Sorry for typo 🙏
Happy reading 🤗
==================
Bagaimana dengan hubungan Mikha dan Jaevano? Tentu mereka masih menjadi sahabat, meski jarang sekali saling bertukar kabar. Mikha tak terlalu mempermasalahkan, yang penting masih saling menyapa sesekali.
Hal itu tentu disadari oleh Ula, si teman dekat Mikha di Fakultas. Tau sih jadwalnya memang tak sama dengan Mikha, apalagi mereka berbeda jurusan, tapi Ula bisa merasakan ada yang tak beres dengan Mikha dan Jaevano.
Mikha yang tampak biasa saja padahal anak itu tak bisa tanpa Vano. Begitupun dengan Vano yang jarang main ke Fakultas Kedokteran selama beberapa bulan terakhir, sekalipun tak pernah. Biasanya mondar mandir tanpa diminta.
Apakah karena masalah berita mereka yang masuk portal lambe kampus waktu itu? Kasusnya sangat heboh kan sampai terjadi insiden waktu itu. Setau Ula mereka masih baik-baik saja kok. Lalu apa yang membuat kedua sahabat lama itu semakin meregang?
Tentu saja Mikha sudah merasa nyaman dengan adanya Java di sisinya. Wanita itu cukup senang dengan keberadaan Java yang selalu ada akhir-akhir ini untuknya. Walau harus berakhir tertidur saat menemani lelaki itu mengerjakan laporan.
Java sendiri jadi sering pulang ke rumah meski sangat larut. Menghabiskan waktu tidur bersama Mikha sudah cukup baginya. Iya lah kan di kampus masih ada Jihan yang kapanpun siap menemaninya. Keterlaluan memang Javalendra Ragaswara ini.
"Libur semesteran mau pergi liburan?"
Mikha yang berada di pelukan Java itu sedikit mendongak karena terkejut. Matanya beradu dengan mata Java yang juga memandangnya dengan senyum tipis andalannya itu. Hati Mikha sangat berantakan, Java terlalu mempesona.
"Berdua?" tanya Mikha memastikan.
"Gak, sama yang lain juga,"
Seketika raut muka Mikha berubah murung tapi nampak sangat menggemaskan di mata Java. Proporsi yang Tuhan ciptakan pada wajah Mikha sangat pas, pantas saja banyak yang tertarik dengan wanitanya ini. Ia harus lebih menjaga kesayangannya ini.
"Dih kenapa gitu? Gak mau sama yang lain?"
"Gak gitu, tapi kan aku maunya berdua aja sama Kakak,"
"Iya itu nanti kalau waktunya lebih, Sayang. Anak-anak ngajak liburan habis tampil di festival kampus nanti, sekalian ngajak pacarnya masing-masing,"
Entah kenapa wajah Mikha tiba-tiba memanas, semburat merah tercetak jelas di pipi tembamnya. Apakah Java baru saja mengakui dirinya pacar secara tidak langsung? Kan Java belum meminta dirinya untuk jadi pacarnya.
Kenyataannya tak sesuai dengan yang diharapkan. Benar memang segala sesuatu itu harus ada awalan untuk memulainya sebagai permintaan. Java bahkan tak ada kemajuan untuk menjadikan hubungan mereka menjadi lebih istimewa.
"Aku gak mungkin ninggalin kamu sendirian, jadi Lingga nyaranin buat ngajak kamu,"
"Jadi itu atas usul Kak Lingga?"
Java mengangguk, "ada Jihan juga nanti."
Sialan, mood Mikha langsung merosot turun, berantakan sudah tak berbentuk. Jihan, Jihan lagi dan selalu Jihan. Sehari aja jangan ada Jihan diantara mereka bisa gak sih? Mikha sudah cukup menahan cemburu selama ini karena Jihan.
"Ressta gak mau ikut kalau gitu," putus Mikha.
"Kenapa? Karena ada Jihan?"
Kediaman Mikha cukup memberikan jawaban atas semuanya. Ditambah lingkaran lengan Mikha terlepas dari tubuhnya, tanda bahwa perempuan itu sedang cemburu dan tak enak hati. Sudah hapal sekali yah dengan tabiat ngambeknya perempuan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Java & Mikha [Park Jisung & Kim Minji]
Roman d'amourHanya tentang Java dan Mikha, dua insan berbeda jenis kelamin yang saling mencintai dan menginginkan satu sama lain, tapi harus terhalang oleh ikatan yang bernama "sepupu" Akankah mereka berjuang dan saling melabuhkan hati? atau menyerah dan memilih...
![Java & Mikha [Park Jisung & Kim Minji]](https://img.wattpad.com/cover/338173056-64-k943094.jpg)