episode (5,2).

605 85 1
                                        

(Name) yang berada tepat diluar kamar mandi pria karena disuruh na hwajin untuk menunggu nya ke kamar mandi membuat (name) kesal ditambah saat melihat geng kim hak jae keluar dari dalam toilet.

"Haah.... Anak anak ini apa tidak bisa belajar saja yang tenang, ya? " gumam (name) dengan lelah sebelum mendengar suara teriakan didalam kamar mandi pria.

"Ah aku ingin pergi namun jika aku pergi kakek tua itu akan mengunci leherku sampai puas! Sialan! " umpat (name) dengan kesal.

"Kami bukan pengawas lagi disini. " seruan na hwajin dari dalam sana membuat (name) berhenti bergerutu dan mendengar obralan keduanya dalam diam.

Di dalam kamar mandi pria itu Yun hyeong yang mendengar perkataan na hwajin juta terdiam.

"Itu tidak seperti segala diskriminasi akan terjadi lagi, dan budaya sekolah pasti akan pulih dengan sendirinya. Kuharap kau bisa belajar sesuatu dari  pengalaman ini. Mari bekerja sama seperti ini tidak akan terjadi lagi mengerti? " seru na hwajin. Dan langsung keluar dari toilet.

"Wah! Senior ku ini sangat pandai membuat kata kata" seru (name) dengan mencibir.

"Bilang saja kau kesal karena aku menyuruh mu menungu ku" seru na hwajin acuh tak acuh.

"Ah terserah kau sajalah.... Berdebat denganmu membuat gula darahku naik" seru (name) dengan kesal.

"Hei tapi kau tidak ada riwayat penyakit diabetes tapi riwayat darah tinggi! " seru na hwajin dengan jail.

"ITU SEMUA KARENA PERBUATAN  SENIORKU YANG SANGAT KURANG AJAR! " teriak (name) dengan jengkel.

"Jangan berteriak seperti itu.... Lebih baik ayo kita pergi karena tugas kita sudah selesai" seru na hwajin dan merangkul (name) dan berjalan bersama sama keluar dari sekolah ini.

"Yah..... Kau benar! Karena tugas pertama sudah selesai jadi perlu dirayakan bukan? " tanya (name) dengan senang.

"Jangan terlalu banyak bermimpi nona muda, karena setumpuk tugas yang akan kita kerjakan sedang menumpuk diruangan kerja karna pak tua itu" seru na hwajin membuat (name) langsung letih, lesu dan patah semangat.

"Sialan! " gumam (name).

*****************

Keesokan harinya setelah kepergian (name) dan na hwajin dari sekolah sma itu. Sekolah itu masih seperti biasanya membuat kim kyung min menjadi was was.

"Jangan berisik anak anak nakal! " teriak wali kelas kim kyung min karena kelas ini terlalu berisik.

'Tuan na hwajin dan noona (name) sudah meningalkan kami. Belum dia hari kepergian mereka berdua. Sekolah kembali seperti semua. ' batin kim kyung min yang melihat Yun hyeong yang menempelkan kertas di belakang tubuhnya yang berbunyi 'aku karung tinju sekolah. Beri aku tendangan'.

Berkat tulisan itu membuat semua murid yang berlalu lalang di Koridor sekolah langsung heboh melihat Yun hyeong melakukan hal itu.

DRAP! DRAP! DRAP!

"FLYING KNEE KICK! " kei berlari dengan sangat cepat dan langsung melompat dan menendang Yun hyeong dengan kencang.

BRUKH!

tubuh Yun hyeong terpental cukup jauh akibat tendangan kei itu membuat murid murid mulai berbisik bisik.

"Huh? Apa apaan ekspresi mu itu, bodoh? " tanya kei karena melihat tatapan tajam dari Yun hyeong.

"Aww, kesal kalau anak kelas satu menendang mu? Apa yang akan kau lakukan, memberitahu ayahmu? Bukanya kau yang mengatakan karung tinju sekolah tidak boleh dihargai meskipun dia senior? " seru kei dengan penuh cemoohan.

"Terus, apa yang kau pakai ituitu? Terlihat mahal! Lepaskan itu! " seru kei dan mencoba melepaskan hoodie Yun hyeong.

"Aku akan menyitanya! " seru kei dan terus mencoba melepaskan Hoodie Yun hyeong.

Kim kyung min yang melihat hal itu hanya bisa terdiam karena belum pernah melihat Yun hyeong di perlakukan seperti ini oleh murid lain.

'Satu satunya hal yang berubah karena usaha na hwajin dan noona adalah ryu jun hyeong menjadi target no. 1' batin kim kyung min dan berlaku begitu saja.

***************

PLAK!

suara tamparan yang keras membahan dirumah mewah milik keluarga ryu karena kepala keluarga atau ayah dari Yun hyeong menampar putranya sendiri saat melihat berita yang muncul di TV.

"Ada apa ayah? " tanya Yun hyeong yang bingung.

" 'ada apa ' kau menanyakannya?! Apa apaan di TV itu! " seru ayah jun hyeong yang menunjukan berita yang muncul di TV.

"Lalu untuk berita berikutnya anak Parlemen ryu kwang pil..... Telah terekspos karena kekerasan fisik di sekolahnya. Informasi ini terkuak dsri newtube, dan juga media sosial yang lain"

Jun hyeong yang mendengar berita itu langsung terbebelak kawan tidak menyangka hal itu akan masuk kedalam berita.

"Pak! Reporter sudah memenuhi gerbang! " seru bodyguard yang menjaga rumah kediamsn ryu.

"HENTIKAN MEREKA! JANGAN BIARKAN SATUPUN KECOAK ITU MASUK KEDALAM RUMAHKU! " teriak ryu kwang pil dengan marah.

"KAU SAMPAH BRENGSEK! TIDAK HANYA SEMUA DRAMA YANG TERJADI PADAKU, KUA JUGA! " teriak ryu kwang pil dan hendak memukul Yun hyeong mengunakan tongkat nya.

**************

setelah dipukuli habis habisan oleh sang ayah Yun hyeong terbaring di kasurnya dengan lunglai dengan gumaman yang tidak jelas.

"Aku akan membunuh mereka semua" Gumaman itu terus berulangkali diucapkan oleh Yun hyeong dengan tatapan kosong.

Setelah bergumam Yun hyeong bangun dari tidurnya dan menganti bajunya dan keluar dari rumahnya dengan banyak gen minyak tanah dan berjalan menuju kesekolah.

setelah sampai di sekolah Yun hyeong menuangkan gen minyak tanah yang dia bawa di lorong sekolah dengan tatapan kosong.

"Aku akan membunuh mereka semua! Tidak ada seorangpun yang selamat setelah berurusan denganku! " gumam Yun hyeong.

"Aku akan bakar sekolah saat mereka di pagi hari! " seru Yun hyeong dan terus menuangkan minyak tanah. Di lorong Sekolah.

(Name) dan na hwajin yang melihat Yun hyeong dari tadi dengan tatapan datar, na hwajin berjalan dengan pelan kearah Yun hyeong dan langsung menendang Yun hyeong hinga terjatuh.

BRUKH!

"Khayalan mu masih membusukanmu sampai keintimu!" seru na hwajin dengan datar.

"Kau tidak tau apa salahmu, nak? " tanya (name) yang sedikit iba melihat wajah Yun hyeong yang penuh luka.

"Mari kita perbaiki itu! Ayo mulai pendidikan yang sebenarnya! " seru na hwajin dengan wajah yang seram dengan rokok yang berada di bibirnya dengan (name) yang menatap iba kepda Yun hyeong.

"Semoga dewa memberkatimu nak! " seru (name) dengan iba.

"Kau mengatakan hal itu sama seperti kau tidak ikut mengajarinya saja" seru na hwajin.

"Tentu saja tidak! Kau saja sana! " seru (name) dengan malas.

"Kau kan bekerja sama denganku! " seru na hwajin.

"Memangnya tidak bisa kau saja? " tanya (name) dengan malas.

"Iya, karena anak seperti itu butuh diajar dan nisaheti secara baik baik oleh orang yang tepat" seru na hwajin yang tersenyum menyeramkan.

"Hah.... Entah berkat atau kesialan aku bertemu dengan mu" gumam (name) dengan pasrah.

THE REAL LESSON X READERS. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang