Selamat membaca! Jangan lupa vote-nya ya!
*****
Aku berteriak keras, sangat keras. Aku benar-benar syok. Kenapa aku tidak mati?! Kenapa aku masih ada dirumah terkutuk ini?! Kenapa aku dihidupkan kembali?!
Brakk!!!
"Nona?!!" suara seseorang yang kukenali terdengar.
Aku melirik pintu yang berada disamping kiriku. Pelayan pribadiku, Cerry, terlihat panik melihat diriku. Posisiku masih terduduk diatas lantai dengan kedua tanganku menangkup kepala.
Cerry mendekatiku, kemudian membantuku berdiri. Aku menatapnya dengan pandangan kosong. Raut wajah gadis berambut cokelat susu itu terlihat sangat khawatir. Dia benar-benar mengkhawatirkanku.
Kau bodoh, Snorett. Selama ini banyak orang yang mencintai dan menyayangimu, tapi kenapa kau malah mengejar kasih sayang pria bau tanah dan cinta dari bocah kencur itu!
Dapat kurasakan cairan panas mengalir dipipiku, aku menangis. Dan Cerry terlihat sangat panik melihatku menangis. Tubuhnya bergerak heboh, memeriksa seluruh tubuhku.
"No-nona! Apa ada masalah? Apa anda terluka? Mana yang sakit?!!" tanyanya beruntun dengan kecepatan 250km/jam.
Aku terkekeh pelan sembari mengelap pelupuk mataku. Aku menatap Cerry dalam, dia terlihat bingung saat kutatap. Aku merasa sangat bersalah karena telah membunuhnya dulu.
Cerry merupakan pelayan pribadiku, dia sudah mengurusku sejak aku berumur empat tahun. Saat pertama kali diperkenalkan sebagai pelayanku, dia baru berumur sembilan tahun. Benar, dia lima tahun lebih tua dariku. Dia orang pilihan ibuku yang berasal dari keluarga rakyat jelata pengikut Count of Grey.
Nama lengkapnya Cerry Kreon. Dihari pertama menjadi pelayanku, dia sangat ribut dan banyak berbicara. Berbanding terbalik denganku yang tenang namun agresif. Saat itu karena kesal, aku memukul mulutnya menggunakan gagang pedang kayu latihanku. Setelah itu dia tidak lagi mengajakku berbicara, namun tetap mengikutiku kemanapun dan sangat loyal serta setia padaku.
Tapi pada akhirnya dia mati ditanganku dengan sia-sia. Saat itu, umurku 17 tahun, pada acara debutante-ku Sophia muncul dan menarik perhatian semua orang, bahkan Adrien. Karena kesal, aku menampar Sophia dihadapan semua orang, kemudian pergi meninggalkan pesta itu.
Perasaan kesalku belum hilang sepenuhnya, karena itu aku memanggil Cerry kekamarku lalu menyiksanya diruang bawah tanah rahasia yang aku ciptakan. Dan saat itulah, Cerry menghembuskan nafas terakhirnya karena penyiksaan yang aku lakukan. Bahkan aku membiarkan jasadnya disana hingga hari aku dieksekusi, alias jasadnya terbengkalai selama empat tahun.
Sejak kecil aku sudah kejam, efek dari lingkungan yang kurang memperhatikanku. Aku selalu ingin mendapatkan kasih sayang, jadi aku melakukan hal-hal yang jarang dilakukan perempuan agar mendapat atensi ayah. Mulai dari berkuda, seni pedang, bela diri, panahan, dan hal-hal yang berkaitan dengan laki-laki.
Aku ingat dulu hampir diturunkan ke medan perang karena kemampuanku yang mumpuni. Saat itu aku berumur 17 tahun, dan hampir menjadi ksatria wanita pertama di Callesius. Namun dibatalkan, karena aku adalah calon permaisuri masa depan alias tunangan putra mahkota.
Ahh ... kalau dipikir-pikir, kurasa akan sangat menyenangkan jika bisa menjadi seorang ksatria.
Hmm ... ide yang bagus.
"Na?"
"Nona?"
Aku terkesiap, panggilan Cerry menyadarkan diriku dari lamunan. Aku menggeleng pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
SNORETT: The Devil Lady
Fantasy[Warn: 17+ | Harsh Word | Blood Scene] [Judul awal "Freedom for The Evil Lady"] Freedom series #1 Snorett McDeux of Dexter, seorang nona muda dari keluarga Grand Duke of Dexter yang sangat terpandang. Namun sayangnya hidup sebagai putri seorang Gran...
