Absen dulu dong, asal mana aja yang baca?
Selamat membaca! Jangan lupa vote-nya ya!
*****
"Jadi menurut kalian aku mirip dengan Snowlet si Peri Musim Dingin?" tanya Snow dengan penuh kehati-hatian.
Kedua orang berbeda gender dan bangsa itu menganggukkan kepala. Namun terlihat perbedaan yang amat signifikan dari keduanya. Cerelia hanya mengangguk singkat sementara Kiehl menganggukkan kepalanya berkali-kali dengan penuh semangat. Ya, memang pada dasarnya bocah itu hiperaktif jadi harap dimaklumi.
"Benarkah? Mungkin hanya rambut kami yang sama, mata kami pasti berbeda!" Snow kembali menyangkal.
"Tidak, Snowlet memiliki mata berwarna merah," ujar Cerelia kalem. Kiehl menanggapi dengan menganggukkan kepalanya semangat.
"Aku pernah bertemu dengan Snowlet sekali, Lady. Dan dia mirip denganmu, walau sifat kalian berbanding terbalik sih." Kali ini Kiehl yang berkomentar.
Snow langsung meletakkan telapak tangannya didepan mulut. Setiap kali ia terkejut ia pasti reflek melakukannya. "Kupikir Snowlet memiliki mata berwarna biru."
Sebelah alis Cerelia terangkat. "Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?"
Tangan gadis berambut putih itu bergerak mengelus tengkuknya sendiri. "Kau tahu 'kan, salju dan musim dingin tidak jauh-jauh dengan warna putih dan biru. Seperti penampilanmu saat ini, penampilanmu didominasi dengan warna cerah dan hangat. Merah muda, ungu, magenta, dan hijau sangat mencerminkan suasana musim semi. Lagipula mengapa Snowlet memiliki mata merah, apa dia masih berhubungan dengan iblis?"
Cerelia dan Kiehl berdecak tak senang saat mendengar penjelasan seorang Snow. Pasti disela-sela sebuah pembicaraan dia pasti selalu merendahkan dirinya sendiri. Dengan mengatakan mata merah berhubungan denagn iblis, secara tak langsung ia menyebut dirinya sendiri iblis.
"Hei! Tidak semua peri memiliki penampilan yang berhubungan dengan musim yang mereka kehendaki. Seraphine pixie musim semi di benua Wesley memiliki rambut berwarna hitam dan mata berwarna perak. Seraph pixie musim panas di benua Ostern juga memiliki rambut berwarna ungu dan mata berwarna hitam. Disetiap benua pasti ada peri yang memiliki penampilan yang tidak mencerminkan musim yang mereka emban. Di benua kita ada Snowlet dengan mata merahnya," jelas Cerelia kesal.
Baru saja Snow hendak menanyakan perihal mata merah sang peri musim dingin. Tetapi Kiehl malah memotongnya sebelum ia sempat berbicara.
"Mata merah milik Snowlet tidak ada kaitannya dengan iblis, Lady."
Snow kembali melakukan kebiasaannya ketika terkejut. Bagaimana tidak terkejut, selama dua puluh satu tahun ia hidup. Semua orang selalu menyangkut pautkan mata merah yang ia dan keluarga kakeknya miliki dengan makhluk penghuni dunia bawah yang disebut iblis. Sangking seringnya, terkadang Snow sampai tertidur diruang kelas karena terlalu sering dikatai begitu saat di akademi.
"Snowlet memiliki mata berwarna merah karena ia terlahir dari sari bunga damaskus merah yang tumbuh dipegunungan Creoline," jelas Kiehl.
Sebelah alis Snow terangkat saat mendengar penjelasan Kiehl. "Setahuku mawar damaskus merupakan tanaman yang renta terhadap suhu rendah. Bagaimana bisa bunga itu tumbuh di gunung salju abadi itu?"
"Karena mawar damaskus di gunung itu berevolusi. Tumbuhan itu tidak lagi layu atau merontokkan daunnya karena sudah terbiasa diterpa udara dingin atau cuaca ekstrim. Itulah mengapa mawar damaskus disana sangat kuat dan lebih indah," kali ini Cerelia yang berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
SNORETT: The Devil Lady
Fantastik[Warn: 17+ | Harsh Word | Blood Scene] [Judul awal "Freedom for The Evil Lady"] Freedom series #1 Snorett McDeux of Dexter, seorang nona muda dari keluarga Grand Duke of Dexter yang sangat terpandang. Namun sayangnya hidup sebagai putri seorang Gran...
