Sorry for typo 🙏
Happy reading 🤗
===================
"Pagi, Kak Lingga," sapa Mikha.
"Pagi, Karessta," balas Gama. "Gimana dua minggu jadi anak kuliahan? Udah mumet belum?"
"Dih gitu banget doainnya?!"
Mikha yang akan mengunyah sarapannya itu menatap Gama tak suka. Sudah tak diherankan lagi, dari kecil kedua kakak beradik sepupu ini dekat dan saling mengusili satu sama lain. Gamarendra memang ramah tapi usil anaknya.
"Iya-iya maaf. Buruan habisin, bareng gue aja yah hari ini!"
"Eh gak usah, Kak!"
"Kenapa sih lu gak mau bareng gue? Punya kakak sepupu ganteng nan populer gini mah harusnya lu bangga, Ress!"
Mikha pengen mutah saja rasanya. Bukan karena Gama yang sedang memuji dirinya sendiri, tapi karena membayangkan hal lain. Yah apa lagi bila bukan kehidupan kampusnya yang harus berakhir mengerikan kalau anak kampus tau bahwa dirinya itu sepupunya Java dan Gama.
Baru saja Mikha membayangkan hal mengerikan itu, eh 20 menit kemudian beneran kejadian. Meski temannya sendiri, Haneula yang tau, tetap saja dirinya merasa tak aman. Gadis itu takut anak lain ikutan tau karena mulut Haneula yang kadang suka keceplosan.
Semua ini salah Gama yang memilih mengantarkannya sampai depan gedung Kedokteran Gigi, mana pakai motor pula. Kebetulan Ula yang sedang menunggu kedatangan Mikha itu melihat temannya turun dari motor mahal salah satu mahasiswa populer di kampus.
Bukan masalah kendaraannya, tapi bila dengan motor, muka tampan Gama akan terlihat jelas. Padahal tadi Mikha sudah meminta lelaki itu menurunkannya di depan lapangan indor Teknik, to jalan dari FT ke FK gak jauh, tetap saja lelaki itu nekat.
"Apa itu barusan? Lu beneran diantar sama Kak Gama?"
"Kenapa sih, La? Kerasukan lu?"
"Gak usah sok ngalihin pembicaraan deh, gue lihat jelas yah kalau tadi Gamarendra, modelnya FEB!"
Mikha lagi dan lagi menghembuskan napas dalam, belum menjalankan harinya saja sudah terasa berat bagi Mikha. Dengan berat hati ia harus mengaku pada teman super cerewetnya ini tentang statusnya. Tak baik juga menyimpan rahasia.
"Kak Gama tuh sepupu gue, puas lu hah?"
"APA?!!"
"KUPING GUE, HANEULA!!!"
"SORRY, KAGET GUE, KHA!! BENERAN KAK GAM-mmpphh...,"
"Jangan teriak, nanti yang lain pada denger!"
Ula melirik sekitar pada beberapa teman sekelas rombelnya yang sudah datang untuk mata kuliah umum hari ini. Mereka melirik ke arah Mikha dan Ula yang super berisik memenuhi seluruh ruangan. Ula tuh suaranya cempreng, kebayang kan teriak dikit akan segede apa.
"Tapi beneran lu sepupuan sama Kak Gama?" bisik Ula.
"Iya sepupu jauh dari Papa gue,"
"Berarti Kak Java juga dong?"
Mikha mengangguk lesu. Mendengar nama Java membuat mood Mikha sedikit turun. Bagus sih bila sepupunya itu tak ada bilang atau mengusilinya, seenggaknya meminta maaf tanda bersalah sudah membuat anak orang pingsan. Dasar lelaki tak punya perasaan.
Ula membulatkan matanya terkejut. Pantas saja waktu Mikha pingsan Java tampak sangat khawatir dan jadi lebih perhatian. Karena sepupuan, otomatis Mikha juga kenal dengan sekumpulan temen Java dan Gama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Java & Mikha [Park Jisung & Kim Minji]
RomanceHanya tentang Java dan Mikha, dua insan berbeda jenis kelamin yang saling mencintai dan menginginkan satu sama lain, tapi harus terhalang oleh ikatan yang bernama "sepupu" Akankah mereka berjuang dan saling melabuhkan hati? atau menyerah dan memilih...
![Java & Mikha [Park Jisung & Kim Minji]](https://img.wattpad.com/cover/338173056-64-k943094.jpg)