19)

179 23 6
                                        

Sorry for typo 🙏

Happy reading 🤗
===================


Sejak semalam pulang dari belanja dengan Jaevano, Mikha cemberut parah. Ini semua disebabkan oleh perkataan Java yang selalu membuatnya overthinking parah. Lelaki itu memberitahukan bahwa Luna akan pulang besok.

Sebenarnya tujuan Java apa memberitahunya? Kemarin saja sok perhatian dengan ngasih vitamin, ngecek kesehatan, eh belum ada sehari udah bikin Mikha insomnia lagi dan berakhir hampir tumbang saat bangun pagi tadi untuk sarapan.

"Mami pulang lusa. Batalin aja janji lu sama itu cowok! Gue gak yakin lu bakal diijinin buat pergi. Acaranya sampe jam 1 malam, Karessta."

Ah sialan dengan Java dan segala kata yang keluar dari mulutnya. Perasaan campur aduk berkecamuk di dalam hatinya. Ia benci dengan lelaki itu, tapi tak bisa terlalu membencinya. Tau ah, lebih baik dia melanjutkan tidurnya!

Diraihnya vitamin yang 2 minggu menjadi penghuni baru meja nakasnya. Gadis itu mengambil dua kapsul lalu meminumnya. Asli Mikha tak suka minum obat, tapi ini vitamin dan tak pahit, gadis itu dengan sukarela meminumnya setiap hari.

Tak butuh waktu lama, gadis itu terlelap dalam tidurnya. Membiarkan beberapa jam yang terjadi di alam mimpi menyamarkan yang ada di dunia nyata. Yah biarkan gadis ini tertidur tanpa perlu tau yang sebenarnya.

"BUDHE!!!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"BUDHE!!!"

"UH KEPONAKAN CANTIKNYA BUDHE!!!"

"NGAPAIN SIH TERIAK? ORANG DI RUMAH JUGA!?!"

"DIAM, LINGGA!!!"

Mendapat teriakan dari sang Mami yang mukanya sangat tidak bersahabat itu membuat Gama terdiam seketika, takut dicoret dari KK. Nyari perkara saat sang Mami dalam keadaan capek adalah hal yang sangat tidak ia rekomendasikan.

"Kamu baik-baik aja kan, Sayang?"

"Lingga baik-baik aja, Mi. Mas Raja seperti biasa sibuk laporan,"

"Mami gak nanya kamu, Kalingga. Kalian berdua gak usah ditanya mah pasti bakal baik-baik saja,"

Ucapan Luna jelas membuat anak bungsunya cemberut. Namun Mikha sedikit tersenyum, Gama selalu bertingkah lucu dengan segala hal yang dilakukannya. Cukup mengembalikan moodnya yang hancur sejak semalam.

"Ressta baik kok, Budhe. Kok tiba-tiba pulang? Udah selesai pekerjaannya?"

"Belum, Sayang. Itu aja Pakdhe mu ngambek Budhe tinggal ini. Kelupaan punya pesenan seragam satu keluarga. Ini langganan, mana gak mau kalau gak Budhe yang pegang,"

"Nyonya Dimitri yah? Dibayar mahal banget emang sampai dibelain pulang?" "

"Iya gak bakal bisa gantiin tiket Jakarta Paris yang menguras isi dompet sih. Gapapa lah, langganan ini. Oh iya anaknya yang cewek kan temanmu SMA, Dek,"

Java & Mikha [Park Jisung & Kim Minji]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang