22. Rencana gagal

1.7K 226 9
                                        

Haechan menatap langit-langit kamarnya, hari sudah gelap dan dia sendirian diapartemen ini, Renjun sibuk dengan pendaftaran kuliahnya jadi tidak bisa menemaninya. 
"Aku harus menyusul mereka." Haechan bangkit dari duduknya kemudian keluar dari kamar, tangannya mengotak-atik ponselnya dan menelfon seseorang. 

"Halo? Hyung, siapkan pesawat untukku. Aku akan menyusul ke Yokohama." Haechan langsung mematikan panggilan setelah berkata demikian, ia masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil sport merah itu menuju ke bandara. Haechan harus menemui Mark dan Mike sekarang.

"Ish, kenapa mereka tidak mengangkat telfonnya?!" Haechan melemparkan ponselnya ke kursi yang ada didepannya, membuat Taeil harus menghindar karena tidak mau terkena lemparan benda kotak itu. 

"Mereka masih dalam misi, mungkin sibuk." ucap Taeil. 
"Kenapa juga misi itu harus dilakukan selama satu minggu?" tanya Haechan, 
"Misi berkepanjangan, itu pun Mark dan Mike sudah mempersingkatnya agar tidak terlalu lama disana." penjelasan Taeil tidak membuat suasana hati Haechan membaik, anak itu memilih untuk memakai penutup mata kemudian memeluk boneka singa miliknya yang sudah disemprot dengan parfum yang biasa dipakai oleh si kembar untuk menenangkan dirinya, oh dia tentu saja merindukan kedua orang itu, sudah tiga hari sejak keberangkatan mereka untuk misi. 

Selama perjalanan Haechan menghabiskan waktunya dengan tidur karena memang sudah malam, besok dia memerlukan tenaga untuk menghampiri kedua tunangannya. 


Haechan sampai di bandara Haneda, Taeil sudah memanggil satu sopir untuk menjemput mereka, kedatangan Haechan ini juga tidak diketahui oleh si kembar tentunya, Haechan tak membolehkan anak buah si kembar memberikan kabar, ia ingin memberikan pelajaran pada kedua orang itu. 

"Aku sudah membooking hotel, mau kesana dulu dan sarapan?" tanya Taeil ketika mereka baru masuk ke dalam mobil,
"Tidak, bawa aku langsung ke tempat mereka."
"Tapi disana bahaya, mereka sedang melakukan misi." 
"Aku tidak peduli." jawaban Haechan sudah final, Taeil hanya bisa menuruti perkataan atasannya itu, 


Mereka pergi ke salah satu hotel di Yokohama yang menjadi tempat penyergapan, Haechan bisa melihat beberapa anak buah si kembar yang menyamar, oh bukan berarti mereka tidak jago dalam hal itu, tapi Haechan memang mengingat beberapa wajah anak buah tunangannya. 

"Dimana mereka?" 
"Ada di ballroom." kepala Haechan mengangguk mendengarnya, dari penjelasan Taeil dia menangkap kalau target mereka mengadakan pesta di hotel ini. Haechan menggunakan tuxedo milik Taeil, supaya tidak terlalu mencolok, Haechan juga diberikan earphone yang digunakan untuk berkomunikasi, lantas Haechan kemudian menghampiri Mark yang tak jauh darinya, sedang bersama dengan seorang wanita dan berbincang dengannya. 
"Sialan, jadi misi mereka juga merayu wanita atau bagaimana?" Haechan mengambil satu gelas jus jeruk yang ada dimeja dan menghabiskannya dalam sekali teguk sebelum ia berjalan menghampiri Mark. 

"Permisi, maaf mengganggu tapi bisa menyingkirkan tanganmu dari suamiku?" Haechan datang secara tiba-tiba, menarik tangan wanita beta yang dengan seenaknya memeluk lengan Mark. Pria yang menjabat sebagai mate-nya itu terkejut bukan main saat melihat Haechan tiba-tiba muncul. 

"Suami? jangan bercanda, dia masih lajang dan belum menemukan mate-nya, iya kan?" wanita itu menatap Mark, dalam hati Haechan menyumpahi Mark jika saja pria itu menjawab berbeda dengan keinginannya. 

"Ah kami baru bertemu sekali, aku memang tertarik padanya." jawaban Mark tak memuaskan Haechan, sama sekali jauh dari dugaannya. 

"Haechan, apa yang kau lakukan? Jangan mengacaukan rencana."  Haechan mendengar suara Mike dari earphone, dengan senyum miringnya ia melepaskan lengan dari Mark. 
"Oh maaf, sepertinya hanya aku yang berfikiran demikan." ia memasukkan sesuatu ke dalam saku jas milik Mark. 

SUGAR CRIME (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang