangunkan Altarel yang sedang tidur itu.

Altarel pun terbangun dari tidurnya dengan wajah bantalnya.

"Bangun kak kita sholat dulu" ucap Alisya.

Wajah Altarel seketika berubah menjadi datar menatap kearah Alisya yang membuat Alisya menjadi bingung.

"Rio itu siapa kamu" tanya Altarel dingin.

Alisya yang mendengar itu semakin bingung di buatnya. "Jawab Sya jangan diem aja" ucap Altarel yang masih menatap datar ke arah Alisya.

"Aku gak ngerti apa yang kakak omongin" balas Alisya.

Altarel kini terlihat sangat marah, ia menatap kearah lain dengan tersenyum miring. Hal itu membuat Alisya takut, ia takut jika Altarel akan membentaknya seperti dulu lagi.

"Jelasin Sya siapa Rio sebelum aku bener bener marah sama kamu" ucap Altarel menatap tajam kearah Alisya.

Alisya sangat ketakutan dan ia mencoba mengingat siapa Rio dan akhirnya ia menduga jika Rio yang Altarel maksud adalah sepupunya.

"Oh Rio sepupu aku ya kak" tanya Alisya dengan hati hati.

Pertanyaan Alisya dibalas deheman oleh Altarel,"Rio yang kakak maksud yang panggil aku Zahra ya" tanya Alisya kembali dan masih di balas deheman oleh Altarel.

"Memangnya kakak liat aku sama Rio lagi ngapain? " tanya Alisya lagi.

"Pelukan" balas Altarel singkat.

Alisya tersenyum membuat Altarel mengerutkan keningnya bingung. "Ya Allah kak, Rio yang kakak maksud itu masih kecil, masa kakak cemburu liat aku di peluk sama anak kecil" ucap Alisya.

"Hah masih kecil segede itu kamu bilang dia masih kecil" ucap Altarel.

Alisya pun memakai kembali cadar nya dan menarik lengan Altarel agar mengikutinya. Mereka pun sampai di tempat semua orang yang sedang berkumpul.

"Rio" panggil Alisya.

Merasa dirinya di panggil bocah yang mungkin berusia 7 tahun itu menghampiri Alisya dan Altarel.

"Ada apa kak Zahra? " tanya Rio.

"Nih ada yang cemburu liat kamu peluk kak Zahra" ucapan Zahra membuat mata Altarel melebar dan untungnya yang lain tidak mendengar.

"Lah Bang kenan kok cemburu sih kan aku cuma peluk kak Zahra bukan nikahin dia" ucap Rio.

"Panggil apa tadi bang kenan? " Altarel dibuat terkejut dengan panggilan dari si Rio karena belum pernah ada orang yang memanggilnya dengan nama itu.

"Iya nama abang nya kan Muhammad Altarel Kenandra jadi aku panggil abang, bang kenan aja" jelas Rio.

"Lho kalian kok udah turun kan tadi bunda bilang istirahat dulu zidan nya biar bunda yang gendong biar kalian bisa istirahat" ucap Bunda Alisya adik dari Abi Alisya.

"Ini bunda Kak Altarel nya cemburu karena Rio peluk Alisya makanya kita turun" ucap Alisya

"Eh enggak ya mana ada aku Cemburu" balas Altarel tak Terima.

"Jangan bohong tuh keliatan kalo kak Altarel cemburu" ucap Alisya.

"Mana ada" balas Altarel.

"Udah jangan pada ribut sana istirahat lagi" ucap Bunda Alisya.

Mereka pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar meskipun tadi sempat menolak namun karena bundanya Alisya tetap bersikeras untuk menyuruh mereka istirahat alhasil mereka hanya bisa menuruti saja.

"Maaf ya udah salah paham" ucap Altarel ketika mereka sudah ada di kamar.

"Iya" balas Alisya lalu pergi menuju ke kamar mandi yang ada di kamar nya untuk berwudhu.

"Kak sholat " lanjut Alisya.

"Udah tadi sebelum tidur" balas Altarel.

"Lah berarti kakak baru tidur dong tadi" ucapan Alisya dibalas anggukan dari Altarel.

"Maaf ya udah bangunin" ucap Alisya.

"Iya gak papa" balas Altarel.

Alisya pun akhirnya masuk ke kamar mandi untuk  berwudhu, setelah selesai Alisya memakai mukena nya dan melaksanakan sholat Zuhur.

'Syukur deh kalo cuma mimpi' batin Altarel sembari tersenyum.

*****

Sore harinya mereka memutuskan untuk pulang waku sebenarnya sudah disuruh menginap namun karena besok Altarel pergi ke kantor mereka pun harus pulang.

"Kita pulang dulu ya Umi, Abu" ucap Altarel lalu menyalami tangan mertuanya diikuti oleh Alisya.

"Iya hati hati ya"

"Assalamu'alaikum" ucap Altarel dan Alisya.

"Waalaikum sallam" jawab umi dan abi.

Mobil Altarel pun melaju meninggalkan perkarangan rumah Umi dan Abi.

Bersambung.....

Jangan lupa di vote ya prend. 😄

ALTAREL [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang