THE PAST
Kembalilah Selagi Bisa
Tentang kehidupan yang di lalui oleh gadis yang bernama Azkia Putri Dyvetta. Gadis sulung dari dua bersaudara. Orang-orang biasa memanggil Azkia atau Azz. Seorang gadis yang dibilang cukup pemberani, ceri, dan sedikit...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
CERA duduk di bangku penumpang, memandangi kaca jendela mobilnya. Langit siang itu memang sedang cerah. Namun tidak dengan perasaannya. Setelah mendapat kabar tentang sahabatnya. Perasaannya menjadi bercampur aduk. Rasa lega Cessy ditemukan, dan juga rasa kahwatir Azkia dan Cessy yang dikejar oleh penculik. Semuanya bercampur di pikiran dan perasaannya yang tidak bisa diungkapkan. Hanya ekspresi yang terlihat. Cera kini sedang dalam perjalanan ke lokasi yang di beri tau oleh Vera.
Sesampainya Cera tadi di kediaman Azkia. Setelah mendapat kabar dari Vera. Cera dengan cepat memberi tau kan kabar yang ia dapat. Kepada kedua orang tuanya yang sedang berada dirumah Azkia. Dan memeberi tau kan kepada mamahnya Azkia. Mereka pun dengan cepat bergegas untuk menemui Vera di Bogor. Dilokasi yang sudah di berikan Vera.
Kini mereka masih di dalam perjalanan. Cera yang duduk bersebelahan dengan Esha, dan satu mobil dengan keluarganya. Sedangkan Shani yang membawa mobil mamahnya Azkia. Ditemani oleh Oniel, Rissa, dan Sava.
"Raa semoga mereka baik-baik ajah yah. Aku bener-bener takut" ucap Esha di sela-sela perjalanan mereka. Raut wajahnya tak kalah panik dengan Cera, sedari mengetahui kabar sahabatnya.
"Gua juga sebenernya takut Sha. Tapi kita berdoa aja. Semoga engga terjadi apa-apa dengan mereka" balas Cera.
"Iyah Raa" balas singkat Esha. Lalu memeluk Cera. Cera pun ikut mebalas pelukan sahabatnya itu. Mereka saling memberika pelukan untuk menenangkan satu sama lain.
"Plesss Azz. Tunggu aku" gumam Esha dalam dirinya.
Kedua mobil itu melaju beriringan ke lokasi. Sama halnya dengan Cera. Sang mamah setelah mendengar keadaan kedua putrinya. Perasaannya sangat cemas. Saat mengetahui kedua putrinya sedang di kejar oleh penculik itu. Rasa cemasnya tak berhenti, sedari tadi mereka berangkat. Rissa yang berada disebelahnya pun hanya bisa mencoba menenangkan saja.
"Tann Azkia dan Cessy tidak akan kenapa-kenapa ko. Aku yakin itu" ucap Rissa yang mencoba menenagkan mamah Azkia. Ia juga memeluknya, di ikuti dengan Sava yang berada di sebelahnya. Posisi sang mamah itu berada di tengah. Antara Rissa dan Sava.
"Iyah tan. Azkia kuat ko. Dia pasti akan menjaga Cessy dengan baik" ucap Sava.
"Terima kasih nak. Kalian memang teman yang baik. Beruntung sekali anak tante dapat bertemu dengan kalian" balas mamah Azkia mendengar ucapan dari teman-teman putrinya itu. Ia mencoba menenagkan dirinya sedendir. Sedangkan Shani dan Oniel yang melihat mereka hanya ikut tersenyum melihatnya.
Sudah hampir dua jam mereka menempuh perjalanan. Jalur yang mereka lewati cukup lancar. Hanya mendapat kemacetan yang tidak terlalu lama. Kini mereka sudah memasuki daerah Bogor. Cuaca mulai berubah menjadi sore. Awan senja mulai menampakan di langit, sore itu. Mereka kini sedang melaju menuju lokasi Vera berada. Sesuai titik yang sudah diberikan Vera.
***
Sedangkang disisi lain. Azkia dan Cessy yang sedang beristirahat di sebuah mini market didekatnya. Setelah mengalami aksi kejar, kejaran itu. Mereka berdua sedang menunggu kedatangan Vera. Yang sudah Azkia beritaukan posisi mereka.