Double Update 🥳
Sorry for typo 🙏
Happy reading 🤗
====================
"Mas, lu habis kehujanan? Baju lu?"
"Ntar nanyanya, gue mau ke Ressta dulu!"
Mendengar nama Mikha, Gama segera menyusul Java yang sudah duduk di pinggir ranjang adek sepupunya itu. Muka datar kakaknya dengan serius memeriksa Mikha. Jelas Gama takut adeknya itu kenapa-napa. Baru satu bulan tinggal disini, dia sudah mendapati Mikha sakit dua kali.
"Ngga, bisa tolong senterin disini? Gue mau nyalahin lampu takut Ressta keganggu tidurnya,"
Gama dalam dia melaksanakan yang diminta sang kakak. Pemuda itu cukup apal kebiasaan Mikha yang akan langsung terbangun saat lampu menyala terang. Dengan cahaya flash HPnya, dia arahkan ke punggung tangan Mikha agar Java bisa melihat letak pembuluh darah gadis itu. Meski kulit Mikha putih, bila remang begini iya tetap tak terlihat kan.
Mikha sedikit terusik dalam tidurnya karena suntikan yang Java berikan. Gadis itu kembali tenang setelah tangan Java mengelus pelan rambut Mikha agar adeknya itu terlelap kembali dalam tidurnya. Hal favorit Mikha nambah satu, puk-pukan Java sangat diterima baik oleh tubuhnya.
Gama yang melihat itu hanya diam. Banyak pertanyaan memenuhi otak Gama, tapi ia urungkan karena kakaknya itu sudah selesai berberes dan keluar kamar, tak lupa ditutup kembali pintunya. Mereka turun ke bawah lalu duduk di sofa ruang tengah.
"Gue tau lu punya banyak pertanyaan buat gue, Ngga,"
Gama tertawa hambar. Kenapa Java selalu bisa membaca mimik wajah dan isi kepalanya dengan benar? Sedangkan dirinya, selalu saja meleset. Gama curiga kakaknya ini pintar karena memang seorang cenayang.
"Berhenti mikirin yang aneh-aneh tentang gue, Kalingga! Gue bukan cenayang seperti yang lu duga di otak lu yang kecil itu,"
"Gimana gue gak nganggep lu cenayang kalau lu selalu tepat sasaran menebak semuanya, Mas?" bela Gama tak terima otaknya dikatain kecil.
"Gue calon dokter, Ngga, gue sedikit diajarin cara baca mimik muka seseorang,"
"Berarti dari awal lu tau kalau Jihan tuh tertariknya sama lu kan?"
Java menatap sang adek jengah. Iya begini kalau mereka sedang ngobrol berdua, tak jauh dari Jihan serta hati dan perasaan gadis itu. Hebatnya hanya Jihan yang mampu membuat kedua kakak adek kandung ini semakin terikat satu sama lain.
"Males ah lu selalu bawa Jihan ke pembicaraan kita, Dek!"
Gama mengulum bibirnya, mengakui bahwa dirinya sudah salah bicara. "Maaf, Mas!"
"Lu mau tanya tentang Karessta kan?" Gama mengangguk, "dilarang nyela omongan gue, atau gak gue lanjutin!"
Gama sedang memantapkan hatinya untuk tak kelepasan. Bahkan pemuda itu menutup bibirnya dengan tangannya tanda bahwa dia akan diam selama Java menjelaskan semuanya. Dia perlu laporan kepada sang Mami dan Paklek nya bulan ini.
Kenapa harus Gama yang dipilih Luna bukan Java? Jawabannya simple, karena Gama yang terlihat peduli dengan Mikha dibanding Java. Mengingat perkataan anak sulungnya sebelum Luna dan Jeffrey terbang ke Paris jelas membuat Mami dua anak itu berpikir kembali bila meminta pada Java.
Sebenarnya bukan hanya Gama, tapi Luna juga meminta Ami dan Jito untuk memantau kedua anak laki-laki nya itu. Luna khawatir mereka masih berkelakuan sama saat sebelum ada Mikha. Meski kompleks mereka aman, tetap saja Mikha perempuan, agak rawan meninggalkannya sendirian di rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Java & Mikha [Park Jisung & Kim Minji]
RomanceHanya tentang Java dan Mikha, dua insan berbeda jenis kelamin yang saling mencintai dan menginginkan satu sama lain, tapi harus terhalang oleh ikatan yang bernama "sepupu" Akankah mereka berjuang dan saling melabuhkan hati? atau menyerah dan memilih...
![Java & Mikha [Park Jisung & Kim Minji]](https://img.wattpad.com/cover/338173056-64-k943094.jpg)