Sorry for typo 🙏
Happy reading 🤗
===================
"Ress! Karessta!"
Mikha tak mengindahkan panggilan Java. Gadis itu langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam kamarnya. Java hanya bisa menghela napas kasar, wajar saja bila gadis itu marah, itu memang salahnya yang sudah keterlaluan.
Hal yang sama dengan yang Mikha rasakan. Mikha langsung lemas setelah berhasil mengunci pintu kamarnya. Gadis itu berjalan gontai ke arah tempat tidur, menghempaskan tubuhnya pada kasur empuk itu.
Pertahanannya runtuh, Mikhaella Karessta Hadwin menangis untuk pertama kalinya di rumah keluarga Ragaswara setelah keluar dari rumahnya. Gadis itu meringkuk dan menangis dalam diam hingga akhirnya alam mimpi menjemputnya.
"RESS!!!"
brak.
"K-kak Lingga?"
"Astaga, Dek, udah tau lagi kacau gini malah di kunci. Kalau terjadi apa-apa sama lu gimana? Gue udah janji sama orang tua kita buat jagain lu,"
Mikha tersenyum tipis meski kepalanya terasa sangat pusing. Gadis itu masih mengumpulkan sisi kesadarannya. Ia sampai lupa masih punya Gama yang selalu peduli padanya. Melihat muka panik dan khawatir dari Gama cukup mengangkat sedikit rasa sakit Mikha.
Tenang, Gama tak merusak pintu kamar Mikha kok. Syukurnya lelaki itu punya kunci cadangan yang memang disimpan sang Mami di laci meja kecil dekat tangga. Untungnya Mikha tak lupa mencabut kuncinya tadi.
"Gue gapapa kok, Kak, efek gak sarapan aja tadi,"
"Terus kok bisa dihukum? Emang ada yang belum dibawa tadi?"
"I-iya, Kak," bohong Mikha.
"Gue ambilin makan malam yah, minum obat terus tidur,"
Mikha bernapas lega akhirnya Gama keluar kamarnya tanpa perlu bertanya lebih lagi soal dirinya yang pingsan. Bila Mikha jujur karena Java dirinya pingsan, bisa terjadi pertengkaran saudara. Ia tak mau itu menjadi alasan Java semakin membencinya.
Tak lama Gama dengan nampan penuh makanan untuk Mikha datang bersama pasukannya. Gak semuanya, hanya Leon dan Yanu kok. Yanu memang datang ke rumah untuk mengambil file rekaman band mereka.
Sedangkan Leon? Iya sudah tau kan bila lelaki pemilik senyuman manis itu sedang tertarik dengan Mikha. Begitu mendapat kabar dari Davra bahwa Mikha pingsan, Leon langsung melajukan mobil mahalnya menuju rumah keluarga Ragaswara.
"Mikhaella,"
"Iya, Kak Leon?"
"Ada yang sakit? Kok bisa pingsan sih? Gimana sih Java dan Davra nih, gak becus jadi panitia!"
Mikha tersenyum tipis mendengar omelan Leon yang menurutnya sangat menggemaskan. Berbeda dengan Gama dan Yanu yang sudah mau gumoh melihatnya. Beginilah modelan cowok murah senyum yang jarang dekat dengan cewek.
"Dah mulai bucinnya," gerutu Yanu.
"Ngomelnya ntar lagi yah, Bang! Kasihan adek gue harus makan dan istirahat,"
"Biar gue aja yang nyuapin sini!"
Mikha hanya bisa pasrah saat Gama dan Yanu mengangkat bahu mereka tanda tak sanggup mencegah sikap bucin Leon padanya. Antariksa Leon Satria memang sudah terbiasa gerak cepat menyangkut perasaan, jadi yah gitu lah.
Gama dan Yanu meninggalkan Leon yang sedang bucin itu di kamar Mikha, tak lupa pintunya dibiarkan terbuka. Meski mereka yakin Leon tak bakal berbuat di luar batas, Mikha nya yang tak enak berduaan di dalam kamar bersama Leon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Java & Mikha [Park Jisung & Kim Minji]
RomanceHanya tentang Java dan Mikha, dua insan berbeda jenis kelamin yang saling mencintai dan menginginkan satu sama lain, tapi harus terhalang oleh ikatan yang bernama "sepupu" Akankah mereka berjuang dan saling melabuhkan hati? atau menyerah dan memilih...
![Java & Mikha [Park Jisung & Kim Minji]](https://img.wattpad.com/cover/338173056-64-k943094.jpg)