[Draco Malfoy & Luna Lovegood]
Lima tahun setelah perang melawan Voldemort, dunia sihir jauh lebih aman dibandingkan sebelumnya. Butuh waktu lebih dari dua tahun untuk mengembalikan keadaan dan memperbaiki kerusakan akibat perang.
Semua tampak jauh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌗
Langit sudah semakin gelap, bersamaan dengan datangnya waktu malam. Cuaca dingin dan gemuruh yang tiba-tiba terdengar pun menambah kesan seram arah yang akan dituju. Sebuah rumah di tengah hamparan rumput yang luas terlihat sangat hangat dari kejauhan.
Seorang gadis yang tengah memeluk keranjang buah yang dibawanya pun mempercepat laju langkah kakinya. Tetesan air yang jatuh dari langit gelap membuat dirinya semakin mempercepat langkahnya, bahkan setengah berlari. Langkah kakinya membawa gadis itu menuju ke arah rumah yang tampak sangat hangat dari luar.
“Luna?”
Gadis yang memiliki nama tersebut langsung melambaikan tangannya dari kejauhan ketika seorang pemuda yang baru saja keluar menatap ke arahnya. Senyum keduanya mengembang, membuat pemuda itu berlari kecil menghampiri sang gadis yang tengah kesulitan membawa barang bawaannya.
“Ku pikir kau tak akan datang, mengingat hari sudah malam.”
“Tidak mungkin aku tidak datang, Harry. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku dahulu sebelum datang ke sini,” jawabnya dengan suara yang sangat lembut.
“Biar ku bantu, Luna. Kau segera masuk ke dalam dan hangatkan dirimu. Yang lain sudah menunggu kedatanganmu sejak tadi.”
Luna Lovegood segera memberikan keranjang buah yang ia bawa kepada Harry—Harry Potter, sang pahlawan yang berhasil membunuh Voldemort dan menyelamatkan dunia. Segera setelah barang bawaannya diberikan kepada Harry, Luna berlari masuk ke dalam rumah. Ia masuk ke dalam Burrow, menemui teman-temannya yang sudah menganggap dirinya seolah bagian dari keluarga mereka.
“Selamat malam!”
Semua orang yang berada di dalam rumah itu menatap ke arah sumber suara, ke arah Luna yang berdiri di depan pintu. Beberapa detik kemudian setelah semua orang menyadari kedatangan Luna, seorang gadis bersurai merah langsung berlari dan memeluk Luna erat.
“Aku pikir kau tidak akan datang! Ayo cepat masuk, di luar pasti sangat dingin.”
“Terima kasih, Ginny.”
Luna pun segera melepaskan sweater berwarna ungu terang yang ia rajut sendiri, menggantungkan sweater tersebut di balik pintu rumah itu. Ia segera menghampiri satu per satu anggota keluarga di sana, memeluk singkat para anggota keluarga Weasley.
“Kenapa kau baru datang sekarang, Luna? Apakah kau sangat sibuk saat ini?” tanya Hermione yang kini duduk di samping Luna di sofa yang tak jauh dari meja makan.
Hermione membawa nampan berisi pie dan buah-buahan, memberikannya kepada Luna yang duduk dengan senyuman yang tidak pernah pudar di wajahnya. Melihat raut wajah bahagia Luna, semua orang yang berada di Burrow tidak akan pernah menyangka jika gadis itu sedang banyak masalah.