Sang surya telah naik cukup tinggi sehingga membuat cuaca lumayan panas. Sama panasnya dengan suasana di perjamuan teh para nona muda itu. Semua orang tampak terganggu dengan kedekatan putri bungsu Penyihir Agung dan anak haram Viscount Deuter.
Siapa yang tidak tahu dengan keluarga Havellort? Satu-satunya keluarga penyihir alam di kekaisaran ini sekaligus pemimpin menara sihir Arcane secara turun-temurun. Sebagai salah satu keluarga bangsawan tersohor, tentu saja anggota keluarga Havellort juga ikut disorot.
Duke Sirius Havellort, kepala keluarga dengan sosok tenang yang memukau. Duchess Karina Havellort, sang nyonya berbudi luhur dan selalu diiringi kesempurnaan. Lalu putra pertama mereka, Lord Klein Havellort yang digadang-gadang akan menjadi penyihir terkuat kelak. Mereka adalah orang-orang terpuji anggota keluarga Havenford yang begitu dihormati.
Namun sangat disayangkan, keluarga sesempurna itu masih harus diberkati dengan satu celah yang fatal. Sang putri bungsu, Bridget Havellort dikenal senang membuat onar. Gadis berusia sembilan tahun itu tidak beda jauh dengan seekor kukang pemalas. Dirinya bagaikan kuman membandel yang menempel pada nama Havellort.
Gadis bersurai biru langit mewarisi kecantikan paripurna sang duchess. Sifat dingin nan tenang seperti ayahnya. Namun ada anomali pada gadis, ia mewariskan wajah cantik sang ibu, siapa yang tidak setuju jika Bridget itu cantik? Tentu saja, dia cantik amat cantik, bahkan digadang-gadang akan jadi kupu-kupu sosial di masa depan.
Tetapi dengan sifat se-minus itu, apakah mungkin dirinya dijuluki Social Butterfly? Tentu saja, tidak.
Kepribadian seorang Bridget sama sekali tak menunjukkan sifat seorang wanita bangsawan. Malas mengikuti acara sosial, tidak suka keluar rumah, dan senang berbicara kasar menjadi hal paling dihindari seorang gadis bangsawan. Ego-nya yang sangat tinggi dan diikuti oleh sifat malas yang luar bisa adalah momok paling mengerikan bagi sang ibunda.
Setiap saat, Duchess Karina telah mencoba menyadarkan Bridget untuk bersikap lebih baik dan lebih banyak tersenyum setiap kali ada yang menyapa. Namun, hal itu selalu dibantah oleh Bridget dengan wajah kesal dan nada ketus.
"Mama adopsi saja anak monyet yang selalu tersenyum setiap bertemu orang!"
Oh, astaga, Karina rasanya ingin melempar gadis bersurai langit itu ke tengah lautan, jika saja ia bukanlah anaknya. Wajah datar penuh kekesalan itu sungguh mirip dengan sang suami ketika dimarahi untuk bekerja.
Sebenarnya, bukan salah Bridget jika ia memiliki celah sebesar itu. Sesungguhnya, sifat malas yang ia miliki berasal dari kedua orang tuanya sendiri.
Walaupun terlihat sangat profesional, Duke Sirius adalah seekor kukang jika berada di lingkungan rumah. Tidak mau bekerja dan selalu mendep di dalam kamar untuk tidur seharian. Lalu sang ibunda, Duchess Karina sendiri adalah wanita dengan kebiasaan buruk jika sudah masuk ke dalam ruang musik. Setiap kali ia masuk ke dalam ruang musik, yang ia lakukan bukanlah memainkan alat musik melainkan lesehan di lantai marmer yang dingin.
Mungkin dari luar terdengar suara biola yang dimainkan dengan padu dan penuh penghayatan. Tetapi kenyataannya, sang nyonya hanya tidur diatas lantai dan memainkan musik dengan sihir. Ya, saking tidak ingin ada yang melihat sisi malasnya, ia sampai bersembunyi di ruang musik sendirian dan membuat skenario sendiri pula.
Sesungguhnya, mulut para pelayan itu tidak lain dengan bom berjalan. Mereka menyebarkan rumor seperti sumbu yang menghantarkan api ke pusatnya. Lalu ketika bom itu meledak, menandakan seorang bangsawan telah mengetahui keburukan bangsawan lain. Duchess Karina benar-benar menjauhi hal itu terjadi pada keluarganya.
Namun sialnya, Bridget–yang sangat disayangkan ternyata adalah putri bungsunya–tidak mau repot-repot menutupi kebiasaan buruknya. Gadis itu dengan senang hati tertidur di perjamuan teh sambil menelungkupkan kepala diatas meja dan menutup mata dengan sebelah tangan. Dan, voila! Muncullah julukan baru untuk Bridget, yaitu 'Nona Kukang Pemalas'.
KAMU SEDANG MEMBACA
SNORETT: The Devil Lady
Fantasy[Warn: 17+ | Harsh Word | Blood Scene] [Judul awal "Freedom for The Evil Lady"] Freedom series #1 Snorett McDeux of Dexter, seorang nona muda dari keluarga Grand Duke of Dexter yang sangat terpandang. Namun sayangnya hidup sebagai putri seorang Gran...
