12)

254 27 22
                                        

Happy Saturday Night 🧡

Sorry for typo 🙏

Happy reading 🤗
===================

"Kalingga, kita perlu bicara!"

Gama yang baru banget masuk ke rumah setelah memarkirkan mobilnya itu mengalihkan pandangannya pada sang kakak yang berdiri di dekat meja dapur. Bukan hal aneh lagi bahkan area lantai satu memang sudah menjadi wilayah Java.

"Soal apa?"

"Ressta dan Jihan,"

Gama yang tak berniat itu sudah ingin berjalan ke arah tangga. Namun mendengar nama Jihan disana, lelaki itu mengurungkan niatnya. Bukan hal asing lagi bahwa Jihan lah sumber kelemahan Gama.

Teman-teman mereka sampai capek sendiri melihat drama cinta antara mereka bertiga. Gamarendra Kalingga Ragaswara sudah sejak lama menyimpan perasaan pada Ravilla Jihan Galvani. Namun gadis itu memiliki perasaan pada kakaknya Gama, Javalendra Putraja Ragaswara.

Sedangkan Java, yang mereka tau, lelaki itu masih belum bisa melupakan perasaannya pada seorang gadis yang menjadi mantan pacarnya sejak 1 tahun lalu. Namun tak ada yang tau pasti perasaan Java, dia pandai menyembunyikan sesuatu. Sungguh kisah cinta yang sangat rumit.

"Lu hanya perlu minta maaf ke Ressta, Mas. Untuk Jihan, jangan pernah sakiti dia lebih lagi yah, Mas! Lu gak tau seberapa tulus dia sama lu selama ini,"

Java menghela napas dalam. Ada sedikit rasa kesal, tapi ia memilih tak membantah adeknya itu, to memang dirinya yang salah. Ia tak bisa berlama bertengkar dengan Gama, berpengaruh pada circle pertemanan mereka.

"Gue tau, Ngga, makanya gue berusaha untuk selalu ada buat Jihan. Gue bakalan minta maaf ke Ressta secepatnya, tuh anak juga hindarin gue mulu,"

"Gue yakin dia benci banget tuh sama lu," sarkas Gama.

Java tak yakin sebenarnya, tapi ia harus mendapatkan maaf dari Mikha karena memang dirinya yang salah. Belum lagi tingkah gadis itu yang menjauhinya selama dua minggu ini, sungguh menyiksa bagi Java. Oh ada yang merasa hampa nih.

Dua kakak beradik itu berbaikan dengan mudah setelah saling diam selama hampir dua minggu. Pada dasarnya keduanya sama-sama egois untuk mengajak baikan satu sama lain.

 Pada dasarnya keduanya sama-sama egois untuk mengajak baikan satu sama lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Duh laper! Mana ada gofood jam segini? Turun aja deh!" monolog Mikha yang sedang kelaparan ditengah malam ini.

Ia makan siang menjelang sore tadi sekitar jam 3an. Gadis itu kira perutnya akan tahan sampai pagi nanti, ternyata di jam 1 malam ini para penghuni di perutnya minta asupan nutrisi. Apa itu pantangan makan tengah malam, bagi Mikha mah terobos aja.

Kaki jenjangnya berjalan pelan menuju dapur, mencari sesuatu yang bisa ia makan. Matanya berbinar saat menemukan ramen dengan merek kesukaannya berada di rak atas bahan makanan. Maklum yah, bila di rumah, Dion tak akan membiarkan anak tunggalnya itu makan sembarangan.

Java & Mikha [Park Jisung & Kim Minji]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang