1)

657 39 4
                                        

Sorry for typo 🙏

Don't forget to vote and comment ⭐

Happy reading 🤗
==================


Perempuan berparas cantik bermata bulat sudah sejak kemarin mukanya ditekuk dan tak enak dipandang. Bahkan dari pagi pun dirinya tak sempat meyantap makanannya saking berantakan isi hatinya. Cewek Taurus satu ini emang sangat moody an.

"Karessta!!!"

"Berisik, Bernad Bear!"

"Heh nama gue Bernadhita yah!"

"Bodo amat ah!"

"Jelek banget itu muka? Kenapa?"

"Biasa, Dion Senandhika Hadwin posesif lagi, Hel,"

Helva menghela napas dalam, tak sekali dua kali sahabat cantiknya ini cerita tentang kedua orang tuanya yang posesif kebangetan itu, terutama sang Papa. Kadang Helva yang merasa sesak, apalagi Mikha yang menjalaninya.

Bukan rahasia lagi bila orang tua Mikha sangat pemilih apapun tentang anak semata wayangnya itu, segala hal diatur. Untuk seorang bocah kematian macam Mikha, bukannya nurut, gadis itu malah akan semakin muak dengan segala aturan yang ia dapat dari orang tuanya.

"Udah resiko lu kan jadi anak tunggal? Gue yang punya saudara aja masih suka digituin sama orang tua gue, apalagi lu, Kha," tak ada bosennya kalimat itu keluar dari Helva untuk menenangkan Mikha.

"Iya tapi gak gini juga, Hel. Kapan gue bisa bebas hah?" eluh Mikha.

"Bukannya nanti lu bisa bebas yah di tempat sepupu lu?"

"Bebas apanya? Mikirin bagaimana keseharian gue harus tinggal bareng kedua sepupu yang gak akrab itu aja bikin gue merinding njir," kesal Mikha.

"Harusnya lu seneng sih kan tinggal sama cowok ganteng, dua pula,"

"Tau dari mana lu kalau mereka ganteng?"

"Cowok kan emang ganteng, Kha. Lagian lu bilang sepupu, Kha, udah pasti visual mereka diluar nalar sih, secara lu aja cantiknya luar biasa gini,"

Mulai si Helva dengan kalimat pujiannya yang berlebihan. Padahal dirinya sendiri juga cantik dan imut, tapi seolah tak pernah bosan memuji Mikha yang bahkan hampir setiap hari mereka ketemu. Selain pengagum pria tampan, dia tuh suka bila ada cewek cantik, Mikha salah satunya.

Bukan, Helva masih normal kok. Hanya gimana yah jelasinnya, pokoknya ada kesenangan tersendiri gitu. Mengagumi lah. Kalau ketemu gak sengaja di jalan, kan langsung dipuji sama dia. Yang lebih parahnya, ada yang langsung diajak foto sana Helva.

"Lu aja gimana yang tinggal bareng mereka?" tawar Mikha.

"Boleh tuh, gak bakal kelihatan juga kan kalau kita orang yang berbeda,"

Mereka tertawa bersama setelah lelucon garing itu. Tak apa, itu lumayan untuk membuat mood Mikha sedikit kembali. Andai saja kalau Vano ada disini juga. Dari kemarin, Vano sama sibuknya dengan dirinya yang mengepaki barangnya untuk pindahan karena harus menempuh pendidikan di luar kota.

Kedua gadis itu akhirnya sibuk dengan kegiatan berberes barang milik Mikha sambil bercerita tentang banyak hal. Selain muka mereka yang mirip, sifat, kepribadian dan kesukaan mereka hampir sama semua. Tak sedikit yang menyangka Mikhaella dan Helvana adalah saudara kembar.

Satu lagi pelengkap squad mereka, Jaevano Archy Mahendra. Bila teman dan keluarga memanggil lelaki itu dengan Vano, beda dengan kedua gadis ini yang memanggil sahabatnya itu dengan Achi, Archy Mochi. Padahal mereka bertiga mempunyai pipi yang sedikit gembul, tapi hanya Vano yang dipanggil begitu.

Java & Mikha [Park Jisung & Kim Minji]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang